Cinta Sofia

Cinta Sofia
Bab 28 Perubahan Wisnu


__ADS_3

Wisnu antusias mendengar berita kehamilan Sofia. Dia sepertinya sangat bahagia menyambut kehadiran bayi yang dikandung Sofia. Berkah kedatangan mertua sepertinya yang membuat Wisnu berubah secara signifikan. Namun memang pada dasarnya Wisnu memang lelaki yang tepat janji, apa yang dia janjikan pada kedua orang tua Sofia bahwa dia akan berusaha mencintai Sofia rupanya kini mulai dibuktikannya.



"*Aku belum sepenuhnya mencintai Sofia secepat ini, namun aku akan berusaha menghargai perjuangan dan pengorbanan Sofia mencintai aku. Terlebih kini Sofia tengah hamil anakku, maka rasa cinta itu ku berharap perlahan-lahan akan hadir dan sepenuhnya untuk Sofia. Dan aku akan berusaha mengubur dalam-dalam cintaku untuk Dara*, " Wisnu membatin dengan harapan besar di dadanya.



"A, boleh ya, Sofia buka praktek Bidan di rumah ini?" pinta Sofia suatu hari. Wisnu yang mendengar permintaan Sofia diam dan tidak menyahut. Dia hanya sibuk memainkan Hp dan ngetik sesuatu.



Sofia menatap ragu pada Wisnu yang kini hanya fokus pada Hpnya tanpa menggubris pertanyaan Sofia. "Kalau Aa tidak mengijinkan, Sofia tidak apa-apa," ujar Sofia seraya berdiri hendak keluar kamar.


__ADS_1


"Sofia," panggil Wisnu menghentikan langkah Sofia. Sofia menoleh dan menatap punggung Wisnu. "Aku bukan tidak mengijinkan untuk saat ini, tapi saat ini kamu sedang hamil, aku mau kamu fokus dulu pada kehamilanmu. Aku tidak ingin terjadi apa-apa pada kehamilanmu." Wisnu memberikan alasan yang memang masuk akal buat Sofia.



Sofia diam mendengar keputusan Wisnu. Dia sudah bisa menebak apa yang akan Wisnu katakan.



"Aku tidak melarangmu sepenuhnya, tapi untuk saat ini aku belum mau memberimu ijin. Aku memberimu ijin tapi nanti setelah melahirkan dan kamu benar-benar menunjukkan tanggung jawabmu sebagai seorang ibu," tukas Wisnu memberi pengertian pada Sofia.




"Untuk sekarang, aku mau kamu patuh akan perintah aku, demi kebaikan kamu. Kamu paham kan, Sof?" ujar Wisnu. Sofia mengangguk cepat dan meraih tangan Wisnu dan menciumnya.

__ADS_1



Untuk meraih cinta Wisnu m, Sofia akan berusaha mematuhi kemauan Wisnu selama itu baik untuknya.



Empat bulan kemudian, perut Sofia mulai terlihat membuncit. Sofia mematut diri di depan cermin dengan senyum merekah di bibirnya. Dia melihat perubahan cukup drastis pada dirinya dan perubahan pada Wisnu suaminya. Semakin perutnya besar, Wisnu semakin perhatian. Sofia kini tahu cara menaklukan Wisnu, yakni dengan mematuhi dan menuruti kemauan Wisnu. Sofia juga berusaha lembut memperlakukan Wisnu.



"Bagaimana sekarang perubahan suamimu, Sof, apakah memperlihatkan perubahan yang baik?" tanya Mamak suatu kali.


"Alhamdulillah, Mak. A Wisnu kini sudah memperlihatkan kasih sayangnya dari hari ke hari."


"Syukurlah, itu berkat usahamu Sof. Dan Mamak yakin jika kesabaranmu akan berbuah kebaikan. Nak Wisnu akan mencintaimu sepenuhnya, karena Mamak tahu Nak Wisnu itu sebetulnya orang yang tidak pernah ingkar janji. Anggaplah hal kemarin itu ujian menuju kelulusan. Dan akhirnya hasilnya mulai terlihat, kau akan meraih kelulusan dan nilai yang baik yang akan kau capai, Sof," ujar Mamak.

__ADS_1



Sofia membenarkan ucapan Mamaknya di pesan WA suatu kali. Dan kini Wisnu memang benar-benar menunjukkan perubahan yang lebih baik.


__ADS_2