
pak Raka yang harus keluar lebih dulu, melepaskan tangannya ketika terdengar suara tinggg .
aku keluar duluan yah . ", bisiknya ditelinga Miska
Miska hanya membalas dengan senyuman, dan Miska sudah berada didalam ruang kerjanya .
terlihat Mita sedang duduk di meja kerjanya sambil menatap layar komputer .
Miska segera duduk sambil menatap wajah Mita , namun Mita tidak menghiraukannya . banyak sekali pekerjaan yang tertunda hingga Miska harus segera menyelesaikannya hari ini .
mungkin skrng bukan waktu yang tepat untuk bicara sama Mita, aku akan mengajaknya bicara jam makan siang nanti .
semoga saja Mita bisa mengerti . "gumamnya dalam hati
satu persatu pekerjaan Miska yang tertunda kemarin selesai, jam makan siang pun telah tiba .
Mita lebih dulu keluar ruangannya , Miska pun segera menyusulnya dengan berlari kecil sambil memanggil Mita .
Mita tunggu aku , aku mau bicara . "ucapnya sambil berlari dan menarik tangan mita
ga ada lg yang perlu dibicarain, aku sudah tidak mau berteman lagi denganmu . "jelasnya sambil menghempas tangan Miska.
aku harus bicara , aku akan menjelaskan semuanya . setelah itu terserah kamu masih mau berteman denganku atau tidak ."lirihnya sambil memohon
__ADS_1
baiklah, kita bicara dikantin . "ucapnya dengan tegas sambil berjalan
sesampainya dikantin mereka duduk dan memesan sesuatu untuk dimakan, miska yang hanya memesan minuman karna terasa tidak nafsu makan dengan adanya masalah ini .
Mita menyantap makanannya segera tanpa menoleh kehadapan Miska dan tanpa bicara apapun .
apa aku bisa bicara skrng? "tanyanya
emmmm "jawabnya singkat
sebenarnya aku dengan pak Raka sudah bertemu sebelum pak Raka dipindahkan kerja disini, pertemuan itu memang tidak sengaja tapi disitulah awal pertemuan kita .
dan untuk soal perasaan kita, kita memang saling menyukai satu sama lain bahkan mencintai .
maafkan aku Mita , aku tidak bermaksud menyakitimu .
seandainya aku bisa memilih siapa orang yang bertemu ku malam itu, yang membuat jantungku berdetak tidak beraturan .
seandainya saja bisa, aku akan memilih orang lain Mita, bukan pak Raka .
tapi cinta tumbuh tanpa tau tempat dan waktu .
aku mohon kamu bisa mengerti mita, pak Raka benar . cinta tidak bisa dipaksakan , jika semua itu benar dilakukan itu hanya akan menyakiti hatimu .
__ADS_1
aku harap kamu masih mau menjadi temanku setelah ini, karna aku tetap menganggapmu sebagai sahabatku . "ucapnya meyakinkan mita
udah , udah ngomongnya . "jawabnya sambil berdiri dan meninggalkan Miska yang masih duduk di kursi kantin
sampai kapanpun aku ga akan rela kamu bersama pak Raka , lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti .
kamu akan menyesal sudah menghianatiku Miska . "gumamnya kesal dalam hati sambil berjalan menuju kedalaman ruangannya
Miska yang masih terdiam duduk dikursinya sambil memainkan sedotan pada minumannya sambil melamun tiba-tiba terkejut dengan kedatangan pak Raka membuatnya kaget
heiiii , kamu disini ternyata . aku mencarimu daritadi , kamu sudah makan?knp kamu melamun?apa yang kamu pikirkan Miska? "tanyanya tanpa berhenti
heii knp kamu bawel sekali sih . "jawabnya dengan ketus
aku bawel hanya padamu miska, apa kamu sudah makan? "ucapnya
belum, aku sedang tidak lapar .
sedang apa kamu disini?knp ada sisa makanan di hadapanmu?punya siapa itu? "tanyanya sambil menunjuk makanan bekas mita tadi
itu punya Mita, aku sudah bicara dengannya . lalu dia meninggalkan aku begitu saja, sepertinya mita tidak bisa menerima semua ini, dan sepertinya Mita sangat membenciku , lalu apa yang harus aku lakukan Raka . "ucapnya dengan kesedihan sambil menunduk memutar mutar sedotan didalam minumannya
kamu tidak perlu khawatir Miska, Mita hanya sedang marah saja saat ini . jangan bersedih yahhh . "mencoba menenangkan Miska yang bersedih
__ADS_1