Cinta Suci Seorang Santri

Cinta Suci Seorang Santri
•6


__ADS_3

Kembali lagi nih. Kali ini aku double yah Upnya do'ain terus biar bisa lebih banyak Upnya.


****


Mendengar jawaban Fatimah Azka merasa senang karena lamarannya untuk keluarga Kyai Ahmad diterima. Aya dan ibu Azka dengan antusian membicarakan tentang tanggal pernikahan untuk mereka. Sedangkan Azka dan Fatimah memilih menunggu di luar sambil berbincang-bincang.


"Fatimah, aku seneng banget kamu bisa nerima lamaran aku. Ini kali ke dua aku sebahagia ini. Yang pertama waktu kamu nenangin aku dengan mainan kesayangan kamu. Dan ini yang ke dua kamu mau nerima lamaran ku." Terang Azka hingga membual Fatimah tertunduk malu. Pasalnya orang yang ditunggunya sejak lama kini benar-benar berada bersamanya.


"Iya aku juga bahagia." Fatimah yang masih menundukkan kepalanya karena malu.


Tiba-tiba dari belakang ada suara yang cukup keras hingga membuat mereka terkejut.


"Heei.... Hayoo.. Nggak boleh tau berduaan." Gertak sang Abang pada Fatimah adiknya.


"Apaan sih bang kita itu nunggu Abi sama orang tua Azka aja diluar biar ndak ada salah faham jadi kita disini biar keliatan sama abi sama orang tuanya Azka gitu." Jelas Fatimah pada Abangnya Ubay.


"Oo ada camernya toh pantes mukanya merah kayak kepiting rebus." Goda abangnya.


"Mana ada ndak kok." Sambil menutupi wajahnya yang memanas akibat ulang Abangnya itu.


Azka yang melihat itu pun tertawa akan sikap abang kepada adiknya itu.


"Eeh... Adik ipar gimana udah diterima belum." Ledek abangnya Fatimah.


"Alhamdulillah." Jawaban singkat yang membuat Ustadz Ubay tersenyum puas.

__ADS_1


"Jadi tepatnya kapan kalian menikah."


"Belum tau masih di rundingkan sama ayah dan ibu." jelas Azka.


"Waah semoga secepatnya biar yah semoga kalian bahagia dan ndak ada halangan sampai hari-H."


"Aamiin." Jawab Azka.


"Loh dek kok ndak aamiin?" Goda abangnya lagi.


"Iyaa Aamiin." Fatimah dengan memutar bola matanya jengah.


"Ciee udah mau ngakuin nih yee." Ledek sang abang lagi.


"Eeh... Jangan masuk dong kasian nih calon suami kamu masak ditinggal diluar sih."


"Apaan sih yaudah aku masuk aja sebel aku sama abang."


"Ee.. iya jangan abang minta maaf deh sini aja nanti kalo kamu masuk abang lagi yang ditanya sama abi."


"Biarin biar dimarahin sekalian."


"Fat udah yah disini aja jangan masuk. Kasian tuh abang kamu mukanya udah kayak baju belum disetrika kusut udah yah jangan marah lagi." Azka yang mencoba menenangkan Fatimah.


"Yaudah asal abang jangan goda aku lagi." Terang Fatimah.

__ADS_1


"Iya tuan putri."


"Tuh kan..... Abaaaaaaanngg." rengek Fatimah sambil memukul lengan abangnya pelan.


"Udah-udah jangan oukul iya abang ndak ulangin lagi."


Tiba-tiba abi memanggil kita semua untuk masuk kedalam.


"Fat abi udah tentukan tanggalnya satu bulan lagi kamu dan Azka menikah." Terang abi dengan semangat.


"Satu bulan abi apa ndak terlalu cepat." Fatimah yang terkejut dengan keputusan abi.


"Iya nak lebih cepat lebih baik." terang ayah Azka.


Fatimah hanya bisa mengangguk pasrah dengan keputusan yang sudah mereka buat. Fatimah hanya bisa berdo'a agar semuanya lancar tanpa halangan apapun.


§~Bersambung~§


***Makin Semangat niih....


Makasih buat kalian semua yang terus dukung novel ini....


Jangan lupa tinggalkan jejak....


Jadikan Novel Cinta Suci Seorang Santri favorit kalian...❤***

__ADS_1


__ADS_2