
****
Ke esokan hari nya Fatimah bangun dari tidurnya merasa badan nya beras seperti ada yang menimpa nya. Benar saja tangan Azka memeluk Erat tubuh nya. Fatimah pelan-pelan menjauhkan tangan Azka dari tubuh nya. Setelah tangan Azka berhasil di pindah kan Fatimah langsung menuju kamar mandi.
Setelah Fatimah selesai mandi ia segera menuju ke dapur untuk memasak. Fatimah terkejut setelah melihat ada tangan yang melingkar di perut nya begitu erat. Siapa lagi kalau bukan suaminya Azka.
"Udah dong lepasin malu nanti kalo ada yang liat gimana." Pekik Fatimah.
"Biarin kan udah halal." Azka dengan nada manjanya.
Tiba-tiba ada seseorang yang menjewer telinga Azka. Azka pun menjerit kesakitan.
"Aaaadddduuuuhhh." Teriak Azka begitu keras.
"Rasain kamu suruh siapa gangguin mantu mama" Yaah itu adalah Mama Lia mama nya Azka. "Hari ini Fatimah sekolah kamu jangan gangguin dia. Kalo kamu gangguin terus dia bisa terlambat." Lanjut Mama Lia. Yang diselingi tawa Fatimah.
"Mama sudah ndak papa kok Fatimah ndak papa." Lerai Fatimah.
"Udah sayang kamu masak aja biar Azka mama yang urus dia kalo ndak disuruh mandi ndak bakal mandi. Hari ini dia harus anter kamu ke sekolah mama ndak mau tau."
"Ndak disuruh pasti Azka anterin kan dia istri Azka sekarang." Teriak Azka berlari menjauh dari mama nya.
Mereka berdua tertawa geli mendengar perkataan Azka.
"Kamu masak apa nak?" Tanya Mama Lia menghentikan tawa nya.
__ADS_1
"Tumis kangkung sama bali telur tahu tempe ma." Jawab Fatimah sambil memotong bawang.
"Biar mama bantu yah biar cepet selesai kamu kan juga harus pergi ke sekolah."
"Ia ma." Jawaban singkat Fatimah dengan senyuman indah nya.
*****
Setelah memasak Fatimah pergi ke kamar untuk ganti baju dan memnggil Azka untuk sarapan.
"Azka, ayo sarapan udah ditunggu mama sama papa."
"Kok panggil nama sih manggil yang romantis dong."
"Kenapa malu?Kamu ndak suka punya suami kayak aku?" Azka yang menunjuk kan wajah melas nya itu.
"Ndak bukan itu. Ada mama sama papa masak kayak gitu." Terang Fatimah dengan wajah ketakutan. Takut kalo Azka bakal marah sama dia.
"Ndak papa kali yang kan udah sah."
"Emang nya mau di panggil apa?Mas?AtauBang?"
"Idiih jelek panggil honey?Atau hubby?Atau sayang?Terserah yang penting romantis."
"Panggil Abi aja yah. Nanti kalo udah punya anak panggil nya abi umi gimana?"
__ADS_1
"Boleh juga. Ya udah itu aja."
"Ya udah sekarang turun sarapan." Terang Fatimah.
"Iya." Dengan jawaban singkat Azka mengecup mulut Fatimah. Membuat Fatimah melotot tak percaya. Ciuman itu berlangsung lama karna Azka yang ingin berlama-lama dengan Fatimah. Fatimah juga tak bisa menolak nya karna sekarang Azka punya hak atas dirinya.
Saat Azka sudah kehabisan nafas Azka melepaskan adegan ciuman itu. Azka yang masih ingin bermanja dengan Fatimah langsung didorong oleh fatimah saat wajah Azka mendekat.
"Kenapa?" Tanya Azka
"Udah sekarang aku sekolah dulu, dilanjut nanti aja yah."
"Nggak mau."
"Jangan gitu ahh." Pekik Fatimah sedikit kesal.
"Ya udah deh, tapi janji yah."
"Iya aku janji, sekarang ayo turun kita sarapan." Ajak Fatimah. Yang dijawab anggukan oleh Azka.
***Thnks yang udah ikutin terus novel ini....
makasih buat dukungan nya juga...
I love youu... buat kalian semua semoga kalian sukses teruus***...
__ADS_1