
***Bahagia rasanya hal mustahil yang aku rasakan. Tapi, setelah kejadian ini aku rasa seperti tuhan ga adil.
"Cepat pulang mama mu meninggal***!! "
ayah memberikan pesan kepada ku. rasanya baru tadi aku bahagia. Sesegera mungkin aku pulang dan david bergegas. Staf ku dan beberapa bodyguard nampaknya daddy sudah menyiapkan.
"Sabar deas! "
David mendungkungku
"Bagaimana mungkin, mommy nampak sehat.. ya tuhan cobaan apa lagi ini"
"Sabar, mungkin tuhan mengujimu! "
Tibalah dan aku bergegas menemui mommy untuk terakhir kalinya. Aku hanya terdiam dan kaget melihat beberapa karangan bunga. Yang paling menyanyat hatiku ada karangan bunga dari 2 orang itu.
"Turut Berduka Cita Mommy"
"Dari anakmu JASON DAN STEVANI"
Aku marah dan sangat marah.
"kamu lihat itu david! bagaimana bisa dia dengan pede nya mengirimi karangan bunga itu"
Aku bergegas menyuruh beberapa staf untuk membersihkan karangan bunga itu.
"Pelayaaaaaaan!!!!!!!!! "
Aku teriak dengan penuh amarah.
"BERSIHKAN SEMUA KARANGAN BUNGA INI AKU TIDAK MAU ADA ORANG YANG MENGIRIMI INI!! BUANG SEMUA DAN JANGAN TERIMA"
Semua orang hanya terdiam melihat ku. David mencoba menenangkan aku. Hati ini begitu hancur melihatnya. Momy meninggal begitu cepat setelah aku bersih keras meninggalkannya untuk kesembuhan angel. Angel nampak tidak mengerti bahwa ibuku sudah meninggal. Angel memanggil, memeluk dan mencium ibuku.
"Granmod play again! "
Daddy hanya terdiam pasrah melihatnya. David selalu setia ada disampingku. Aku hanya ingin menyelasaikan semua masalah ini.
Aku harus kuat kasian daddy dan angel apalagi sekarang sudah ada david disampingku. Lebih baik aku meninggalkan semua kenangan ini dan mengubah hidup baruku. Aku harus melupakan semua.
Beberapa wartawan menghampiriku. Karena memang mommy adalah pemilik saham pertama untuk perusahan keluargaku.
"Nyonya deassy apakah benar ibu anda diracuni? "
"Bagaimana saham kedepan nyonya? "
"Anda adalah pewaris tahta Alfredo'grup, Bagaimana tanggapan anda? "
"Dimana tuan jason nyonya? "
"Apakah benar tuan Jason seligkuh? "
Aku sangat pusing dan berusaha meninggalkan tempat itu dan meninggalkan ini semua. Tapi tubuh ini tidak kuat dan aku pun terjatuh pingsan.
__ADS_1
"bruuuuuukkk"
tubuh ini sudah tidak sanggup.
Bagaimana bisa mereka berbicara seperti itu denganku?
Apa???
Diracun?
Selingkuh?
Mereka tau?
Hanya itu yang aku ingat dan aku pun segera dilarikam kerumah sakit. David begitu setiap mendampingiku.
"Sayanggggg mommy sudah bahagia sekarang!"
mommy memelukku dan membelai rambutku.
"Mommy tolong jangan tinggalkan aku!"
"Ayah bilang mommy ada dibalik ini semua? "
Mommy hanya tersenyum.
"Kamu akan tau apa yang sebenarnya terjadi! "
"Bagaimana bisa aku kuat menjalani ini, please mommy jangan tinggalkan aku! "
Lagi lagi mommy hanya tersenyum dan membelaiku.
"Jika sekarang kamu ikut aku, bagaimana dengan angel? "
mommy perlahan meninggalkan aku. Dengan kuat aku menghalanginya
"Mommy..... please mommy jangan tinggalkan aku!! "
"Mommy??? "
"Moooommm!!! "
Tiba tiba aku terbangun dari mimpi ini dan berusaha kuat. Ada david dan daddy disampingiku. Daddy menghampiriku.
"Deass,, are u okay? "
Aku kebingungan dengan ini semua dan mencoba untuk mengingatnya.
"Yes, daddy i'm fine! "
David berusaha menenangkanku.
"are u sure? "
__ADS_1
"Yeah, dav it's okay!"
"Dad, dimana angel? "
"Dia aman bersama onty sonia, untuk sementara kamu tidak perlu khawatir akan angel"
"Tolong jaga angel dad! "
Daddy dengan penuh rasa khawatir dengan ku.
Apa kah ucapan mommy itu benar atau daddy yang salah?
Aku rasa aku harus berhati hati lagi dengan nya. Untuk sementara sekarang hanya david yang aku percaya.
Daddy berusaha untuk menguatkan aku.
"Apa yang akan kamu lakukan nanti?"
"Aku belum memikirkan itu"
"Jika kamu butuh sesuatu katakan lah"
"Aku hanya ingin dad menjaga angel"
"Baiklah"
"Bagaimana dengan the alfredo?
Aku hanya terdiam.
Bagaimana bisa ayahku memikirkan saham itu yang memang benar ini adalah hak aku semua. Ada apa dengan dia. Aku harus mencari tau kebenarannya.
"Aku akan mengolahnya! "
"Kamu hanya sendiri sayang bagaimana kalau ayah yang mengolahnya"
Seumur aku hidup dengan daddy baru kali ini daddy meminta sesuatu dengan aku. Aku harus mencari tahu. Yaaa... harus!
Aku berusaha mengeluarkan senyum dan beberapa amarah.
"Dad u know? kuburan mommy saja belum kering bisa bisanya daddy berbicara seperti itu! "
Daddy gelisah mendengar perkataanku.
"Bukan.... bukam begitu maksud daddy sayang daddy hanya ingin membantumu"
Aku terdiam melihat tingkahnya.
"Aku rasa aku hanya ingin sendiri sekarang dan tolong jangan ganggu aku dengan pertanyaan menyebalkan! "
Daddy berusaha minta maaf dan anehnya dia sesegarah mungkin pergi setelah tau aku tidak akan memberikan saham itu.
"David tunggu aku hanya ingin kamu disampingku!!"
__ADS_1