Cinta Di Dalam Doa 1/3 Malam

Cinta Di Dalam Doa 1/3 Malam
Tidak Ada Pengakuan Yang pas ( Hati )


__ADS_3

Khoirunnisa? bisik angga dalam hati


seketika mata Anni terbelalak setelah melihat keberadaan orang yang pernh menjadi bosnya, jelas saja ini akan membuatnya kaget, lelaki yang di tinggalkan demi lelaki lain.


Pak Angga dan Pak Adit? sontak mulutnya melontarkan nama yang tak asing.


pak adit hanya biasa-biasa saja melihat wajah kagetnya Anni dan Angga karena sebenarnya beliau sejak awal sudah tau siapa wanita yang dimaksud istrinya dan beliau juga sudah lama menginginkan jika Angga bisa bersanding dengan wanita seperti Anni.


keluarga Anni yang melihat situasi itu ikut kaget.


kalian sudah saing kenal? tanya Dilla kepada Angga dan Anni.


iya ma, jawab Angga.


wah sepertinya kita tidak perlu memperkenalkan kalian karena kalian sudah saling kenal, ujar mama Angga.


iya ma, papa juga setuju hanya saja kita perlu keputusan dari mereka. tita Adit, jadi bagaimana Angga? tanya Adit.


sebelum menjawab pertanyaan Papanya Angga menghela nafas panjang lalu menghempaskannya.


jika memang perjodohan ini sudah bisa membuat papa dan mama bahagia serta yang terbaik buat Angga, aku sendiri sebagai anak hanya bisa menurut. ujar angga


alhamdulillah, ucap mama dan papanya bersamaan.

__ADS_1


Anni sendiri bagaimana sayang? tanya Ratna.


Anni hanya menundukkan pandangannya tak mampu berucap, bagaimanapun dia pernh bersalah sama Angga.


orang-orang dimeja makan menunggu jawaban Anni sembari menatapnya lekat-lelat sedangkan Annga menatap Anni dengan sendu, bagaimana tidak dia pernh begitu mencintai wanita yang ada dihadapannya namun karena lelaki lain, dia memutuskan untuk meninggalkannya.


nak, sapa mamanya sembari memegang pundak anaknya yang tadi hanya menunduk.


iya ma?


bagiamana?


jika mama dan papa setuju Anni hanya bisa megikut. ucap anni.


Angga yang mendengarkan Anni membuat hatinya kecewa pasalnya ucapanya seakan-akan tidak ada keikhlasan didalamnya.


setelah selesai makan malam, Angga minta izin kepada ke 2 orang tua Anni untuk jalan-jalan bersama Anni.


om, tante? angga bisa pinjam Anni sebentar? Pinta Angga.


silahkan nak tapi ingat jangan kemalaman, tidak baik anak gadis keluyuran malan-malan. ucap ridwan.


Anni yang mendengar penuturan Angga hanya bisa mengikuti pergerakan Angga, kini mereka suda berada didalam mobil.

__ADS_1


mobil mereka menuju ke taman mini, beberapa menit kemudian mereka tiba di taman mini, malam ini tidak terlalu ramai karena bukan malam minggu.


Ni? Angga membuka susana hening.


hmmm, Anni menoleh langsung mengankat kedua keningnya.


apa kamu nyaman dengan perjodohan ini? tanya Angga.


sebenarnya Anni pernah meminta dalam doanya agar lelaki yang pernh bersarang dihatinya bisa bersanding dengannya dikemudian hari.


kamu sendiri? tanya Anni balik.


pertanyaanku belun kamu jawab jadi sebelum aku menjawabnya baiknya kamu jawab dulu karena tidaj baik membuat pertanyaan orang menunggu. ucap angga.


saya rasa jawaban saya di restoran tadi suda cukup, ucap Anni dengan cuek.


nah itu kamu paham. sambar Angga.


maksudnya?


apa yang aku katakan diresto tadi sudah cukup untuk kamu mengerti. jawab Angga.


karena malam semakin larut bulan semakin terang dan dingin semakin menerkam maka merekapun meninggalkan percakapan yang tak menemukan jawaban pas dan berlalu menuju ke peristirahatan ke duanya

__ADS_1


Cinta terkadang tak perlu menjadi sesuatu yang harus di ucapkan dengan pengakuan dan banyak kata tapi cinta terkadang lebih berkesan dengan tindakan hanya saja di masa sekarang cinta kurang adem tanpa ada pengakuan.


tersolek indah wajahmu dibalik lamunan, engkau membersemai lembut tiap titian doaku, kupinta pada sang kholiq agar esok hari engkau menjadi lentera ditiap gelapku dan menjadi rumah untuk pulang setelah perjalanan panjangku, sayang izinkan aku tenggelam pada tiap kehangatanmu memintamu menjadikanku satu-satunya ratu dikehidupanmu kelak.


__ADS_2