
setelah ditemui telah duduk pak Raka dimeja makannya, Mita dan Miska segera duduk tanpa basa basi .
pak Raka pun langsung menyapanya ,
haiiii, silahkan pesan menunya "bicara sambil memegang menu makanan
Iyah pak , maaf sudah membuat menunggu. "jawabnya
pak raka hanya membalas dengan senyuman
kamu knp blm pesan makanan?"tanyanya dengan menoleh kehadapan Miska
a aku samain aja dengan kalian "jawabnya sambil gugup
kita memesan makanan berbeda Miska, kamu mau sama dengan siapa? "tanya Mita
oke kalo gitu samain aja sama aku yah "pak Raka yang langsung meminta pelayan dengan 2 menu yang sama
prilaku pak Raka membuat Mita sedikit cemburu .
andai aku suka menu yang dipesan pak Raka, pasti aku sudah memintanya memesan 3 porsi makanan yang sama ."gumam Mita dalam hati
setelah beberapa menit, makanan pun datang dibawa oleh pelayan.
segeralah manaruhnya dengan hati-hati ke meja makan kami dengan berkata." silahkan, selamat menikmati .
hanya Miska yang menjawab "terimakasih pak
Mita yang langsung sibuk menarik mangkuk makanan nya dan Raka yang terdiam memandang Miska dengan terpaku
makan siang berlangsung , mereka sudah kembali ke ruang kerja masing-masing .
__ADS_1
sebenarnya makan siang tadi alasan pak Raka untuk bertemu lagi dengan miska .
hari berlalu mereka sering sekedar bertemu dan saling menyapa .
pagi yang cukup cerah , terik matahari yang menembus kaca dikamar Miska membuat Miska terbangun karna silawnya yang menyorot tepat dimata miska.
Miska kaget ketika melihat jam menunjukan angka 7 .
bergegas langsung ke kamar mandi dengan terburu-buru.
aduuuhhh knp aku bisa sih kesiangan gini, bisa kacau pekerjaan aku kalo gini, gara-gara semalam tidur Sampai larut malam karena memikirkan pak rak nih"ngoceh nya sambil berjalan menuju lift dilantai dasar .
saat didalam lift Miska gemetar memencet tombol dipintu lift"dengan sedikit kesal karna terasa lama sampai keruang kerjanya,
Miska berada didalam lift sendirian.
tringg , pintu terbuka disalah satu lantai .
ternyata pak Raka yang memasuki lift karna harus ada meeting diluar .
mereka hanya berdua didlm lift , suasana sunyi membuat mereka malu-malu untuk mendahului bicara .
tiba-tiba lift terhenti seketika bersamaan dengan lampu yang padam .
beberapa menit bisa ditahannya ,miska yang punya riwayat sesak nafas akut, tiba-tiba badannya terperosot sampai tergeletak duduk dilantai lift, dengan nada suara ngos-ngosan .
pak raka yang melihatnya langsung kebingungan dan khawatir , refleks langsung mendekati dan memeluk Miska yang terlihat lemas dengan suara yang semakin ngos-ngosan .
heiiii Miska , are you oke?tanyanya dengan nada khawatir
Miska yang tak bisa menjawab, karna sesak dadanya semakin parah, hanya terdengar suara ngos-ngosan yg semakin cepat
__ADS_1
pak Raka yg punya inisiatif menyalakan Bleach di handphone nya sambil memeluk Miska dengan erat , tak sadar bibirnya mencium kepala Miska penuh khawatir .
tenang Miska, ada aku disini sebentar lagi kita akan keluar dari sini ."dengan nada menenangkan sambil memeluk erat badan Miska dari samping.
dibukalah pola dihandphonenya bertujuan menelfon pak ardan teman dekat yang bekerja satu gedung dengannya .
haloo Ardan , saya terjebak didalam lift berdua dengan salah satu staf wanita yang sekarang sedang sesak nafas .
tolong segera suruh scurity membuka pintu liftnya. "bicaranya dengan nada tinggi dan terburu-buru mengartikan perintah darudat untuk menolongnya
Ardan menjawab "Iyah pak tunggu sebentar ini sedang dalam perbaikan
jawabannya yang membuat pak Raka kesal, karna melihat Miska semakin ngos-ngosan dengan muka lemas dan tak berdaya .
lift belum juga terbuka,. sedangkan Miska yang sudah tidak kuat dengan sesak di dadanya seketika pingsan dipelukan pak Raka.
pak Raka yang mendengar suara ngos-ngosan hilang seketika dan topangan ditangannya semakin berat karna Miska pingsan, berteriaknya "Miska , Miska heiii Miska dengan kedua tangannya yang memegang pipi Miska dan menggerak gerakannya . "suasana semakin membuat nya panik
beberapa menit berlalu pintu lift terbuka , dilihatnya dari luar pintu lift yg penuh dengan staf dan salah satunya adalah mita . terlihat pemandangan pak Raka yang sedang memeluk erat dengan menempelkan bibirnya dikepala miska, membuat Mita terdiam seolah tidak ingin membantunya .
pak Raka yang sadar pintunya sudah terbuka, bergegas berdiri menggendong Miska keluar dibantu dengan para staf yang lainnya.
tolong dibuka pintu mobilnya saya akan membawanya kerumah sakit. "sambil menggendong miska memerintahkan salah satu staf untuk membuka pintu mobilnya
mobil melaju dengan cepat , membawa Miska kerumah sakit .
pak Raka yang sepanjang jalan panik dengan wajah sesekali menoleh kebelakang melihat Miska yang terbaring tak sadarkan diri.
Mita yang tidak bersimpati karna rasa kecewanya melihat orang yg dia sukai memeluk mesra teman yang sudah dianggapnya sebagai sahabat .
rasa kecewanya membuat Mita kesal , setelah menahannya beberapa jam dikantor .
__ADS_1
setibanya dikamar Mita menutup pintu dengan menggebraknya ,menggeser semua barang yang ada di meja riasnya hingga berserakan kemana-mana .
Mita kesal karena merasa dikhianati