
Haiii guyss
Tadinya mau Up kemaren sabtu tapi aku kelupaan saking banyaknya cucian 😅
Terus mau Up juga tadi siang atau sorean tapi kayanya engga deh,, aku lebih suka malem aja Up nya hehehe.
Masih ada beberapa episode sih tapi ga bakal aku Up semua 😂
Rencananya mau Up seminggu 5 kali tapi liburannya udahan dan kembali ke rutinitas perkuliahan di mana ga mungkin ga di kasih tugas😵 yodah deh gitu doang. Mungkin aku bakal Up paling banyak 4 kali seminggu. Bakal aku usahain seminggu ada lah 3 kali Up cuma ga tentu hari nya, tapi tetep ko di tengah malam wkwkw.
_SEKIAN_
...****************...
Kesadaran Davies mulai melemah dan malam semakin larut. Davies memilih untuk menyudahi aktivitas nya. Ia menutup laptop dan berkas-berkas yang menumpuk. Namun dia teringat kembali dengan apa yang telah terjadi beberapa saat lalu. Betapa marah nya dia memikirkan itu kembali. Mungkin akibat pengaruh alkohol yang masih ada dalam tubuh dan jiwa nya sehingga ia tidak bisa mengontrol emosi yang ada dalam dirinya. Lalu Davies berdiri dan berjalan keluar.
“Sam” Ucap Davies saat ia berada tepat di depan pintu.
Sam yang mengerti maksud Davies pun berdiri dan mengikuti Tuan nya dari belakang. Awalnya Sam tidak menyadari Davies telah menyelesaikan pekerjaan nya dan sempat pergi. Sam sangat cepat tanggap dalam melayani Tuan Muda. Bisa dibilang jiwa Tuan nya telah menyatu dengan jiwan nya.
Sam membukakan pintu mobil untuk Davies. Sam mulai menjalankan mobil. Mereka sudah menelusuri jalanan kota J yang ramai meskipun sudah tengah malam. Suara hiruk pikuk kendaraan yang melaju membuat malam terasa sepi meskipun suara bising khas jalanan menyelimuti udara di sekitar nya. Sam yang melihat wajah Tuan nya tampak lelah merasa sangat khawatir. Entah apa yang membuat Tuan nya menjadi seperti ini. Tidak biasanya Tuan Muda tampak begitu menyedihkan.
Pukul 00.30 Davies sudah tiba di mansion nya dan Sam pamit untuk pulang ke rumah nya.
__ADS_1
“Tuan Muda, nona Sana berada di dalam kamar sedang tidur. Apa perlu di bangunkan Tuan?" Ucap sang pelayan.
“Biarkan saja.” Sambil melongos menuju lift.
Pintu lift sudah terbuka dan dia memencet tombol dimana kamar nya berada. Davies pun masuk ke kamar tanpa diketahui oleh Sana. Davies melihat Sana sedang tertidur di sofa lalu ia mulai mendekat ke arah Sana. Ia melihat sejenak wajah Sana. Kemudian Davies berjongkok tepat di depan Sana. Dia tersenyum dan mengelus kepala Sana. Davies bukanlah tipe orang yang mudah tersenyum. Malah mungkin bisa dibilang belum pernah ada seseorang yang pernah melihat nya tersenyum. Bahkan asisten nya saja belum pernah melihat pemandangan indah seperti itu. Sejak Davies kecil dia memang sangat dingin dan cuek dengan hal di sekitar nya. Dia selalu di ajarkan oleh ayah nya untuk menjadi pria yang seperti ini jika ingin sukses dalam hal bisnis. Mungkin karna efek alkohol yang masih dalam tubuh Davies membuat akal nya sedikit tidak terkendali. Dia mengecup pucuk kepala Sana. Lalu Davies mengangkat tubuh Sana. Dia berniat untuk membaringkan tubuh Sana di ranjang. Saat sudah hampir tiba di ranjang, seketika Sana terbangun. Sana merasakan ada seseorang yang menggendong nya. Dia kira ada orang mesum yang akan melakukan hal macam-macam pada nya. Sana terkejut saat melihat keberadaan Davies apalagi dengan apa yang di lakukan oleh nya. Davies menatap Sana dengan pandangan sayu.
“Kau sudah bangun rupanya.” Kata nya sambil tersenyum.
“Ha?” Jawab nya dengan bingung.
Bukan nya Tuan Muda tidak akan pulang malam ini? Dan apa ini, mengapa dia menggendong ku.
Davies membaringkan tubuh Sana dan dia duduk di dekatnya. Kemudian dia mendekatkan wajah nya dengan wajah Sana. Seketika Sana menutup mata nya karna dia kira Davies akan melakukan hal aneh yang tidak mungkin ia lakukan. Dan itu membuat Sana sedikit was was akan hal itu.
“Aku tidak suka dengan yang kau lakukan tadi.” Bisik nya di telinga Sana.
Sana pun membuka mata nya dan mencerna kata-kata Davies barusan. Dia tidak mengerti apa yang dimaksud suami nya itu.
Apa aku melakukan kesalahan lagi? Aku rasa tidak.
“Maksud Tuan apa?” Tanya Sana.
“Aku bilang aku tidak suka.” Ucap Davies dengan sedikit nada bentakan.
__ADS_1
Davies menatap dalam mata Sana. Sana tidak tahan akan hal itu jadi dia memalingkan tidak menatap balik Davies. Sana seketika menyadari bahwa Davies sedang dalam keadaan mabuk karna Sana mencium bau alkohol dari aroma tubuh Davies.
“Tuan sepertinya anda sedang mabuk.” Ucap nya sambil menatap wajah Davies.
“Aku tidak mabuk. Kesadaran ku masih sangat baik.” Davies sedikit meracau tidak jelas akibat pengaruh alkohol yang belum hilang.
“Tuan bisakah anda bergeser sedikit, badan ku bisa remuk nanti.”
Tangan mungil Sana bergerak menggeser tubuh Davies yang menekan tubuh nya. Namun malah tubuh Davies ambruk menindih Sana. Davies tidak sadarkan diri. Sana akhirnya memindahkan tubuh Davies ke tempat tidur dan membaringkan nya. Kemudian ia mencopot sepatu yang masih menggantung di telapak kaki suami nya. Lalu menyelimuti Davies. Sana kemudian berniat akan berpindah ke tempat semula yaitu sofa. Namun sayangnya tangan Sana ditarik Davies sampai tubuh Sana menubruk tubuh Davies. Davies memeluk Sana yang mana seorang bayi memeluk ibu nya. Sana sedikit berontak untuk melepaskan pelukan nya dari Davies tapi tenaga nya kalah jauh dengan tenaga Davies. Posisi Sana cukup kurang nyaman sehingga dia bergeser sedikit ke samping sebelah Davies. Akhirnya Sana memilih untuk tetap tidur bersama.
Keesokan pagi yang sangat cerah dengan sinar matahari yang mengintip malu-malu di balik jendela. Davies terbangun lebih awal, ia tidak menduga bahwa Sana berada sangat dekat di sampingnya. Davies melihat sosok perempuan polos yang masih tertidur di atas ranjang nya. Dan lagi ternyata dia masih belum melepaskan pelukan nya pada gadis tersebut. Sana yang masih belum terbangun sangat menikmati tidur nya yang cukup nyaman dengan rambut panjang nya yang mengurai menutupi wajah cantik nya. Dia melakukan pergerakan kecil dalam pelukan hangat Tuan Muda. Cukup lama Davies memperhatikan sosok Sana dalam tidur nya.
Tidak lama kemudian Sana terbangun tapi cepat-cepat Davies menutup kembali mata nya agar Sana mengira Davies masih tertidur. Bergantian dengan Sana yang memperhatikan wajah Davies tapi hanya sebentar saja. Kemudian Sana bangun berniat berjalan ke luar kamar untuk mulai menyiapkan kebutuhan Tuan Muda seperti biasa nya. Saat sosok tubuh Sana tidak terlihat dan mulai menghilang, Davies membuka mata nya kembali.
Sana membantu para pelayan yang sedang memasak dan menyiapkan makanan di atas meja makan. Kemudian dia kembali ke atas untuk mengecek apakah Tuan Muda sudah terbangun atau masih tertidur. Sana mengetuk pintu lalu masuk ke dalam. Terlihat Davies yang sedang berkutat dengan ponsel nya. Dari kejauhan terlihat jelas wajah tampan nya yang masih mengenakan kemeja putih dan rambut sedikit acak-acakan. Davies sangat seksi, apalagi dengan tatapan serius nya saat terfokus pada ponsel nya. Sana berjalan menuju ke arah Davies.
“Tuan sarapan sudah siap, apa anda ingin di bawakan makanannya?”
“Tidak usah, aku akan turun ke bawah.” Jawab nya yang masih terfokus pada ponsel.
“Kemari” Lanjut Davies sambil menengok sejenak kemudian kembali berkutat pada ponsel nya lagi. Sana menuruti perintah Davies dan sudah berada tepat di depan Davies.
“Duduklah” Perintah nya lagi. Dan sama seperti barusan, Sama mengikuti perintah Davies dan sudah duduk di sampingnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...