Cinta Sofia

Cinta Sofia
Bab 22 Kesedihan Wisnu dan Mimpi Sofia


__ADS_3

Sudah hampir satu minggu Wisnu mencari Sofia. Wisnu benar-benar menyesal telah berbuat kasar dan tidak peduli pada Sofia. Sebenarnya dalam hati kecilnya tidak pernah terbersit perpisahan sedikitpun. Wisnu tipe setia, jika hatinya belum terbuka dengan yang lain, maka dia tidak akan gampang menerima cinta yang baru.



Wisnu pikir Sofia akan bertahan, akan tetapi Sofia pergi dan menyerah dengan semua sikap Wisnu. Salahnya sendiri, kenapa dulu mau menerima perjodohan ini hanya karena dicomblang oleh Dara dan tentu saja Ibunya sendiri. Namun disebalik itu, alasan yang paling kuat adalah karena menghindari perjodohan dengan Jeny anaknya Pak Akbar. Mungkin itulah kronologis Wisnu terpaksa menerima perjodohan hasil comblang dengan Sofia.



Namun hati kecilnya terbersit asa, karena Dara sudah tidak bisa dia miliki lagi, Wisnu berharap Sofia bisa merebut hatinya dan Wisnu bisa melupakan cinta pertamanya. Akan tetapi Sofia malah pergi disaat Wisnu masih terkenang cinta pertamanya. Siapakah yang patut dipersalahkan di sini? Wisnu sadar ini jalan Tuhan. Tapi, dirinya belum bisa melalui takdir Tuhan ini dengan jalan lurus menerima Sofia begitu saja dengan lapang dada tanpa ganjalan tentang cerita cinta pertama dimasa lalunya yang masih terkenang.



\*\*\*\*\*\*\* lelah, risau campur bingung terdengar di ruang tamunya. Kini Wisnu sering betah duduk diam di sana, memikirkan Sofia. "Sofia, andai saja kamu mau bertahan, mungkin aku tidak akan sesedih dan sekhawatir ini. Katanya kamu mencintai aku, tapi mana bukti perjuangan kamu untuk mendapatkan hati aku? Kamu malah bikin aku risau dan khawatir. Lantas apa yang harus aku katakan pada Mamak dan Bapakmu di Prabumulih? Sungguh aku bingung Sof. Pulanglah jika kamu masih mencintai aku." Wisnu berguman dalam kebingungan.



Di kantor, Wisnu nampak murung, hal ini dicurigai teman-teman satu ruangannya. Mereka mencandai Wisnu dengan segala guyonan. PMSlah, tidak dikasih jatah, dan masih banyak lagi guyonan lain yang tidak mampu membuat Wisnu tertawa seperti biasanya. Dia malah semakin sedih dan murung, bahkan Wisnu kini terlihat seperti sakit, kadang ke kamar mandi karena merasakan perutnya yang tiba-tiba mual.



"Wahhh, jangan-jangan Om Wisnu lagi ngidam nih, kok mual-mual?" guyon salah satu Ibu PNS yang usianya paling tua di sana bahkan sebentar lagi pensiun itu, diiringi tawa renyah.


"Ahh, Ibu bisa saja. Istri saya belum hamil kok," kelit Wisnu sesaat setelah keluar dari toilet.


"Bang, sini sebentar!" tarik salah satu teman sekantornya namun beda ruangan membawa Wisnu ke taman samping ruangan. Wisnu merasa heran dengan gelagat salah satu temannya ini, soalnya dia yang sering memberi informasi tentang apa saja, termasuk gosip si ini si itu pacaran dia selalu tahu dan up date. Namun Wisnu tidak curiga bahwa temannya yang bernama **Serka Yana** ini akan menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan keberadaan Sofia.

__ADS_1



"Ada hal apa sih, Yan, seperti penting amat?" Wisnu penasaran.


"Bang kamu jujur deh, kamu tidak sedang ada masalah sama istri kamu, kan?" todong Serka Yana menaruh curiga. Wisnu mengerutkan kening tidak paham.


"Maksudnya?"


"Kemarin, **Serka Rahim** melihat istrimu di perumahan Sanjaya, Cimahi. Tapi anehnya pas melihat ke arah Rahim, istrimu seperti ketakutan dan berjalan cepat menyamai langkah temannya," ujar Serka Yana memberi tahu info yang tidak disangka-sangka Wisnu. Wisnu terkesima mendengar itu, sebenarnya dia ingin menyembunyikan masalah kepergian Sofia pada teman-teman sekantornya karena takut heboh. Karena Wisnu tahu, teman-teman sekantor terlebih satu ruangan jika mendapat gosip tentang teman-temannya, hebohnya sampai kemana-mana.



"Kamu tidak sedang mengalami masalah, kan, dengan istri kamu? Istri kamu aman, kan, di rumah?" lanjut Serka Yana mencecar dengan beberapa pertanyaan.




Namun kecurigaan Serka Yana teman satu kantornya terhadap keberadaan Sofia tadi, membuat Wisnu kepikiran sampai di rumah. Dengan segera dia menghubungi Rahim, padahal Rahim tidak termasuk salah satu teman yang Wisnu percaya untuk melaporkan keberadaan Sofia padanya. Dan laporan Serka Yana tadi tentang penemuan Rahim, rupanya mengingatkan Wisnu pada sosok Rahim yang bisa diandalkan. Dia salah satu teman yang solid yang bisa dipercaya. Maka dari itu Wisnu akan mencoba menghubunginya untuk menjadikan Rahim informan barunya lagi.



"Ok, siap Bang. Kemarin sih aku melihat bini abang ngegrab ke arah Soreang. Tapi aku tidak mengikuti. Coba Abang dari kemarin kasih info aku, mungkin saja aku bisa segera melacak dan mengetahui keberadaan bini Abang," lapor Rahim saat Wisnu bisa menghubunginya.


__ADS_1


"Terimakasih banyak Him, segera kasih info jika ada informasi terkait dengan istriku. Tapi kamu janji ya, jangan katakan hal ini pada yang lain," peringat Wisnu wanti-wanti. Rahim menyetujui lalu segera menutup panggilan teleponnya.



Sebulan berlalu, di tempat baru rupanya **Sofia** sudah memiliki pekerjaan. Kebetulan di dekat rumah kontrakannya ada klinik bersalin. Dua hari setelah kepindahan Sofia ke rumah kontrakan yang diberikan **Syaina** kepadanya, Sofia mencoba melamar pekerjaan di klinik bersalin tersebut. Dan beruntungnya langsung diterima sebab saat itu klinik tersebut kekurangan tenaga Bidan. Sofia senang banget bisa kembali bekerja, sebab ini merupakan pekerjaan yang sangat dinantikannya.



Subuh itu saat Sofia tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena mimpi yang membuatnya sangat sedih. Sofia bermimpi Wisnu memohon padanya untuk pulang sambil menangis. Juga dirinya yang disuruh bercerai dari Wisnu oleh kedua orang tuanya.



"Astaghfirullah, mimpi apa tadi? Apakah dalam kenyataannya A Wisnu mengharapkan Sofia kembali. Dan Mamak sama Bapak kenapa malah menyuruh kami pisah? Padahal sejujurnya aku masih mencintai A Wisnu." Sofia segera bangkit dan bermaksud ke kamar mandi dan berwudhu untuk menjalankan sholat malam memohon petunjuk dariNya dan memohon ketenangan lahir dan batinnya.



"Sof, sepertinya mimpi kamu itu suatu pertanda lho. Jangan-jangan suami kamu memang benar menunggu dan mencari kamu untuk mengajakmu pulang. Kamu tidak bisa sembunyi dari masalah terus. Mungpung kehamilanmu belum besar, kalian harus selesaikan masalah suami istri itu dengan baik sehingga bertemu solusi yang terbaik. Kalau perlu libatkan saja kedua orang tuamu untuk jadi penengah," usul Syaina saat Sofia memintanya datang ke kontrakan.



Sofia manggut memahami usul Syaina, namun dia masih bingung harus ambil keputusan seperti apa dulu. Apakah dia harus kembali pulang dengan sendirinya atau menunggu Wisnu menemukannya terlebih dahulu?



Sementara itu, Wisnu yang masih berusaha mencari Sofia baik lewat temannya maupun mencari sendiri keberadaan Sofia, kini terpaksa memberitahukan keadaan ini pada keluarga Sofia, karena Sofia yang tidak kunjung pulang.

__ADS_1



"Temukan Sofia, dan jika Sofia sudah kembali, apabila Nak Wisnu sudah tidak menginginkannya lagi, kami mohon kembalikan Sofia secara baik-baik." Kalimat permohonan dari Mamak mertuanya itu sungguh menyindir sekaligus menyakiti hati Wisnu. Sebab dalam hati kecilnya tidak terbersit sama sekali untuk berpisah dari Sofia.


__ADS_2