Cinta Di Dalam Doa 1/3 Malam

Cinta Di Dalam Doa 1/3 Malam
perjalanan panjan


__ADS_3

dipagi hari mentari menghempaskan sayapnya, mengibas seluru ruang kamar angga dibalik jendala burung-burung berkicau ria.


wajah angga tersapu mentari pagi namun ngantuknya mengalahkan sinarnya pasalnya angga tidur terlamabat karena lagi-lagi memikirkan anni.


tok tok tok (suara ketuakn pintu)


dengan pelan-pelan angga membuka mata dan turung dari ranjang menuju pintu lalu membukanya.


cekk


anak mama kok belum bangun sih, mamanya memegang pipi angga lalu memeluk anaknya, sekarang kamu mandi, papa dan mama sudah menunggi di meja makan.


angga masuk kedalan kamar mandi memberihkan diri


mama angga mana? dikamar mandi pa.


hmmm, papanya menarik nafas panjang lalu menghempaskannya.


papa ank kita akhir-akhir ini aneh ya? dia tidak biasa bersanta-santai saat ada sesuatu yang akab dia lakukan tapi knp dia begitu malas, ucap mamanya yang bingung terhadap tingkahlaku anknya akhir-akhir ini.


mungkin angga masih sulit berjauhan dari kita ma, jawab papanya dengan meyakinkan istrinya.


setelah berpakaian angga keluar dari kamar menuju meja makan.

__ADS_1


selamat pagi mama, papa?


pagi, bls mama dan papanya.


selepas berisap-siap menggunakan baju hitam putih layaknya pegawai baru yang akan melakukan interview tak lupa membawa perlengkapannya, kantong kresek sebagai tas, gardus sebagai papan nama dan kaos kaki warnh warni.


anni keluar apertemen menuju laintai bawa dan dilantai bawah sudah ada fika yang menunggunya, mereka berjalan beriringan menuju titik lokasi yang telah di tetapkan, sesampai disana mereka mengambil baris paling depan pasalnya hari ini hanya mendengarkan pidato dari ketua BEM, MPM, HMJ dan beberapa organisasi internal kampus.


selamat pagi semuan? suara dari atas ruangan auditor, seorang pemudah gaga, berperawakan tinggi dengan kemeja rapi, rambut ditata rapi, membawakan pidato dengan lantang, semua mata tertuju padanya.


tampan sekali dia, sangat berkarisma, aku bagaikan mimpi melihat lelaki setampan dia disini terlebih lagi dia seniorku, gumamnya fika.


sementara anni hanya diam mencerna tiap bait kata yang dilontarkan tanpa sedikitpun berkedip. entahlah apa karena dia terhipnotis dengan fisiknya atau skil yang dimilikinya.


dari kejauhan ada wanita cantik yang sedang menatapnya dan tujuannya sama, mereka sama-sama akan berangkat ke AS untuk melanjutkan pendidikannya.


hay angga, tante, om. sapa rina


angga hanya diam sembari tersenyum.


hay, bls om dan tantenya.


nak rina mau kemana? rina mau ke AS tante melnjutkan pendidikan. oh berarti sama dengan angga dan ..... tanpa menyelesaikan ucapannya.

__ADS_1


mah angga berangkat dulu ya? iya nak hati-hati. tanpa menoleh kebelakang mengajak rina, angga langsung melangkah pergi.


pah, anak kamu tuh, udah gede masih saja bersikap acuh pada perempuan! kesal mamanya.


ya sudah kita pulang urusan perempuan biarkan dia sendiri yang menentukan terkecuali waktu yang diberikan terlalu lama nanti kita fikir-fikir kembali.


......


pesawat yang ditumpangi angga lepas landas meninggalkan tanah air, didalam pesawat fikiran angga kemana-mana, jiwanya masih di indonesia tapi raganya telah mengudara.


khoirunnisa aku merindukanmu tapi aku tidak ada keberanian untuk menghubungimu terlebih aku telah mengucapkan kata perpisahan.


eghmmm, tiba-tiba ada seorang wanita yang membuyarkan lamunanya. dia hanya melirik tanpa menyapa atau mempersilahkannya untuk duduk.


kessal sekali rasanya dengan manusia ini, aku ingin duduk disampingnya tapi knp dia tidak mempersilahkanku.


maaf tuan boleh saya duduk disamping tuan? angga hanya melirik sembari berkata silahkan.


ngomong-ngomong kamu kuliah dimana di AS? apa penting bagiku untuk menjawab pertanyaanmu itu? cetus angga kesal.


ah bukan begitu, apa salahnya kita saling mengenal lagipula mama dan papa aku sahabatn dengan kedua orang tua kamu. ucap rina meyakinkan.


itu bukan urusanku! diamlah aku ingin istirahat, jangan berisik. ucap angga dengan tegas.

__ADS_1


baiklah. bls rina dengan kesal.


__ADS_2