Cinta Sofia

Cinta Sofia
Bab 26 Sofia Pulang


__ADS_3

Sofia menyiapkan baju ke dalam kopernya. Kini dia bertekad akan pulang dan meraih hati dan cinta Wisnu. Benar kata Syaina, Wisnu yang kaku dan keras kepala hanya mampu diluluhkan dengan kesabarannya. Dan kini Sofia harus bisa dan berusaha meraihnya. Lagipula Sofia tadi melihat kesungguhan di mata Wisnu. Jadi kenapa harus egois dan meragukan kesungguhan Wisnu?



Selesai sudah Sofia menyiapkan pakaiannya dalam koper, kini Sofia harus memesan grab untuk pulang ke Lembang. Tiba-tiba sebelum pesanan grabnya terkirim, seseorang mengetuk pintu. Sofia sejenak terkejut dan berpikir keras siapa kira-kira yang bertamu siang hari begini.



Sofia beranjak mendekati pintu dan perlahan membukanya. Saat pintu mulai terluka lebar, Sofia sangat terkejut sekaligus senang. Wisnu berdiri gagah di mulut pintu membuat Sofia seketika senang. Namun rasa senangnya masih mampu dia tahan untuk tidak terlalu lepas kendali. Sofia berusaha menyembunyikan kebahagiaannya di balik sikap diamnya itu.



"Sofia, ayo pulang. Aku sudah tidak tahan tinggal di rumah sendirian," ungkap Wisnu seraya menarik tubuh Sofia ke dalam dekapannya. Sofia tergugu dia tidak berontak saat Wisnu menenggelamkan kepala Sofia di dadanya. Entah disadari atau tidak, Wisnu membelai rambut Sofia penuh rasa kasih sayang.


"Ayo, jangan menunda lagi," gertaknya membuat Sofia tersadar dari lamunannya.


Akhirnya mau tidak mau Sofia mengikuti apa yang Wisnu mau. Wisnu meraih tas koper Sofia, kemudian dia masukkan koper yang sudah berdiri di sana lalu dia masukkan ke dalam Jeepnya yang sudah berdiri gagah di depan rumah.

__ADS_1



Tidak ada yang bersuara di sepanjang jalan menuju kota Lembang ini. Wisnu fokus dengan kemudinya, Sofia juga fokus dengan pikirannya. Rasa ngantuk yang bergelayut lebih menguasai, sehingga lamat-lamat Sofia pun tertidur dalam buaian lajunya Jeep yang dikemudikan Wisnu.



Satu jam setengah perjalanan yang ditempuh Wisnu. Sofia masih nampak tertidur. Jeep telah terparkir dengan baik di depan halaman rumah. Sejenak Wisnu menatap Sofia dalam. Ada rasa yang aneh dalam diri Wisnu saat menatap dalam Sofia.




"Aa," sapanya.


"Kamu sudah bangun, aku mau pangku kamu tadinya. Tapi karena kamu bangun, ya, sudah kamu jalan saja ya, atau mau aku lanjutkan dipangkunya?" Wisnu menatap Sofia dan menunggu jawabannya. Sofia tersipu malu dia hanya bisa tersenyum dan menunduk.


__ADS_1


"Ayo, sepertinya kamu mau aku pangku." Dengan cepat tangan Wisnu meraih pinggang dan tubuh Sofia, lalu diangkatnya dari mobil dan dibawanya masuk ke dalam. Sofia merasa takut karena baru kali ini dia dipangku seperti ini oleh Wisnu.



"Aa, jangan, lepaskan. Sofia takut," jerit Sofia sembari memegang pinggang Wisnu kuat. Wisnu tidak menggubris, dia tetap berjalan bahkan kini mulai menaiki tangga. Wisnu sangat kuat dan tidak terlihat lelah, sampai di depan pintu kamar Wisnu masih belum melepaskan Sofia.



"Sampai," serunya seraya melepaskan dan membaringkan tubuh Sofia perlahan. Wisnu ikut berbaring di pinggirnya lalu mendekap Sofia dan menelungkupkan kepalanya di leher Sofia. Ini suatu hal manja yang baru Wisnu lakukan pada Sofia sepanjang pernikahan. Sofia diam menikmati tanpa mencegah atau menyingkirkan Wisnu.



Sofia menatap Wisnu dengan ujung matanya, rupanya Wisnu tertidur, mungkin rasa lelah dan ngantuk saat menyetir tadi membuat Wisnu begitu ngantuk. Tampan wajah Wisnu tidak berubah walaupun kurang lebih sebulan mereka berpisah.



Mungkinkah kedatangan kedua orang tuanya dan kepergian Sofia membuat Wisnu berubah? Seandainya itu benar, maka ini akan menjadi sebuah kebahagiaan baginya. Terlebih kini Sofia sedang mengandung, kabar kehamilannya dia harapkan bisa membuat Wisnu lebih perhatian dan menjadi kabar bahagia buat Wisnu.

__ADS_1


__ADS_2