
Miska yang baru sadar wajahnya sangat dekat dan mereka saling menatap satu sama lain . Raka terbawa suasana perlahan mencium bibir Miska dengan lembut, Miska menyudahi dengan membetulkan posisi duduknya lebih tegak .
Miska terlihat malu, pipinya berubah menjadi merah merona seperti pakai blush on sangat medok .
Raka tersenyum melihat Miska yang sedikit menunduk malu-malu, mencoba melajukan mobilnya meninggalkan garasi rumahnya .
pipi kamu knp merah begitu?? "ucap Raka tertawa menggoda miska
gpp . "jawabnya singkat tanpa menoleh
kamu lucu kalo lagi malu-malu gitu . "kata Raka lagi terus menggoda Miska
siapa yang malu-malu . "jawab Miska mengelak
kamu gabisa bohong sayang, aku tahu knp pipi kamu merona gitu . "ucap Raka tertawa sambil terus melajukan mobilnya
udah dong Raka, sebell ihh . "ucap Miska memberanikan mengelitik perut Raka sambil cemberut
okeoke sayang, Iyah aku diem deh .
tapi udh yah ngelitikinnya "ucap Raka tertawa sambil meminta miska menyudahi kelitikannya
Miska menyudahi kelitikannya karna takut membuat Raka tidak berkonsentrasi menyetir ..
makanya jgn meledek aku terus "ucap Miska sebel
habisnya kamu lucu sih , tega bgt sih bales dengan ngelitikin aku . "ucap Raka tersenyum
kalau ga gitu kamu ga berhenti meledek aku . "jawab Miska
__ADS_1
maaf deh yah, sebagai tanda minta maaf aku mau traktir kamu makan siang nanti . "kata Raka mengambil kesempatan
lihat nanti yah Raka, aku takut banyak kerjaan . "ucap Miska
walaupun banyak kerjaan kamu tetap harus makan siang sayang, jgn sampe kamu ga minum obat terus sakit lagi. "ucap Raka mengingatkan
Iyah Raka . "kata Miska
Miska merasakan perhatian Raka padanya sangat berlebihan , karna sebelumnya belum pernah ada yang sangat memperhatikannya selain ibunya .
mobil Raka memasuki halaman parkir kantor , segera turun dan membukakan pintu untuk Miska dan segera menggandengnya.
mereka berdua berjalan memasuki gedung bergandengan, seisi kantor mendadak penglihatannya fokus pada satu tujuan yaitu pada Raka dan Miska .
Raka yang menjabat sebagai manager dikantor tersebut membuat mereka para staf terpingkal melihat kedatangan pak Raka yang menggandeng tangan Miska yang dikenal staf baru dikantor tersebut .
didalam lift Miska berbisik , udah dong Raka lepasin tangan aku, aku malu diliatin orang-orang . "ucap Miska berbisik
biarin ,biar mereka tau kamu pacar aku . "ucap Raka enteng
Iyah tapi mereka jadi bergosip mengira ngira yang tidak benar tentangku . "kata Miska terus berbisik ditelinga Raka
kamu gausah khawatir, aku akan membuat mereka merasa ucapannya tidak benar . "ujar Raka meyakinkan
Miska terdiam tidak membantah lagi, sampai suara lift berbunyi di lantai tempat ruang kerja Raka . karna perbedaan 2 lantai antara ruang kerja Raka dan Miska membuat Raka keluar lift lebih dulu .
byeeee, aku duluan yah sayang . "ucapnya keras
Miska hanya membalas senyuman lebar Karna malu Raka memanggilnya sayang didepan beberapa staf yang berada dilift, merekapun terkejut .
__ADS_1
selama ini mereka hanya menebak nebak hubungan Raka dan Miska .
"Miska kan ngerebut Raka dari Mita .
"anak baru aja udh berani deketin atasan disini
"palingan Miska terus menggoda pak Raka
"mungkin pak Raka cuma anggap temen, Miska aja yg kepedean .
dan BLA BLA BLA tuduhan mereka .
lift berhenti, dan Miska segera keluar lift dan berjalan menuju ruangannya ..
dilihatnya Mita yang sudah berada dimeja kerjanya, mita tidak mengetahui perencanaan kemarin . kesepakatan keluarga untuk segera melangsungkan pernikahan Miska dan Raka bulan depan .
Miska berniat memberitahu mita hari ini dijam makan siang .
heyyy kamu kemarin kenapa?ga masuk kerja , terus plg kerja aku kekost kamunya ga ada . "tanya Mita yang melihat Miska baru datang
Iyah kemarin aku sakit saat dijogja , aku kemarin pulang ke Jogja nengok ibu disana ."jawab Miska
emmm "gumam Mita sambil menganggukkan kepala
ehh, nanti makan siang bareng yuuk . "ucap Miska
okedeh . "jawab Mita
pekerjaan hari ini cukup banyak, karna kemarin Miska tidak masuk . pekerjaannya menumpuk , untungnya Miska staf yang cerdas yang bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat .
__ADS_1