
Aku merasa diriku seperti orang bodoh yang tidak bisa bergerak dari keadaan ini. Semampu mungkin aku mencoba untuk kuat dan berusaha untuk memikirkan jason. Tapi bagaimana mungkin mereka tega bermain dibelakangku.
David berusaha menghiburku.
"Hello nyonya deassy? "
Aku berusaha tegar menghadapi semua sendiri tapi aku tidak mampu. Aku datang kearah david dan memeluknya dengan erat.
Aku menangis sekeras mungkin dan david memeluku erat dan menguatkan ku.
"Sabar.... berhentilah....!! "
Aku masih menangis dan memeluk david dengan sangat erat.
"Aku rasa seperti tidak mengenalmu! "
David menguatkan ku kembali.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? "
"Lakukan lah yang kamu Mau! "
Aku melepas pelukan itu dan melihat david.
"Aku mau kamu menemaniku malam ini! "
David semakin bingung dan mencoba menenangkan aku lagi.
"Baiklah! "
"Kita akan kevilla ku yang ada di daerang pegadungan sekarang! "
Aku mencoba menghubungi bli adi untuk menyiapkan semua.
"Halo bli adi? "
"Siapkan semua aku mau kevilla itu Sekarang!!! "
__ADS_1
"Baik nyonya! "
Aku terdiam david mulai menatapku tajam.
Bagaimana mungkin aku membiarkan moment ini, David memelukku dan tatapannya semakin tajam. Aku sangat ingin menciumnya bahkan mencumbunya sekarang juga.
David masih menantapku dengan begitu tajam, memeluku dengan begitu lembut.
Aku sudah tidak tahan lagi!!
Aku mulai memegang leher david dan mulai menciumnya perlahan. David membalasnya dengan begitu mesra. Perlahan tapi pasti lidah ini saling membalas. David mulai melepas ciuman mesra ini.
"Kita akan pergi kemana? "
"Ke pagadungan! "
"Villamu yang kotor itu? "
"What do you mean? "
Aku tau david menyebunyikan sesuatu.
"Kamu tau? "
"Maybe..!! "
"Kenapa kaliam sangat tega dan tidak ada yang memberi tahu"
David menhentak jarinya kedahiku.
"Dasaaaar..... Aku rasa bos aku yang 1 ini memang bodoh! "
Aku memukul dadanya yang gagah itu dengan manja.
"Shuuuuuuut Up....!!! "
Aku tertawa sejenak karena celotehan david dan beberapa hal kecil yang dia lakukan untuk membuat ku senang.
__ADS_1
David melanjutkan perbincangan denganku dan tak mau melepaskan pelukan ini.
"Aku rasa aku akan menyusulmu! "
"Kenapa tidak berangkat bersama"
"Aku hanya menghargai seluruh staf tidak mungkin aku tidur dengan bos ku yang sudah memiliki suami! "
"Bagaimana dengan mu? "
"Ya aku akan menyusulmu?!"
"Bukan maksud ku bagaimana dengan keluarga mu? "
"Aku tidak mau membahasnya sekarang, yang aku ingin aku bicarakan hanya tentang kita sekarang! "
David melepaskan pelukan itu.
"Aku aku bersiap dulu"
"Yaaa i'm waiting u!! "
Aku mengantarkan david dan lagi lagi david menciumku dengan bergitu mesra.
"Bye.. i'm waiting u! "
Tuhan apa aku salah melakukan ini?. Bagaimana dengan jason? Apa dia merasakan hal yang sama dengan ku sebelum melakukan dengan wanita lain. Sekarang sudah tidak ada perasaan sama sekali dengan jason. Yang aku fikirkan hanya angel dan orang tuaku.
Bli adi sudah mempersiapkan semua.
"Nyonya semua sudah siap?"
"Baik bli! "
Aku memakai kacamata hitam untuk menutupi kesedihanku. Seluruh staf menghantar kepergianku. Sepertinya mereka memang merasakan kesedihanku. Aku seperti orang yang sangat sangat bodoh saat ini. Bagaimana mungkin banyak orang yang menyanyangiku tapi aku tidak merasakannya. Dan apalagi sekarang david semakin membuatku nyaman disini. Aku dan beberapa staff serta bodyguard ku menuju ke Villa tersebut.
Aku rasa memang sekarang waktunya aku rehat sejenak dari kejadian kejadian yang menimpahku ini. Lupakan sejenak aku akan memulainya!!!!!!
__ADS_1