
ketika yang diharapkan Mita terkabul, Raka sudah menyimpan nomornya di hp Mita ."berharap bisa bicara dengan temannya melalui Mita
terimakasih, aku sudah mengirim kan pesan ke nomormu save yah nomorku. "bicara sambil tersenyum riang
Miska yang masih duduk terdiam dikursinya mengajaknya untuk cepat kembali keruangan karna jam masuk kerja akan tiba .
ayo mit , 5 menit lg kita harus tiba diruangan ."berdiri sambil menarik tangan Mita untuk segera bangun
iyaiya" jawab Mita dengan senyum sambil melambaikan tangan kepada pak raka
Pak Raka yang saat itu bergegas kembali keruangannya , dengan tersenyum kepada mereka tepatnya kepada Miska .
mereka berjalan menuju gedung yang sama , posisi pak Raka yang berada di belakang Mita dan Miska berjalan membuat pak Raka memandangi Miska dari belakang sambil membayangkan kejadian pertemuan mereka lalu di halte sambil tersenyum .
merekapun berada didalam satu lift , yang sifatnya pendiam hanya melirik dan tersenyum malu kearah pak Raka sambil menunduk .
pak Raka pun menoleh dan membalas senyum Miska. Mita yang berada ditengah pak Raka dan Miska tidak menyadari mereka saling melirik
tingg, lift yang terhenti membuat pak Raka keluar menuju ruangannya sedangkan Mita dan Miska masih harus naik 2 lantai lagi .
tingg, lift pun terhenti lagi mereka segera berjalan menuju ke meja kerjanya .
pertemuan di coffe tadi membuat Miska berfikir " apa aku harus bersaing dengan temanku iniyah, sepertinya aku juga menyukainya saat pertama bertemu dihalte dan sampai kita bertemu lagi tadi .
__ADS_1
aku ga nyangka bisa bertemu lagi dengannya , sedangkan malam itu aku merasa degdegan saat bertatapan dengannya .
ahhhh, sepertinya tidak .
aku harus merelakan temanku untuk mendekatinya karna aku ga sanggup membuatnya sedih . fikirnya dalam hati
Raka yang berada didalam ruangannya sedang mengerjakan pekerjaan " ahhhhhh knp aku kepikiran Miska terus si ,kenapa bayangan senyumnya menguasai fikiranku sampai membuat aku gak fokus gini .
sepertinya aku menyukainya, "senyum Raka membayangkan Miska
knp tadi aku degdegan yah saat menatapnya"lirih Raka
sikapnya yang pendiam dan malu-malu membuatku semakin penasaran ."sepertinya raka lebih tertarik pada Miska daripada cewe ambisius itu
dering telpon Mita berbunyi, tepat di jam makan siang
yeayyhhh Raka telpon aku"*sambil teriak loncat-loncat kegirangan
haloo, Mita ? apa kita bisa makan siang bareng
emm, iyaiya bisa .
ajak temanmu juga yah, ke resto depan gedung ."* berharap Mita mengajak Miska
__ADS_1
*oke baiklah .
Mita bergegas sambil menarik tangan Miska yang masih duduk di kursinya,
Ayo ayo kita makan siang dulu, Mita menarik tangan Miska
aku blm selesai, kamu pergi saja duluan ."jawab Miska yang masih megang lembaran pekerjaannya
kita diajak makan siang sama pak Raka, kamu gaboleh nolak karna permintaannya mengajakmu juga ."bicara sambil menarik lembaran ditangan Miska
ayo cepat , dia sudah menunggu."lagi-lagi menarik tangan Miska dengan gak sabaran
iyaiya tunggu, "Miska berdiri bergegas mengikuti tarikan Mita
tadi kamu bilang diajak makan siang dan harus mengajakku?"bertanya kepada Mita
Iyah , pak raka memintaku mengajakmu."jawab Mita dengan tingkah yang ceria menandakan ia tdk tau maksud pak Raka.
Miska mendengarnya sambil tersenyum tipis.
knp harus mengajakku?"tanyanya dalam hati
membuatku gelisah saja dengan perasaan ini"berdebar jantung Miska .
__ADS_1
padahal aku sudah ingin membuang jauh-jauh perasaan yang sepertinya baru muncul ini, knp kau membuatku resah ."imbuhnya dalam hati