
kejadian 4 pekan yang lalu sungguh mengguncang hati seorang wanita yang dikejutkan kehadiran sesosok peria yang sudah lama bersarang di singgahsannya.
hari ini dia harus memulai lagi dari awal meninggalkan dan memutuskan untuk tetap menjalin hubungan dengan kekasihnya tidak lain sahabt dari angga.
seperti rutinitas sebelum fajar membentangkan sinarnya anni selalu melaksanakan kewajibannya untuk bermunajab.
tok tok tok, ketukan pintu dari luar.
iya ma tunggu.
cekk
ada apa ma? taya anni kepada wanita paru baya dihadapannya.
mama mau kamu nemenin mama kepasar karena papa kamu harus kekantor pagi ini. ujar mamanya.
baik ma aku siap-siap dulu. jawab anni.
setelah selesai bersiap-siap anni keluar kamar menemui mamanya.
ayo ma kita berangkat.
sedangkan di tempat lain angga sangat sibuk dengan urusan kantor, pekerjaanya semakin mebludak sehingga angga jarang pulang kerumah dia kebanyakan ngidap di apertemen.
pak siang ini kita ada miting dan jam 3 nanti kita ada pertuan dengan pak walikota terkait dengan pembangunan di kota B dan lusa ada pertemuan perebutan tender besar denga beberapa perusahaan besar se Asean di kota A. ujar aditya.
siapkan semua berkas yang diperlukan seteleh pertemuan hari ini atur jadwal keberangkatan nanti malan.
__ADS_1
baik pak. jawab adity.
anni dan mamanya telah menarkirkan kenderaan 2 rodannya di tempat parkiran dan beranjak memasuki pasar namun tiba-tiba ada perempuan yang menepuk pundaknya.
ibu rat? sapa wanita itu dengan senyuman
hey ibu dilla!! sambar mamaya anni tak kala kaget.
aduh lama yah kita ng ketemu. tita ratna
iya. eh bukannya ibu dilla tinggal dijakarta ya?
iya cuman saya balik beberapa hari yang lalu liburan disini bersama suami saya. jawab ibu dilla.
siapa gadis yang ada disampung kamu? tanya dilla dengan senyuman hangat.
anni. anni menghulurkan tangannya sembari tersenyum dan dilla pun membalasnya.
sepertinya anak ibu dan anak saya tidak bedah jauh umurnya? apa dia sudah menikah? tanya dilla.
dia masih gadis. jawab ratna
....
diatas nas deringan telfon mengusik peristirahatan sangempuh memintanya untuk segerah disambut, matanya terasa berat terbuka cahaya dibalik jendela penghia malam takampu mengusik ketenangannya namun deringannya tak kunjung redah.
assalamualaiku, suara seak khas orang bangun tidur.
__ADS_1
tanpa ada jawaban salam dari suara seberang membuatnya beranjak dari peristirahatanya menginginkan malam segerah berlalu.
mengotak atik isi hpnya mencoba mencari salah satu nomor paling dekat dengannya dan menghubungi berulang kali namun tak ada jawaban.
malam itu cukup membuatnya frustasi namun ia sadar bahwa disetiap musihbah yang selalu menghantam, ada kekuatan hebat yang akan membendungnya yaitu kesabaran yang selalu menjadi senjata pertamanya.
.....
mamanya angga berniat menjodohkan anaknya dengan salah satu sahabatnya mengingat umur mereka terbilang tua sehingga sebelum usia kehidupan berhenti, mereka ingin melihat anaknya menikah.
pa? panggil dilla kepada suaminya yang sedang asik menyeduh kopinya sambil membaca koran.
ada apa ma? jawab papa adit lalu melipat korannya.
kareba beliau sangat menghormati istrinya jadi setiap ada perbincingan baik kecil atau besar dia selalu mendengarkan istrinya.
gini pa, melihat anak kita sudah usianya yang tidak mudah lagi, mama ingin menikahkan dia. ucap mamanya
apa angga sudah punya calon? tanya papanya
mama berniat menjodohkan anak kita dengan salah satu sahabt mama pa. jawab mamanya sembari tersenyum.
bagi papa pilihan mama pasti yang terbaik, jadi mama urus saja semuanya. ucap papanya
terimakasih pa. ucap mamabya sembari memeluk suaminya.
tapi mama harus ingat kita ng boleh memaksakan anak kita ma karena bagaimanapun dia anak kita satu-satunya dan dia berhak bahagia. ucap papanya dengan santun.
__ADS_1
iya pa. jawab mamanya.