
Setelah selesai melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah semua santri dipersilahkan untuk istirahat. Semua santri istirahat kecuali Azka yang langsung pergi menemui Ustadz Ubay untuk belajar ngaji.
"Assalamualaikum ustadz."
"Waalaikumsalam, Azka ada apa kenapa ndak istirahat."
"Ustadz saya mau belajar ngaji."
"Ooh iya masuk dulu."
"Iya ustadz." Azka sambil melangkah masuk.
"Duduk dulu Ka ana mau ambil kitab dulu."
"Iya ustadz."
Sambil menunggu ustadz Azka membuka dan belajar membaca kitabnya sedikit-sedikit.Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
"Assalamualaikum bang Ubay." Fatimah berteriak memanggil Ustadz Ubay.
"Waalaikumsalam, ada apa sih dek teriak-teriak abang masih punya telinga kali." Jawab Ustadz Ubay.
"Iyaya bang maaf, gawat ini A....Alin baang...... " Fatima memotong peekataannya.
"Alin kenapa dek bicara sing jelas to jangan dipotong-potong kayak gitu." Tanya Ustadz Ubay debgan khawatir.
__ADS_1
"Alin sakit bang tolong bawa dia ke klinik." Terang Fatimah dengan wajah cemas.
"Kok bisa kenapa dia ya sudah kamu cepat kembali abang mau ambil kunci mobil dulu bentar lagi abang dan Azka nyusul." Jawab Ustadz Ubay yang dijawab anggukan oleh Fatimah.
Dengan segera Fatimah kembali kekamarnya. Keadaan Alin yang panasnya tak juga turun membuat Fatimah dan Rara cemas.
"Gumana Fat udah panggil ustadz Ubay nya?."
"Sudah abang sama Azka akan segera kesini." Terang Fatimah.
Ustadz Ubay dan Azka bergegas menuju asrama putri. Tepatnya kekamar Fatimah,Alin, dan Rara.
"Dek mana Alin?"
"Itu bang tolong angkatkan kami ndak kuat."
"Ra kamu di sini aja biar ana saja yang ikut kamu kabari abi beri tau kalau Alin sakit."Fatimah dengan wajah cemas penuh ketakutan. Pasalnya Alin adalah anak yang ceria tapi di dlam dirinya sangat lah lemah.
"Iya Fat kamu jaga Alin yah."
"Iya kamu juga hati-hati." Terang Fatimah yang diangguki oleh Rara.
Ustadz Ubay dan lainnya segera bergegas membawa Alin menuju klinik. Ustadz Ubay dan Azka duduk didepan. Ustadz sebagai supir. Sedangkan Fatimah duduk dibelakang untuk jadi tumpuan Alin.
"Baang ayo cepat doong...." Fatimah dengan wajahnya yang mulai takut.
__ADS_1
"Iya dek ini abang juga udah ngebut banget."Ustadz yang mencoba menenangkan sang adik.
Azka yang tadinya diam kini mulai iku bicara.
"Fat kamu tenang yah Alin bakal baik-baik saja kok."
Fatimah yang cemas mulai tak bisa menahan air matanya ia terus menangis sambil berdoa agar Alin baik-baik saja.
"Ya Allah sembuhkan teman hamba Ya Allah, Alin ayo bangun Liin jangan buat aku khawatir kamu pasti kuat Liin. Kamu harus bertahan jangan sakit Lin. Apa kamu tega buat aku dan Rara cemas kayak gini." Umapat Fatimah dalam hati.
Setelah beberapa menit mereka sampai di klinik. Ustadz Ubay langsung membopong Alin masuk ke dalam klinik.
"Kenapa ini pak." Tanya dokter tang berjaga di klinik itu.
"Badannya panas dan tidak turun-turun dok tolong diperiksa." Jelas Ustadz Ubay.
"Baiklah tolong kalian tynggu diluar saya akan memeriksanya sekarang."
"Baik dok"
§~***Bersambung~§
Gimana kisah selanjutnya dan apa yang terjadi pada Alin ikutin terus yah jangan sampai kelewatan ana akan berusaha buat Up setiap saat.
Assalamualikum.....
__ADS_1
Maksih semuaa buat dukungannya jangan lupa vote juga novel Cinta Suci Seorang Santri. Aku do'a kan juga buat temen-temen penulis semua supaya lebih giat dan semangat berkarya nya
Wassalamualaikum***....