Cinta Sofia

Cinta Sofia
Bab 21 Mendapat Tempat Tinggal Baru


__ADS_3

Wisnu terus menyusuri jalanan komplek, dia berusaha mencari keberadaan Sofia di sana. Namun setelah berkeliling, firasatnya mengatakan bahwa Sofia tidak berada dekat di komplek itu.



Wisnu memutar otak kemana kira-kira Sofia pergi. Kalau pulang ke Prabumulih sepertinya tidak mungkin sebab mertuanya sama sekali tidak menghubungi menanyakan Sofia atau apapun. Wisnu menduga bahwa Sofia pergi ke rumah Dara di Cikarang. Tapi rasanya tidak mungkin, sebab jika kedatangan Sofia, Dara sudah pasti menghubunginya dan memberitahunya tentang keberadaan Sofia di sana.



"Sofia, kamu kemana? Kenapa kamu langsung pergi? Tidak tahukah kamu aku cuma mengujimu supaya kamu tidak lagi membuka rahasiaku tentang cinta masa laluku pada Dara," bisik Wisnu resah. Dia semakin bingung setelah nomer Sofia sama sekali tidak bisa dihubungi, otomatis dia tidak bisa melacak di mana keberadaan Sofia.



Tiba-tiba saat Wisnu sedang bingung, telepon WAnya berbunyi. Saat dilihat ternyata dari Mamak mertuanya. Sejenak Wisnu bingung untuk mengangkat telepon itu. Bagaimana jika mertuanya itu menanyakan Sofia, dia harus menjawab apa?



Bunyi panggilan WA itu berhenti, mungkin Mamak bosan karena lama tidak diangkat. Namun beberapa saat kemudian, pesan WA masuk dan Wisnu segera membacanya. Rupanya masih dari Mamak mertuanya.



"Assalamualaikum! Apa kabar mantu Mamak dan Sofia? Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT. Ngomong-ngomong HP Sofia kenapa tidak aktif sudah beberapa hari? Mamak sampai kesal menghubungi beberapa kali, tapi tidak aktif terus. Nanti jika sudah aktif, segera hubungi Mamak."



Sejenak Wisnu termenung setelah membaca pesan WA dari mertuanya itu. Wisnu bingung harus menjawab apa tentang Sofia. Dia tidak mungkin menceritakan yang sesungguhnya pada mertuanya kalau Sofia pergi meninggalkan rumah. Terlebih mertuanya meminta Sofia untuk menghubunginya segera, alasan apa yang harus dia katakan pada mertuanya itu.



"Waalaikumsalam, Mak. Kabar kami Alhamdulillah baik. Kebetulan HP Sofia sedang mengalami kerusakan Mak, jadi sudah beberapa hari memang tidak bisa dihubungi. Mamak kalau mau WA, ke nomer Wisnu saja."

__ADS_1



Balasan Wisnu jelas bohong, dia hanya mengarang cerita tentang keadaan HP Sofia yang rusak. Wisnu terpaksa berbohong pada mertuanya untuk menutupi kejadian yang sesungguhnya.



"*Maafkan Wisnu, Mak. Wisnu terpaksa* *berbohong. Wisnu salah karena telah membuat* *Sofia pergi*," katanya dalam hati dengan wajah yang semakin bingung dan resah terhadap Sofia.



"Sofia, di manakah kamu? Kenapa kamu pergi, katanya kamu mencintai aku, tapi hanya karena aku mengujimu dengan sikapku yang egois seperti ini, kamu tidak bisa bertahan. Bagaimana kamu bisa meraih hati aku jika begini saja kamu sudah pergi menjauh?" gumannya lagi semakin dilanda bingung.



Setelah Wisnu merasa yakin bahwa keberadaan Sofia bukan di Prabumulih, kini dia semakin kebingungan akan keberadaan Sofia. Wisnu juga bingung dengan keselamatan Sofia.


"Apakah Sofia masih berada di sekitaran Bandung? Tapi rasanya tidak mungkin, sebab di Bandung ini Sofia tidak memiliki teman setahuku." Wisnu kembali berbicara sendiri memikirkan tentang Sofia.



Sementara itu Sofia yang kini sedang berada di sebuah tempat, sedikit merasa tenang setelah pergi meninggalkan Wisnu. Sofia rupanya masih berada di kota yang tidak jauh dari kotanya Wisnu tinggal. Dia kini berada di kota Cimahi yang tempatnya berdekatan dengan markas tentara. Walaupun yang ditemui Sofia bukanlah Wisnu, namun Sofia kadang terkejut ketika melihat atau berpapasan dengan anggota TNI yang masih berpakaian dinas. Sepertinya Sofia mengalami trauma.



Beruntung saat Sofia buntu harus pergi kemana, Sofia rupanya punya sahabat semasa kecil yang kini tinggal di Jawa Barat, tepatnya kota Cimahi. **Syaina**, sahabatnya terpaksa harus pindah dari kampung halamannya karena mengikuti Ayahnya yang dipindah tugaskan ke sebuah RS Besar di daerah Cimahi, sebagai salah satu staff yang memegang jabatan penting RS tersebut.



"Sof, sepertinya kalau kamu tinggal di sini tidak akan aman lagi. Aku takut kamu malah ketahuan suami kamu atau orang dekat suami kamu yang tidak sengaja melihat kamu lalu mereka melaporkan keberadaan kamu pada suamimu," jelas Syaina membuat Sofia menjadi khawatir. Terlebih untuk waktu dekat ini dia belum siap ketemu Wisnu. Sofia termenung mengenang nasibnya jika dia tidak tinggal di rumah sahabat masa kecilnya ini, lantas mencari kontrakan yang aman di mana untuk dia tinggal setelah keluar dari rumah sahabatnya ini?

__ADS_1



"Kamu jangan risau, Sof. Kalau bukan karena aku akan menikah dalam waktu dekat, aku tidak keberatan kamu tinggal di sini sesukamu, lagipula Ibu sama Bapak aku tidak keberatan kamu tinggal di sini. Tapi aku ada tempat yang menurutku lebih aman untuk kamu tinggal." Sejenak Syaina menjeda ucapannya. Sofia sedikit berseri mendengar ucapan Syaina barusan. Tidak apa-apa dia untuk beberapa bulan ini ngontrak rumah, tabungan dalam rekeningnya masih lumayan cukup untuk hidup dia beberapa bulan ngontrak.



Tapi sekarang Sofia tengah hamil, apakah Sofia sanggup untuk bertahan? Sofia berharap kehamilannya ini tidak rewel atau mengalami morning sickness. Tapi sejauh ini, kehamilannya tidak mengalami mual muntah yang berat. Cuma saat pagi saja sedikit mual, untuk mengantisipasinya Sofia selalu menyeduh madu dan perasan lemon, seketika rasa mualnya hilang.



"Kamu tenang saja Sof, aku ada rumah yang aku sewa setahun ke depan dan udah kubayar full. Aku tinggal karena sibuk menyiapkan urusan pernikahan aku bersama calon suami aku. Sayang banget kalau dikosongkan begitu saja, apalagi duitnya tidak bisa diambil lagi. Nah, untuk itu daripada rumah itu kosong, lebih baik kamu tempati saja, lumayan lho masih ada sisa delapan bulan lagi," terang Syaina membuat Sofia gembira seketika.



"Iya, Sya aku maulah nempati rumah kontrakan kamu. Biar saja sisanya aku bayar ke kamu saja, hitung-hitung aku yang ngontrak ke kamu," sambut Sofia berbinar.



"Tidak, aku memberi tumpangan sama kamu gratis kok. Kamu tempati saja. Dalamnya sudah ada kompor dan perabot dan satu dipan. Lagipula tempatnya enak kok, tidak banyak ibu-ibu tukang ngumpul sebab tetangga sebelah kiri maupun kanan kontrakan mereka kebanyakan pekerja pabrik dan pedagang kain di pasar. Jadi mereka jarang ada di rumahnya. Tapi tenang saja, pemilik kontrakan sangat baik kok. Kalau kamu ada keperluan minta tolong saja pada mereka. Ke warung juga dekat, sebab pemilik kontrakan jualan juga," jelas Syaina panjang lebar.



"Iya aku mau Sya, aku mau nempati rumah kontrakan kamu itu. Terimakasih sebelumnya, ya, Sya. Tapi ngomong-ngomong tempatnya di daerah mana?"



"Tempatnya di Soreang, jaraknya cuma satu jam setengah dari sini, tapi di sana bukan kawasan yang banyak markas TNInya, jadi kamu sedikit aman dari rasa trauma bertemu dengan aparat berseragam untuk sementara," jelas Syaina membuat Sofia merasa tenang.


__ADS_1


Sore itupun Sofia diantar Syaina ke rumah kontrakan yang akan ditempati sementara oleh Sofia.


__ADS_2