Cinta Sofia

Cinta Sofia
Bab 23 Persekongkolan


__ADS_3

Wisnu sudah kebingungan harus mencari kemana lagi keberadaan Sofia. Sementara mertuanya di Prabumulih sudah tahu bahwa Sofia tidak berada bersama Wisnu.


Sementara Rahim, yang sempat melihat keberadaan Sofia di Cimahi, sampai saat ini tidak bisa harapkan, sebab belum satupun kabar darinya yang menginformasikan keberadaan Sofia di mana sekarang?


Wisnu pun hampir putus asa. Dia sedih dan bingung. Sementara pekerjaan dari Komandannya lebih menyita waktunya untuk fokus pada pekerjaan daripada mencari Sofia. \*\*\*\*\*\*\* lelah keluar dari mulutnya, seumpama harus seperti ini, sejak awal saja dia memutuskan supaya tidak menikah. Pernikahan akhirnya seakan menjadikan Wisnu sebuah beban dan tanggung jawab berat. Terlebih sekarang Sofia tidak tahu kemana rimbanya.



"Wisnu menyesal Bu menikah kalau akhirnya begini. Ibu dan Daralah yang menjerumuskan Wisnu ke dalam pernikahan yang tanpa cinta ini. Sofia juga, jika dia memang tidak bisa menerima sikap Wisnu kenapa juga dia mau antusias menerima Wisnu begitu saja, padahal dia sudah tahu bahwa Wisnu masih mencintai cinta pertama Wisnu di masa lalu. Tapi apa buktinya kini? Dia pergi dan menyerah, katanya dia akan merebut hati Wisnu, tapi nyatanya hanya segitu perjuangannya. Tahu begini, lebih baik Wisnu membujang seumur hidup daripada hidup dalam tekanan dan tuntutan," ujar Wisnu menyalahkan semua.



"Tentara itu hidup dalam sebuah tekanan, tetapi kalau di luar ketentaraan harus menghadapi lagi tekanan dan tuntutan, Wisnu rasanya tidak kuat Bu. Wisnu butuh perempuan yang lembut dan sabar. Setidaknya Sofia punya kebesaran hati menerima sikap Wisnu diawal pernikahan seperti ini, toh Wisnu bukan laki-laki pecundang yang mencari pelarian bersama perempuan lain. Salahnya sendiri, kenapa dia mesti nguping pembicaraan kita, pulang diam-diam tanpa kabar, apa itu istri yang baik? Itulah karena membantah, balasannya dia mendengar kabar dan fakta bahwa cinta masa lalu Wisnu adalah Dara," ucap Wisnu ngegas.



"Sudahlah A, sekarang tidak perlu saling menyalahkan lagi. Kita semua salah, bukan Ibu dan Dara saja yang salah. Aa maupun Sofia juga salah. Sekarang lebih baik introspeksi diri masing-masing saja. Ibu minta maaf jika semua ini membuat Aa menjadi tertekan. Kalau sudah seperti ini, lantas apa yang mau Aa lakukan?" respon Bu Endah mencoba meredakan emosi Wisnu.



"Wisnu masih mau mencari Sofia Bu, bagaimanapun dia masih tanggung jawab Wisnu. Tapi jika maunya dia begitu, Wisnu menyerah. Wisnu bukan laki-laki lebay yang harus menunggu satu masalah selesai bertele-tele tanpa penyelesaian, pekerjaan Wisnu bukan cuma mikirin atau mencari Sofia, tapi ada yang lebih penting, tugas negara," tukas Wisnu dingin. Bu Endah paham apa yang dikatakan anaknya itu, Wisnu sekarang ini sedang sibuk-sibuknya di kantor. Ditambah masalah raibnya Sofia, membuat dia semakin pusing.


__ADS_1


Bu Endah menatap kepergian Wisnu dengan nanar, keras kepala dan sikap dingin yang dimiliki Wisnu memang susah dia taklukan. Wisnu sejak kecil memang bukan tipe lelaki lebay, namun dia perhatian. Sekarang tinggal bagaimana caranya Bu Endah merayu Sofia supaya lebih mengalah.


***


Sofia duduk tertegun setelah mendapatkan telepon barusan dari mertuanya. Rupanya selama ini, Sofia masih berhubungan dengan Bu Endah mertuanya. Walaupun Sofia pergi, tapi dia tidak mau membuat mertuanya kepikiran, apalagi Bu Endah dan Pak Malik begitu sayang sama Sofia.



"Kamu yang sabar ya, Neng, tinggal Neng Sofi saja yang sekarang ambil sikap dan keputusan. Wisnu keras kepala, tapi ibu harap jangan dilawan dengan keras kepala lagi. Dia memang tipe setia tapi tidak lebay. Mungkin saja saat ini dia masih butuh waktu untuk melupakan Neng Dara dari dalam hatinya. Caranya dengan kelembutan dan kebesaran hati Neng Sofi, maka Insya Allah A Wisnu akan mencintai Neng Sofi sepenuhnya." Begitu pesan WA dari Bu Endah mertuanya, yang berusaha membesarkan hati Sofia dan memberi gambaran tentang bagaimana caranya Sofia bisa merebut hati Wisnu.



Sofia menyadari, mungkin dia juga salah. Sejak awal yang mencintai dalam rumah tangga ini adalah dirinya, Wisnu pernah terang-terangan mengatakan masih mencintai sosok cinta pertama di masa lalunya yang ternyata Dara. Tapi Sofia tidak peduli, dia malah lebih memaksakan rasa cintanya pada Wisnu tanpa memikirkan ke depannya. Dan setelah tahu bahwa sosok cinta masa lalunya Wisnu adalah Dara, Sofia jadi merasa sangat kecewa dan kadang terselip rasa marah dan benci pada Dara. Padahal di sini Dara tidak salah.




"Lantas apa rencana Ibu dan Mamak berikutnya, Bu?" tanya Sofia di pesan WA. Rupanya antara Sofia, Bu Endah dan Mamak sudah terjalin persekongkolan yang sengaja dirahasiakan dari Wisnu. Entah rencana apa yang akan mereka lakukan demi menghadapi Wisnu.



"Dengan A Wisnu berterus terang pada Mamak di Prabumulih, ini suatu sikap dan langkah yang bagus dari suami kamu. Yang mana dia lebih baik memilih jujur daripada dipendam terus. Untuk itu Ibu akan membiarkan Mamak datang ke sini. Dan kita lihat bagaimana reaksi Wisnu menyikapi Mamakmu," ujar Bu Endah memberi saran yang menurutnya adalah rencana yang bagus.

__ADS_1



"Sofia bagaimana bagusnya menurut Ibu saja. Tapi menurut Ibu, apakah Sofia perlu pulang sekarang?"



"Jangan dulu, biarkan Mamakmu dulu yang datang ke sini. Kita pantau bagaimana sikap suamimu. Ibu rasa Wisnu perlu diuji dulu oleh Mamakmu," ujar Bu Endah memberi usul. Sofia akhirnya setuju, terlebih dirinya memang perlu mendengar saran dari mertuanya itu.



"Baiklah Bu, Sofia patuhi saran dari Ibu. Nanti Ibu kasih kabar lagi pada Sofia ya," ujar Sofia mengirimkan pesan WA pamungkas untuk mertuanya.



Sementara itu Wisnu kini mendapatkan kabar bahwa mertuanya akan datang ke Bandung. Wisnu akan berusaha mempersiapkan diri untuk menghadapi mertuanya itu, sekalipun dirinya kena marah. Bagaimanapun juga Mamak adalah mertuanya, makanya dari itu seburuk apapun sikap Mamak padanya akan Wisnu terima. Wisnu akan lapang dada.



"Sofia, kamu di mana? Aku tahu aku salah dan egois. Tapi kenapa kamu tidak sabar dan pergi? Harusnya kamu buktikan saja bahwa kamu mencintai aku." Wisnu berguman seraya menatap wajah Sofia di layar Hp.



Siang yang cerah itu, Wisnu kini bermaksud menjemput Mamak dan Pak Amar di Bandara Husen. Sebab Mamak dan Pak Amar orang tuanya Sofia sudah terbang dari Palembang.

__ADS_1


__ADS_2