Cinta Suci Seorang Santri

Cinta Suci Seorang Santri
•2


__ADS_3

Saat pagi hari semua santri disibukkan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan asrama kar"ena hari ini adalah hari minggu. Fatimah dan temannya diberikan tugas untuk membersihkan perpustakaan pesantren. Sedangkan Azka anak santri baru membantu Ustadz Ubay di perpustakaan. Tanpa sengaja Fatimah dan temannya bertemu dengan Ustadz Ubay dan Azka di perpustakaan.


"Assalamualaikum". Salam Fatimah, Alin, dan Rara bersmaan.


"Waalaikumsalam". Ustadz dan Azka Bersama.


"Eeh dek mau ngapain?". Tanya Ustadz Ubay.


"Itu bang ana sama Alin dan Rara ditugaskan untuk membersihkan perpustakaan". Jawab Fatimah.


"Ooh ya sudah, Fatimah tolong bereskan buku yang disana". Jelas Ustadz Ubay.


"Alin sama Rara sapu dan pel semua ruangan yah".


"Siap Ustadz". Jawab Alin dan Rara bersama dengan cengengesan.


"Ana dan Azka akan membersihkan sarang laba-laba. Ya sudah ayo semua dikerjakan".


Semua bergegas mengambil peralatan dan memulai tugasnya. Saat Ustadz dan Azka selesai mereka bergegas membantu Fatimah.


"Pe..... permirsi.... fatimah s... saya bantu yah". Dengan gugup Azka menawarkan bantuan.


"Boleh tolong letakkan buku yang sesuai sama judul yang tertera di rak yah". Kata Fatimah.


"Dek gimana udah selesai?". Tanya Ustadz Ubay.


"Sudah bang tinggal yang belakang sedikit".


"Biar ana aja ustadz". Terang Azka yang dijawab anggukan oleh Ustadz Ubay. Setelah Azka pergi Ustadz Ubay kembali kepada sang adik yang sedang beberes.


"Dek, gimana menurut kamu Azka orangnya?". Tanya sang abang dengan cengengesan.


"Abang apa-apaan sih".

__ADS_1


"Dia orangnya baik loh... abang ada rencana menjodohkan mu dengan Azka. Apalagi umurkalian juga sudah matang buat nikah".


"Bang aku ini masih ingin sekolah aku belum mau nikah abang yang udah kepala tiga aja belum nikah kenapa aku yang masih sekolah disuruh nikah cepat-cepat".


"Tapi kalau setuju gimana apa kamu mau buat abi sedih".


"Iiiih abang apaan sih kenapa nyangkutin abi aku kan belum mau nikah".


"Azka ini anak baik dia anak dari teman baiknya abi sekaligus donatur disini. Abang pikir dia anak yang bertanggung jawab dan ganteng, tapi abang juga nggak kalah ganteng".


"Iya aku tau kalau ayahnya donatur sini tapi aku belum mau nikah bang. Lagipula aku juga belum kenal lebih dekat dengan dia".


"Kalau dia suka sama kamu gimana?".


"Ndak mungkin lah bang dia kan baru kenal aku kemarin".


"Kata siapa dia kenal kamu baru kemarin dia kenal kamu udah lama sejak kamu masih kecil dia udah kenal kok".


"Maksud abang?".


"Jadi dia anak laki-laki itu bang?".


"Iya".


Fatimah terdiam akan penjelasan sang abang. Pasalnya dia juga sedang mencari-cari anak laki-laki itu ia adalah cinta pertama Fatimah. Tapi tak memungkiri Fatimah juga masih ingin sekolah. Jadi jika benar Azka suka sama Fatimah dia harus rela menunggu Fatimah lulus.


"Jadi dia anak itu, ya Allah apa tandanya ini. Setelah sekian lama aku menunggu untuk berkunjung lagi sekarang dia benar-benar datang". Terang Fatimah senang dalam hati.


****


Sisi lain Azka yang sedang membereskan buku melihat abang dan adiknya sedang membicarakan sesuatu.


"Apa yang mereka bicarakan yah kenapa hatiku berdebar". Katanya dalam hati.

__ADS_1


"Apa Fatimah mau menerima kenyataan kalau dia tau aku anak laki-laki yang selama ini menjadi sahabat kecilnya". Sambung Azka dalam hatinya.


"Sudah-sudah Azka kenapa kamu ngelantur kayak gini".


Setelah mereka membersihkan perpustakaan mereka kembali ke asrama masing-masing.


"Kalau gitu Fatimah sama teman-teman balik dulu yah Azka, Bang Ubay Assalamualaikum". Tutur Fatimah.


"Iya, Waalaikumsalam". Jawab keduanya bersamaan.


Setelah Fatimah dkk pergi Ustadz Ubay mengantarkan Azka ke asramanya.


"Azka gimana kamu udah coba buat bicara sama Fatim?". Tanya sang ustadz.


"Belum Ustadz saya takut Fatim nggak nerima saya". Azka dengan wajah lesunya.


"Masak kamu nyerah kamu kan udah suka sama Fatim sejak kecil sekarang kamu perjuangin dong cinta kamu ke Fatim".


"Iya Ustadz saya akan terus coba".


"Bagus gitu dong jangan nyerah jadi laki-laki itu harus siap patah hati. Tapi ana yakin sih kamu bakal di terima sama Fatim".


"Ustadz kok tau, jangan-jangan.....".


"Eeh... udah sampai nih kamu masuk gih beberes bentar lagi Dzuhur". Terang Ustadz memotong kata-kata Azka


"Ya sudah, saya masuk Ustadz Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


§~***Bersambung~§


Assalamualaikum temen-temen

__ADS_1


Makasih sebelumnya buat kalian yang terus dukung novel ini kalo ada masukan jangan sungkan buat komen. Jangan lupa buat jadiin Novel Cinta Suci Seorang Santri Favorit kalian tunggu Up selanjutnya makasih


Wassalamualaikum***...


__ADS_2