Cinta Sofia

Cinta Sofia
Bab 24 Kedatangan Mertua dan Kesungguhan Wisnu


__ADS_3

Kedatangan Pak Amar dan Mamaknya Sofia dari Palembang, disambut bahagia oleh Wisnu. Meskipun dalam hatinya menyimpan resah akan sikap kedua orang tua Sofia yang pastinya akan terasa canggung akibat perlakuan Wisnu pada Sofia. Di sini yang sedikit dirasa berbeda oleh Wisnu adalah Mamak. Entah bawaannya atau memang benar sikapnya sedikit berubah imbas dari perlakuan Wisnu pada Sofia.



Mamak dan Pak Amar nampak lelah, Wisnu sudah sigap menyiapkan kamar untuk mertuanya. Kamar yang berada di lantai bawah yang jarang ditempati itu, kini bersih, rapi, dan wangi setelah Wisnu menyiapkan. Wisnu nampak total dalam melayani mertuanya.



Setiap pagi sebelum pergi berdinas, Wisnu selalu menyiapkan teh dan kopi buat Pak Amar serta kue kecil sebagai camilan. Bahkan siang hari saat jam istirahat, Wisnu sengaja pulang dulu membeli lauk nasi untuk makan mertuanya.



"Tidak perlu beli lauk nasi, Mamak bisa masak sendiri. Biarkan Mamak juga masak buat Nak Wisnu, bahan masakan juga sudah ada di kulkas," sela Mamak menyayangkan Wisnu yang sudah dua kali membeli lauk nasi untuk mereka makan.



"Tidak apa-apa, Mak. Lagipula Wisnu bingung harus masak kesukaan Mamak sama Bapak apa, sedangkan Wisnu sibuk bekerja," tukas Wisnu memberi alasan.



"Tidak apa-apa Nak, jangan repot-repot atau sungkan, kami apa adanya yang sudah ada di kulkas ini. Biarlah Mamak akan masak sendiri bahan masakan yang ada di kulkas," kilah Mamak.



Perdebatan kecil itu menjadi sebuah penilaian sendiri bagi Mamak dan Pak Amar, Mamak melihat kesungguhan di mata Wisnu. Dan betapa susah payahnya Wisnu saat ditinggalkan Sofia.



Malam ini, Bu Endah dan Pak Malik bertandang ke rumah Wisnu. Tentunya akan membicarakan masalah yang menimpa Wisnu dan kepergian Sofia. Kedua orang tua baik orang tua Wisnu maupun orang tua Sofia, di sini sepertinya akan membahas bagaimana kelanjutan hubungan rumah tangga anak-anaknya ke depannya.


__ADS_1


"Kita malam ini sengaja berkumpul di sini atas inisiatif kita sendiri, yang mana ada beberapa hal yang mungkin bisa diselesaikan dengan baik, mengenai hubungan rumah tangga anak menantu kita, setelah pembicaraan kita di sini, malam ini," cetus Pak Amar membuka obrolan.



"Bagaimana Nak Wisnu, apakah rumah tangga Nak Wisnu dengan Sofia kira-kiranya bisa diperbaiki atau sebaliknya?" Pak Amar menatap tajam ke arah Wisnu yang sudah sigap sejak tadi.



"Besar harapan Wisnu, Pak. Wisnu masih akan berjuang untuk rumah tangga ini. Namun untuk saat ini Wisnu minta maaf, sebab Wisnu belum bisa menemukan Sofi dan mengajaknya kembali," ujarnya menyesal. Tatapannya yang menunduk menandakan betapa dia tidak berguna jadi seorang suami bagi Sofia.



"Apa usaha Nak Wisnu selama ini, selama Sofia pergi?" sambung Pak Amar. Wisnu langsung terhenyak, dadanya juga seakan sesak mendengar pertanyaan sederhana itu, namun baginya sangat menghujam jantungnya. Perlahan Wisnu mendongak dan mulai berbicara.



"Wisnu sudah mencari Sofia semampu Wisnu, tiap hari bahkan Wisnu menyebar informasi pada teman-teman dekat Wisnu supaya mereka memberikan kabar tentang keberadaan Sofia. Namun usaha Wisnu belum menemukan hasil yang maksimal. Wisnu belum mampu menemukan Sofia. Wisnu minta maaf," ucap Wisnu sedih dan terdengar sangat menyesal.




"Insya Allah, Pak, Wisnu akan jalankan amanah dari Bapak dan Mamak untuk menjaga dan mencintai Sofia sepenuh hati Wisnu. Sekarang Wisnu akan berusaha mencari Sofia, atau kalau perlu Wisnu akan menyewa intel untuk melacak keberadaan Sofia," tandas Wisnu. Pak Amar, Mamak, maupun Bu Endah dan Pak Malik saling pandang untuk beberapa detik. Kelihatannya mereka resah setelah mendengar ucapan Wisnu barusan. Jika Wisnu menyewa intel, keberadaan Sofia tentu akan mudah terlacak, terlebih Sofia masih berada di sekitar kota di Jawa Barat ini.



"Bagaimana ini Pak Malik dan Bu Endah, jika Nak Wisnu mau menyewa intel, maka keberadaan Sofia akan mudah terlacak? Apakah memang ini saatnya Sofia muncul? Biarkan dia kembali pulang. Lagipula Nak Wisnu sudah menunjukan itikad baiknya." Pak Amar menyampaikan sedikit keresahannya pada Pak Malik akan tindakan Wisnu yang ingin menyewa intel untuk mencari Sofia, ketika mereka mengunjungi rumah besannya.



"Tidak usah takut Pak Amar. Kita atur saja Nak Sofia pulang setelah kalian kembali. Kami berjanji apapun yang terjadi pada Sofia, kami akan memantau apa-apa yang dilakukan Wisnu pada Sofia. Tapi, kalian jangan khawatir, omongan Wisnu bisa dipegang. Sebab setahu kami, Wisnu orang yang sangat disiplin dan orang yang tidak pernah ingkar janji," yakin Pak Malik meredakan kegelisahan hati Pak Amar tentang anaknya.

__ADS_1



Atas kesepakatan orang tua kedua belah pihak, akhirnya mereka sepakat akan menyuruh Sofia pulang. Tentunya kepulangan Sofia ke rumah Wisnu, setelah Pak Amar dan Mamak kembali ke Prabumulih.



Malam ini adalah malam terakhir orang tua Sofia berada di rumah Wisnu. Seperti biasa Wisnu masih sama melayani mertuanya dengan sangat baik. Ini jelas sebuah poin penting bagi Pak Amar dan Mamak untuk tetap mempercayakan Sofia pada Wisnu.



"Nak Wisnu, besok kami harus pulang. Untuk itu kami mengingatkan, jika Sofia kembali maka Nak Wisnu akan menjalankan amanah dari kami pada Nak Wisnu untuk dijalankan dengan sebaik-baiknya." Wisnu mengangguk menyanggupi apa yang diamanahkan orang tua Sofia. Dan sekarang dia harus bersungguh-sungguh mencari Sofia.



Besok tiba, Pak Amar dan Mamak bersiap akan pulang. Wisnu dengan sigap mengantar kepulangan kedua mertuanya ke Bandara Husen Sastranegara, Bandung.



Namun sebelum Wisnu beranjak dari depan rumahnya menjalankan mobilnya. Pesan masuk dari seseorang yang menurutnya sangat penting, masuk. Wisnu tersenyum gembira sebab pesan WA yang masuk rupanya suatu kabar yang membuatnya bahagia.



"Sofia sudah ditemukan Bu, Sofia aman di sebuah tempat. Dan nanti setelah saya mengantar Mamak dan Bapak ke bandara, saya akan langsung menjemput Sofia."



Mendengar berita baik itu, Mamak maupun Pak Amar sama-sama tersentak. Sebab mereka memang sudah mengetahui keberadaan Sofia. Kedatangan mereka ke Bandung hanyalah untuk melihat kesungguhan Wisnu atas hubungan rumah tangganya bersama Sofia.



Pak Amar dan Mamakpun berhasil Wisnu antar sampai bandara. Sementara Wisnu bertolak dan melajukan Jeepnya ke alamat yang dikatakan taman intelnya itu.

__ADS_1


__ADS_2