
*****
Di kantor.
Azka sedang pusing memikirkan masalah yang ada di kantor nya. Sedang kan karyawan nya membuat dia semakin pusing dan marah. Banyak sekali pekerjaan yang terlantar saat dia tinggal.
"Kenapa keuangan bulan ini sangat banyak?" Tanya Azka dengan nada marah.
Semua karyawan nya diam tak ada yang berani membantah perintah Azka. Azka terkenal dingin dan ke inginan nya tak bisa di bantah.
"Kenapa diam ayo jawab kenapa keuangan kita sangat banyak?" Azka dengan amarah nya sampai menggebrak meja kantor nya.
"Maaf pak i...i...iitu karena bahan-bahan yang kita gunakan harga nya naik."
"Baiklah saya akan cek ke toko yang men suplair bahan-bahan untuk kita. Kalian harus tetap disini untuk mendengar penjelasan suplayer kita."Azka yang mengambil handphone dan menelpon seseorang di seberang sana.
"Halo, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, Pak Azka ada apa?" Tanya supayer kebingungan.
"Iya saya mau menanyakan apa benar bahan-bahan yang di kirim kan dari toko anda harga nya naik sebesar____"
"Tidak pak karena Pak Azka adalah pelanggan setia kita memberi harga setia juga. Dan kami juga tidak ada penaikan sama sekali." Jelas seseorang seberang sana.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, terima kasih."
"Sama-sama pak" Jawab nya dengan ramah.
Semua karyawan nya ketakutan akan hal ini. Mereka juga tidak tau hal tentang ini.
"Mereka sudah menyelesai kan revisi dengan angka yang benar tetapi entah kenapa saat sampai di tangan Pak Azka angka-angka itu berubah. Apa ada yang menukar nya" Manajemen keuangan berunding dalam hati nya.
" Baiklah sekarang jelaskan kepada saya kenapa pengeluaran kita banyak?" Azka dengan sedikit marah.
"Pak izin saya mau bicara." Salah satu karyawan.
"Silahkan."
"Tapi semua ini benar dengan jumlah uang kantor kita. Atau jangan-jangan ada seseorang yang mengambil uang kantor dan mengganti angka-angka ini." Tanya Azka dengan tatapan menyelidik.
"Baiklah kalian boleh pergi. Saya akan menyelidiki nya." Lanjut Azka.
Azka kebingungan akan keadaan keuangan nya yang melonjak tinggi. Sedang kan sekretarisnya mengambil kesempatan untuk mendekati Azka. Dia memberi Azka segelas teh yang sudah ia campur dengan sebuah pil perangsang.
Tok tok tok
"Masuk." Teriak Azka dari ruangan nya.
__ADS_1
"Permisi pak saya bawakan teh."
"Saya tidak haus." Jawab Azka singkat. Namun sekretaris nya itu tak menyerah membujuk Azka untuk meminum teh itu.
"Sedikit saja pak saya sudah buat kan dengan susah payah. Karena saya tau bapak sedang pusing memikirkan keuangan kantor." Azka tak menghirau kan rayuan perempuan itu dia menyeruput teh sampai habis. Tak berapa lama kepala Azka berdenyut hingga sekretaris nya itu pun tak dia kenali. Azka mengira sekretaris nya adalah Fatimah istri nya.
"Sayang kamu ada di sini."
"Iya." jawab sekretaris Azka.
Tanpa pikir panjang Azka menarik nya kesebuah ruangan. Ruangan itu adalah temoat istirahat untuk nya.
Azka yang belum sadar. Dia memeluk Fatimah (Sekretaris Azka). Dengan tidak sadar dia telah menyentuh sekretaris nya itu. Azka yang terbangun melihat sekretaris nya berada di tempat tidur bersama nya ia langsung memakai pakaian nya dan mencari Fatimah.
"Kenapa kamu ada disini?Mana Istri ku?"
"Bapak kan yang memaksa saya berbuat itu. Bapak yang duluan beebuat itu pada saya. Tapi pak bapak menyebut istri?Siapa pak?"
§~***Bersambung~§
Mau tau kelanjutan nya?Tunggu eps selanjutnya yah....
Makasih buat kalian yang selalu dukung novel ini jangan lupa buat vote dan sebarkan ke temen-temen kaliaan....
__ADS_1
Makasih❤***