Cinta Sofia

Cinta Sofia
Bab 32 Bintang Frasya Wardana (Tamat)


__ADS_3

Suara tangisan bayi memenuhi seisi ruangan bersalin. Seketika rasa gembira membuncah dalam dada Wisnu, sementara Sofia tersenyum bahagia. Meskipun bahagia, karena kehilangan banyak tenaga, kondisi Sofia kini begitu lemah. Dokter segera menangani Sofia memasang infus di tangannya setelah membersihkan sisa persalinan.



Sementara bayi merah yang masih belum diberi nama itu, dibersihkan Suster dan dibebat dengan popok. Wisnu sudah bisa mendekati bayinya setelah bayi itu dimasukan ke dalam boks bayi oleh Dokter sebelum diinisiasi dini pada ibunya, karena kondisi Sofia yang masih lemah.



Bayi mungil dengan berat badan 2800 gram dan panjang 50 sentimeter ini begitu mirip Wisnu dari hidungnya dan bentuk wajahnya.



"Selamat Pak Wisnu, bayi Anda sangat sehat dan berjenis kelamin laki-laki," ujar Dokter Sharmila memberitahu. Sejak bayi keluar tadi dari perut Sofia, Dokter Sharmila baru memberitahu Wisnu mengenai jenis kelamin sang jabang bayi. Saat mendengar itu, alangkah bahagianya Wisnu. Kebahagiaannya sepertinya berkali-kali lipat. Sebab, selama ini dia lebih condong mengharapkan bayi pertamanya berjenis kelamin laki-laki. Kadang dalam diamnya, Wisnu sedang membayangkan sedang bermain dengan anak laki-laki pertamanya, meskipun dalam hal ini Wisnu menerima dengan ikhlas bayinya berjenis kelamin apa saja, yang penting sehat dan tidak kurang satu apapun.



"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah," ucap Wisnu penuh syukur dengan wajah yang masih dibalut was-was karena masih memikirkan Sofia yang masih lemah.



"Dok, bagaimana dengan istri saya, apakah kondisinya mulai membaik?" tanya Wisnu yang kini lebih khawatir pada kondisi Sofia yang tadi sangat lemah.



"Alhamdulillah kondisi istri Bapak mulai membaik setelah diberi cairan infus tadi. Sebentar lagi, bayi Bapak sudah mulai bisa diinisiasi dini pada \*\*\*\*\*\* ibunya," ujar Dokter Sharmila menjelaskan.

__ADS_1



"Ohhh, begitu, ya, Dok. Terimakasih atas penjelasannya."



Satu jam kemudian, bayi Sofia dan Wisnu sudah bisa dibawa ke ruangan perawatan menyusul Sofia yang lebih dulu di sana. Tiba di ruang perawatan, bayi mereka sudah mulai diinisiasi dini, sebab kondisi Sofia sudah membaik.



"A, akan diberi nama siapa bayi kita ini?" tanya Sofia pada Wisnu yang kini sudah berada di samping Sofia.


"Aa akan memberi nama Bintang Frasya Wardana. Yang kurang lebih artinya bintang atau benda langit yang indah serta suci," ucap Wisnu mengartikan nama sang bayi yang kini sudah memiliki nama yang indah.


Sofia tersenyum gembira mendengar penjelasan Wisnu. Nama bayinya menurutnya sangat bagus dengan arti yang bagus juga.



"Aa sudah jauh hari menyiapkan nama untuk bayi kita, entah itu bayi perempuan maupun bayi laki-laki," ujar Wisnu seraya menatap kedua bola mata Sofia. Dia begitu bahagia kini Sofia mulai pulih pasca lahiran.


Karena kondisi Sofia yang semakin pulih dan kondisi bayi juga sehat. Maka sore itu juga Sofia serta bayinya sudah bisa dibawa pulang. Alangkah bahagianya Dara dan Bu Endah menyambut kedatangan anggota keluarga baru di keluarganya.


**


Dua tahun kemudian, Bintang kini sudah mulai bisa berjalan dan makan-makanan MPASI. Bicaranya juga sudah mulai banyak kata yang diucapkan terlebih Papa dan Mama. Perkembangan Bintang sangat cepat dan terbilang cerdas. Semua itu sangat disyukuri Wisnu dan Sofia, terlebih Bintang bukan batita yang rewel. Sehingga dalam kesibukannya mengasuh anak yang kadang dibantu Bu Endah, kini Sofia memiliki kesibukan baru yaitu membuka praktek Bidan di rumahnya.

__ADS_1



Halaman samping rumah yang masih luas, kini dibangun untuk ruang kerja khusus Sofia sebagai Bidan. Karena kesibukannya bertambah, Sofia kini memperkerjakan seorang Asisten pengasuh anak. Saat Sofia ada pasien, baby Bintang untuk sementara dititip di Asisten pengasuh.



Lengkap sudah kebahagian Sofia kini. Memiliki suami yang tampan dan mencintainya juga anaknya, serta keinginannya membuka praktek Bidan di rumahnya tercapai, merupakan bentuk limpahan rezeki dari Yang Maha Kuasa yang tidak henti-hentinya dia syukuri.



"Terimakasih banyak, A, sudah mencintai Sofia dan anak kita. Juga Sofia berterimakasih karena Aa sudah mengijinkan Sofia buka praktek Bidan di rumah." Sofia berterimakasih pada Wisnu yang kini jadi senderannya di sela-sela santainya karena bayi Bintang sedang tertidur pulas di kamar.



Wisnu memeluk erat Sofia dengan kasih sayang. Dia kini merasa lengkap sudah kebahagiannya. Terbayang sudah jika dulu dia hanya memikirkan egonya saja, maka dipastikan kini dia tidak sebahagia ini. Dia bersyukur Sofia masih bersabar dan mampu bertahan dengan semua sikap Wisnu yang awalnya jauh dari kelembutan.



"Aku yang harusnya berterimakasih padamu, Sof. Karena kesabaranmu menghadapi sikap aku yang egois bisa mengantarkan kita pada titik di mana kita berdua sudah dipanggil Papa dan Mama," ucap Wisnu haru. Mereka berdua berpelukan sembari menatap bahagia ke arah baby Bintang yang tidur dengan lelap.



Pak Malik dan Bu Endah menatap bahagia kebahagiaan anak dan menantu serta cucunya. Mereka sangat bersyukur kini anak dan menantunya hidup rukun dan saling mencintai, terlebih kini kebahagiaanya bertambah dengan kehadiran baby Bintang Frasya Wardana.


Dan akhirnya kisah ini T A M A T

__ADS_1


Terimakasih untuk semua pembaca setia maupun sesama Author yang sudah mendukung karya saya. Nantikan lagi kisah lainnya di profil saya.


__ADS_2