
Tibalah hari di mana Sana akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga Dawson. Selama pernikahan berlangsung, Sana hanya diam tidak berbicara sama sekali. Namun hanya senyuman yang ia tunjukan. Entah mengapa Sana merasa sedih di hari sakral ini, dia merasa setelah upacara sakral ini berakhir maka akan ada bom yang akan meledak setiap harinya. Pernikahan ini sifatnya tertutup, hanya keluarga besar dan kerabat dari kedua belah pihak saja yang di undang. Bahkan teman-teman kuliah Sana pun sepertinya belum mengetahui bahwa Sana sudah sold out. Lagi pula Sana tidak ingin jika ada yang mengetahui hal ini, yang ada dia bisa jadi seleb dadakan karna menikah dengan pria tertampan se-asia. Ya benar, Davies pernah masuk nominasi itu dan bahkan juga masuk 100 most handsome faces dengan peringkat ke-5.
"Selamat ya Tuan Muda dan Nona Sana.” Ucapan selamat terdengar bergiliran dari tamu undangan yang hadir.
Sana merasa lelah dan pegal karna hampir seharian berdiri untuk menyambut para tamu undangan. Sedangkan para tamu terlihat menikmati pesta malam ini.
...----------------...
Sana harus berpisah dengan kedua orang tua nya karna acara pernikahan ini telah selesai dan para tamu sudah bubar. Ia sangat sedih harus berpisah dengan keluarga nya termasuk orang tuan nya.
“Jadi istri yang baik ya sayang, harus patuh sama suami kamu nantinya.” Itulah kata perpisahan yang terucap dari mulut sang mama sambil memeluk Sana.
“Iya mah, Sana akan berusaha menjadi istri yang baik.” Jawab Sana dengan membalas pelukan sang ibu tercinta.
“Saya akan mengantar nona pulang ke mansion utama milik Tuan, tapi sebelumnya asisten Sam mengatakan bahwa Tuan Muda akan menyusul nanti karna ada beberapa urusan penting.” Ucap sang sopir dengan hati-hati dan kemudian membukakan pintu mobil untuk Sana.
Di dalam perjalanan, Sana berkutat dalam pikiran nya sendiri. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Apakah Tuan Davies akan jatuh cinta pada nya atau akan menceraikan nya. Namun dia tidak bisa membayangkan jika Tuan Muda akan jatuh cinta pada nya. Sana tidak ingin jika itu sampai terjadi. Dia hanya ingin membebaskan diri dari orang itu dan pergi sejauh-jauhnya. Sana tidak ingin ada hubungan intim dengan suami nya karna Sana tahu nantinya suami nya akan menceraikan nya. Setelah bercerai, dia mungkin akan melanjutkan studi nya di Negara asing. Lamunan Sana terbuyarkan dengan suara sang sopir di depan nya.
“Nona kita sudah sampai.” Ucap sang sopir.
Saat Sana turun dari mobil, ia di sambut oleh banyak sekali pelayan dan body guard yang ada di sana.
“Selamat datang di mansion utama Tuan muda nona.” Ucap sang kepala pelayan disana.
“Saya kepala pelayan di mansion ini, panggil saja saya pak Joko, Nona.” Lanjutnya.
Kemudian kepala pelayan itu pun mengantar dan menunjukkan kamar tidur utama mansion tersebut. Saat masuk kesana sepertinya Davies masih belum pulang.
“Pak Joko kalo boleh tau, Tuan Davies pulang kapan ya.” Tanya Sana tiba-tiba.
__ADS_1
“Tadi sih kata Asisten Samuel, Tuan pulang besok Non.” Jawab pak Joko.
Untung saja tu orang ga pulang sekarang, setidaknya aku bisa bebas malam ini dan bisa tidur nyenyak. Hmmmm mana cape banget seharian berdiri. Ucap Sana dalam hati
...----------------...
+62…123
Nona, Tuan Davies akan pulang nanti sore. Dimohon agar nona pulang lebih awal untuk menyambut Tuan.
Baru saja bangun, Sana sudah mendapatkan sepucuk pesan istimewa yang di perintahkan suami nya melalui asisten pribadi nya. Lalu Sana hanya membalas pesan itu dengan “Baiklah” saja, ya karna Sana sedikit malas saja untuk mengetik. Setelah itu Sana pergi mandi lalu sarapan dan kemudian dia pergi untuk bekerja di Rumah Sakit Kenanga Indah. FYI sebelumnya Sana di tawarkan bekerja di sana dan dia sudah interview sebelum dia menikah.
Lalu gojek pun sudah tiba di depan gerbang mansion suami nya. Jangan Tanya kenapa Sana memesan gojek. Jika Sana di antar oleh sopir yang ada dia jadi pusat perhatian karna mobil yang akan mengantar nya pasti bukan mobil biasa. Dan lagi saat Sana kuliah, Sana sangat sederhana dan mungkin orang-orang yang tidak mengenal lebih dekat dengan nya akan mengira bahwa Sana hanya orang biasa dan terlahir dari keluarga biasa-biasa saja. Sebenarnya keluarga Sana cukup di pandang elit di kalangan pebisnis, tapi ya jika di bandingkan dengan keluarga Dawson tentu saja sangat jauh dan tidak sebanding.
Sana sudah tiba di tempat kerja. Di sana Sana masih magang sebagai dokter umum. Saat jam istirahat tiba, Sana dan dokter lainnya pergi ke kantin rumah sakit untuk makan siang. Di sana Sana bersama Nita, Rehan, Tasya, dan Aditya. Mereka adalah teman kampus Sana dulunya dan kebetulan bertemu lagi setelah 2 tahun koas karna saat koas mereka semua pencar.
“Wah udah lama ya kita ga ketemu dan kumpul bareng lagi haha.” Ujar Tasya dengan memecah keheningan.
“San kabar kamu gimana.” Tanya Rehan.
“Kamu kamu biasanya ngomong ke kita lu gua.” Ledek Aditya.
“Baik-baik aja Han.” Jawab Sana dengan menunjukkan senyum manis nya.
“Sana lu nyadar ga sih kalo di antara kita ada yang suka sama lo, kasian nih masa cinta nya bertepuk sebelah tangan.” Ucap Tasya terang-terangan yang membuat Rehan tersedak.
“Apa sih sya, ngaco kamu. Udahlah buruan makannya, sebentar lagi jam makan udah hampir selesai.” Jawab Sana.
Sebenarnya Sana tahu betul maksud omongan Tasya, tapi Sana hanya menganggap Rehan sebagai teman nya saja dan tidak lebih. Kebetulan Rehan juga tidak pernah mengungkapkan perasaan nya pada Sana. Sana juga tidak ingin hubungan dengan Rehan nantinya berubah, karna jika tadinya teman lalu jadi doi maka jika putus akan sangat menyulitkan.
__ADS_1
...----------------...
Bughhh
“Aduh, kalo jalan liat-liat dong” Omel gadis cantik yang mungkin usianya 2 tahun lebih muda dari Sana.
“Maaf nona saya kurang memperhatikan jalan.” Jawab Sana.
Sebenarnya bukan sepenuhnya salah Sana karna perempuan itu juga salah dengan tidak memperhatikan jalan dan main hp sambil berjalan. Namun Sana tidak ingin ribut di rumah sakit dan dia sebagai dokter harus menjaga kata-kata nya dan harus sopan santun.
“Kalo bukan karna gue buru-buru, gue ga bakal lepasin lo.” Ucap gadis itu dengan pergi meninggalkan Sana.
“Huh sabar Sana, namanya juga orang pasti ga semuanya baik.” Ujar Sana.
“San kemana aja lu, gua cariin dari tadi.” Ucap Nita.
“Tadi aku ada sedikit urusan di IGD nit.” Jawab Sana.
“Kata dokter Santi, lo suruh gantiin jaga malam nanti. Katanya lo bisa ga?” Tanya Nita.
“Haduh aku ga bisa nih nit gimana dong, mana baru magang lagi. Nit kamu mau ga gantiin aku kali ini aja, besok aku traktir bakso deh. Mau ya mau.” Kata Sana dengan bujuk rayu maut nya.
“Hmmm gimana ya. Tapi lo janji ya jajanin gue bakso dan yang pasti lo udah tau dong gue bisa abis berapa mangkok haha.”
“Siap deh siap, terserah lu bambang mau abis berapa mangkok.”
“Yodah gue duluan mau ngomong ke dokter Santi kalo lo ga bisa trus gue yang gantiin lo.”
“Oke makasih tuan putri ku.” Kata Sana dengan menunjukkan gigi putih nya alias tersenyum lebar.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...