
anni?! angga?! mereka saling melongo heran sambil bertatapan cukup lama.
deg!
deg!
jantung anni berdetak kenjang dan badannya mulai lemas matanya berkaca-kaca menyaksikan sosok manusia yang selama ini di tunggunnya tapi tak kunjung menemuanya dan angga sangat heran dengan apa yang disaksikannya dia tidak menduga sekertaris papanya ternyata wanita yang selama ini di cari-cari olehnya.
meskipun anni merasakan debaran hebat yang menghantam dadanya tapi dia harus profesional menjalankan tugasnya sebagai bawahan dan tau batasannya.
seketika anni tersadar. maaf pak hari ini ada jadwal miting jam 10 pagi dan dilanjut miting jam 2 siang dengan utusan dari perusahan handono yang dihadiri oleh herman handono.
kalaw tidak ada lagi keperluan saya permisi pak. ucap anni sembari memutar balik tububnya.
siapa yang menyuruhmu pergi? tanya angga sembari mengankat kedua alisnya.
anni menghentikan langkahnya dan tidak menoleh namun angga sudah berdiri di belakangnya.
kamu tau apa kesalahanmu? tanya angga seketika anni membalikan tubuhnya dan berusaha menyembunyikan kesedihannya.
ma-af pak. ak-ku benar-benar tidak tau. ucao anni.
duduklah aku ingin berbicara. tawar angga.
tapi pak miting sebentar lagi dimulai. ucap anni pelan.
aku tidak suka dibantah dan klw aku ingin membatalakan semua pertemuan hari ini bisa saja aku lakukan. ujar angga sembari mendekatkan wajahnya ke wajah anni.
sedangkan anni berusaha memalingkan wajahnya namun sigap angga menahannya.
jangan seperti ini pak angga. mata anni mulai berkaca-kaca dan dadanya sesak.
kenapa? aku berhak menatapmu lebih lama. kamu tau apa kesalahanmu? ujar angga dengan wajah menegang.
__ADS_1
anni yang seketika menatap wajah angga langsung menunduk karena dia tidak mampu bersuara lagi sehingga air matanya tumpah.
angga yang merasa tidak sanggup melihat anni menangis langsung menarik kedalam pelukannya.
menangislah, ucap angga sembari membali rambut anni.
anni memper erat pelukannya karena sebenarnya dia sudah sangat lama merindukan angga sampai-sampai dia menutup hati dengan banyaknya kaum adam yang selalu mendekatinya namun tidak berlaku untuk heri, bagaimana tidak heri tiap hari absen di apertemen anni dan anni juga merasa kasihan untuk hal itu.
maafka aku angga. ucap anni denga suara yang berat.
kamu tidak perlu minta maaf mungkin dilain kesempatan akan ada ruang untuk aku bisa bersama orang yang selama ini ku impikan. ucap angga.
anni yang mendengarkan penuturan angga langsung melepaskan pelukannya.
kamu sudah memiliki wanita lain angga? tanya anni dengan wajah maai basah dengan air mata.
iya dan sudah sangat lama. ucap angga sembari menghapus air mata anni.
anni seketika membulatkan matanya menatap angga dalam-dalam.
kamu tidak perlu tau siapa wanita itu, ucap angga dengan wajah sendu.
anni yang melihatnya merasakan ada kesedihan mendalam yang disembunyikan angga.
sekarang sudah jam 9 lewat aku harus ke ruang miting. ucap anni melangkah pergi dan tiba-tiba angga menarik lengan anni dan membawa kedalam pelukannya.
maafkan aku anni yang datang terlambat. ucap angga sembari mencium puncak kepala anni.
pergilah aku akan menyusul. kata angga. sedangkan anni hanya heran dengan penuturan angga.
datang terlambat? apa maksudnya?gumam anni.
waktu sudah menunjukan 6 soreh namun anni belum juga meninggalkan kantor karena hari ini kerjaannya numpum jadi dia harus lembur.
__ADS_1
sedangkan disisi lain angga sudah keluar dari dalam ruangan untuk pulang tapi langkahnya terhenti setelah melihat anni masi sangat sibuk dengan beberapa dokumen yang harus diserahkan besok ke bosnya.
anni, kamu kenapa belum pulang? tanya angga.
maaf pak ada berkas yang masih harus aku periksa sebelum besok saya serahkan ke bapak. jawab anni .
baiklah dari pada kamu sibuk sendiri sekarang bawa semu dokumen itu keruanganku. tawar angga.
untuk apa pak? ini belum... tidak usah membantah. ucap angga memotong ucapan anni.
karena sebenarnya angga tidak tega melihat anni kerja keras mengingat dia baru sembuh dari sakitnya.
setelah sampai di ruangan angga, mereka langsung memeriksa dokumen yang ada, disela-sela pemeriksaan anni selalu mencuri pandangan pada angga sedangkan angga hanya fokus pada dokumen.
angga maafkan aku, aku sendiri telah salah menjatukan pilihan pada lelaki yang tak aku cintai, hatiku hanya mengharapkanmu tapi aku tak memiliki keberanian meninggalkan heri bagaimanapun juga dia begitu mencintaiku. gumam anni.
disela-sela hayalanya bulir air matanya jatuh dan angga yang sedari tadi fokus menyadari itu lalu mengangkat wajah anni yang hanya menunduk menyembunyikan kesedihannya sehingga wajah anni bertatapan langsung dengan wajah angga.
kamu jangan menyimpan kesedihan jika ingin berbagi aku siap untuk mendengarkannya meskipun aku atasan kamu, bukan berarti kamu harus menyimpan dukamu sendiri. ujar angga sembari mengusap wajah anni yang basah.
ng kok, aku ng apap. jawab anni sembari menatap angga.
angga yang tau apa yang menyelimuti hati anni kini mengangkat dua tangannya lalu memegang pipi kiri kanan anni sembari mengusab wajahnya anni lembut.
kamu jangan berbohong aku bisa melihat kesedihan dimatamu, saat ini kamu sedang tidak baik-baik saja. ujar angga menatap anni dengan sendu.
anni hanya menggelengkan kepalanya sembari melepaskan tangan angga dengan lembut namun angga hanya menariknya kedalam pelukannya.
berhenti berbohong kepadaku karena aku tau sampai sekarang kamu masih mencintaiku. ujur angga sembari mengusa rambut anni dengan lembut.
anni melepaskan pelukannya lalu memegang tangan angga.
angga? semua yang kamu katakan padaku memang benar namun ada hal yang tidak bisa aku katakan. ucap anni sembari tersenyum.
__ADS_1
angga hanya tersenyum lalu kembali fokus kepada dokumen yang sedari tadi di geluti.