
Davies berjalan keluar dari kantor nya yang di ikuti oleh asisten pribadi nya dan beberapa body guard. Kemeja lengan panjang berwarna putih, jas dan celana panjang berwarna biru tua sangat pantas di kenakan oleh nya. Sepatu pantofel warna hitam menambah kesan elegan penampilan Davies. Rambut nya yang sedikit panjang dan sedikit berantakan membuat orang yang menatap nya akan terpesona tidak berkedip. Kulit nya seputih salju membungkus sosok tubuh yang tinggi menjulang dengan badan nya yang proporsional. Mata nya tajam dengan bulu mata yang panjang. Dada nya bidang sangat menarik perhatian. Wajah nya sangat tampan dengan bibir seksi yang kemerahan. Tuan Muda ini selalu membuat resah kaum wanita di perusahaan nya. Ia berjalan santai. Beberapa karyawan yang berpapasan dengan nya menganggukkan kepala dengan hormat. Davies hanya acuh tanpa membalas mereka.
Davies masuk ke dalam mobil nya. Udara sejuk langsung menerpa nya. Ia duduk setelah berjalan cukup panjang. Kepala nya sedikit pusing karna beberapa hari ini tidur nya agak terganggu dan beberapa masalah yang harus ia selesaikan. Sepanjang di perjalanan, ia sibuk dengan laptop nya untuk membuka email yang masuk ke dalam inbox nya. Setelah beberapa lama, ia pun tiba di mansion utama nya.
Tampak seorang wanita yang merupakan istri sehari nya dan beberapa pelayan serta body guard sedang berdiri menyambut nya. Wajah Sana tersenyum lebar tapi menurut Davies senyuman itu sangat palsu dan Davies sangat menikmati ketika wanita itu tersiksa.
Sana selalu gagal fokus terhadap suami nya ini. Apalagi saat Davies mengenakan setelan jas. Ketampanan nya naik drastis semakin terpancar. Siapa sangka suami nya ini adalah seorang presiden direktur. Menurut Sana, Davies lebih cocok menjadi aktor Hollywood yang sejajar dengan Tom Cruise dari pada seorang Tuan Muda yang memiliki banyak anak perusahaan.
“Selamat datang Tuan Muda.” Ucap mereka penuh hormat pada Tuan nya.
Lalu Sana mendekat ke arah mobil tapi dia tidak melakukan apapun. Sana sedikit lupa apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Sebelumnya Sana sudah di beritahu pak Joko apa saja yang harus ia lakukan saat Tuan nya tiba, tapi mengapa ia lupa.
Astaga aku harus apalagi.
Dan akhirnya otak Sana pun mampu mengingat di detik-detik akhir. Dia harus melepaskan jas saat suami nya turun dari mobil. Lalu Davies berlalu setelah Sana melepaskan jas nya. Sana mengikuti langkah kaki Davies bersama asisten Samuel dan pelayan berjalan di belakang nya.
Sana melepaskan sepatu Davies yang sedang duduk manis di sofa. Setelah itu Davies berjalan ke atas menuju kamar utama. Lalu Sana mengekori Tuan Davies, sedangkan asisten nya tetap berada di sana untuk menyelesaikan pekerjaan Davies yang tertunda.
“Tuan saya sudah menyiapkan air untuk anda mandi.” Ucap Sana saat sudah berada di kamar.
“Saya akan menyiapkan pakaian anda Tuan.” Lanjutnya.
Seperti biasa, wajah Davies hanya datar dan malas merespon Sana. Davies hanya melongos ke bathroom. Sana sedikit kesal. Dia mengoceh setelah Davies sudah masuk kesana.
Ganteng-ganteng mukanya kaya robot, datar!!!
Setelah Sana menyiapkan pakaian santai Davies, Sana merasa bosan menunggu suami nya mandi. Akhirnya Sana membuka hp nya dan dia menonton YouTube untuk menghilangkan kebosanan nya. Apalagi ada wifi yang lancar selancar kereta lewat yang membuat nya semakin bersemangat menonton YouTube. Tanpa di sadari ternyata Davies sudah selesai mandi.
Oh My God!!! Dia hanya mengenakan handuk di pinggang nya.
“Pakaikan baju ku.” Titah sang Tuan Muda yang seketika membuat Sana terkedjoett. Sana terkejut bukan karna suara nya, tapi dia terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya itu.
Anjir tu badan kotak-kotak banget. Astaga sadar Sana jangan khilaf. Eeehh sebentar deh, aku ga salah denger nih. Pakaikan baju nya? Wah gila tu orang. Gue masih perawan bambang, mana lagi tu asisten. Tapi kan mana berani nolak seorang Tuan Muda.
“Ngapain bengong, gembel kaya kamu ga bikin orang nafsu.” Lanjut Davies karna tidak ada respon dari Sana.
“Ba baik Tuan." Sana pun mulai memakaikan pakaian Tuan Davies.
“Heh gembel.” Ucap Davies namun tidak ada respon dari Sana cukup lama.
“Kau tuli ya, berani sekali mendiamkan ku.” Davies kesal karna Sana hanya diam saja. Sana mendengarnya tapi apa kata nya GEMBEL? Karna Sana sedikit kesal jadi Sana memilih diam dan malah membuat sang raja marah besar.
“Maaf Tuan, mungkin saya sedikit tuli jadi saya tidak mendengar suara anda tadi.” Padahal Sana berada di depan Davies, ia masih memakaikan pakaian pada Davies.
__ADS_1
“Ada apa ya Tuan Davies.” Lanjut Sana.
“Baiklah aku maafkan karna kau sangat jelek. Berterima kasihlah pada wajah jelek mu, itu.” Kata Davies kesal.
"Aku hanya ingin bertanya kenapa kau sangat jelek. Sungguh sangat mengenaskan.” Lanjutnya.
Anjirrrr jadi cuma mau nanya itu. Wahhh si sultan emang nyebelin parah.
Sana seketika menjambak rambut Davies saat dia sedang menyisir rambut suami nya itu.
“Kau cari mati ya, beraninya menjambak ku.” Bentak Davies geram karna kaget tiba-tiba rambut nya merasa tertarik.
“Maaf Tuan, maafkan saya.” Sana seketika mundur ke belakang dan tanpa sadar sisir yang di pegang nya terjatuh.
Aku pasti sudah tidak waras sampai aku berani menjambak harimau gila!!!
“Kau mau ku tendang saat ini juga? Apa kau ingin aku menghancurkan keluarga mu sampai sekarat!” Davies mencengkram bahu Sana sedikit kasar.
Sementara Sana menundukkan kepalanya. Wajah Sana langsung pias. Bibir Sana bergetar, jantung nya berdetak dengan sangat cepat, dan tangan nya atau mungkin seluruh tubuh nya sudah hampir lemas.
“Tidak Tuan, jangan lakukan itu pada keluarga saya. Saya pasti sudah gila Tuan. Tolong maafkan saya Tuan. Saya akan melayani anda sepenuh hati saya sesuai yang anda mau. Saya mohon Tuan beri saya kesempatan lagi.” Ucap Sana dengan memelas.
“Aku malas mendengar suara jelek mu. Minggir kau!”
“Beri saya satu kesempatan lagi.” Lanjutnya.
Air mata Sana sudah mulai menganak sungai. Ada rasa puas dalam diri Davies karna sudah membuat Sana sedikit tertekan. Dia tertawa terbahak-bahak dalam hati nya.
“Baiklah ga usah nangis, lepasin tangan kamu. Siapkan makanan sana, bawa kemari.”
“Baik Tuan.” Sana merasa lega dan menunjukkan senyuman nya.
Ngapain sih tuh gembel segala senyum, diliat-liat lumayan manis juga.
Sana pun turun ke bawah untuk mengambil makanan untuk Davies.
“Pak Joko, apa makanannya sudah siap? Tuan Davies bilang dia ingin makan di atas.”
“Sebentar lagi Non.” Jawab pak Joko.
“Saya bantu ya pak biar lebih cepat.” Sana pun langsung membantu pak Joko dan para chef memasak.
Akhirnya makanan pun sudah jadi dan Sana membawa nya ke atas. Saat akan naik, tiba-tiba ada suara yang membuat Sana berhenti dan menengok ke belakang.
__ADS_1
“Apa Tuan Davies sakit nona?” Yang ternyata adalah suara dari asisten Samuel.
“Tidak, memangnya kenapa?” Jawab Sana sedikit jutek.
“Lalu mengapa Tuan ingin makan di kamar nya.” Samuel sangat khawatir jika Tuan nya sakit.
“Mana saya tau kenapa Tuan Davies ingin makan di sana, tapi sepertinya dia sehat-sehat saja tuh.” Sana berpikir bahwa Davies tidak sakit.
Buktinya dia memiliki banyak tenaga tadi untuk mempermainkan Sana. Mungkin yang sakit adalah otak nya, kalo itu sih sepertinya tidak salah.
“Kenapa asisten Sam masih disini? Saya kira asisten Sam sudah pulang.” Lanjut Sana lagi.
“Masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai nona.” Jawab asisten Sam.
“Baiklah, saya ke atas dulu kalo begitu.” Sana pun pergi meninggalkan asisten Samuel, sedangkan yang di tinggalkan kembali fokus pada pekerjaan nya.
Tok tok tok
Di bukanya pintu oleh Sana sendiri. Di lihat nya pemandangan yang sangat langka. Davies sedang tertidur pulas seperti bayi.
Tuan Davies kalo tidur nambah ganteng, keliatan polos sih gada nyebelin-nyebelin nya kaya tadi.
Sana menaruh makanan yang di bawa di atas meja, lalu Sana bergerak maju dengan niatan membangunkan Davies.
“Tuan apakah anda tidur?” Sana sedikit membungkuk saat berada di samping Davies.
Cukup lama Sana memandangi wajah tampan itu, tapi Davies masih belum bangun juga. Tak lama kemudian Davies membuka mata nya yang membuat Sana terkejut dan gelagapan, tapi masih berada di tempat nya diam mematung. Ekspresi Sana mungkin lebih tepatnya terlihat seperti pencuri yang sedang kepergok.
Astaga lihatlah wanita jelek itu, sudah seperti ketahuan mencuri saja hahaha. Rasanya aku ingin mengerjai nya. Terlintaslah ide gila Davies untuk menakuti Sana.
“Kamu mau macam-macam sama tubuh ku?!” Ucap Davies yang menyadarkan Sana.
“Ti tidak Tuan, mana saya berani berbuat hal senonoh pada Tuan Muda. Tadi saya hanya ingin membangunkan Tuan.” Jawab Sana dengan gelagapan.
“Wah punya nyawa banyak ya kamu menggangu tidur ku!” Bentak Davies.
Lihatlah wanita jelek itu sudah sangat ketakutan hahaha. Suruh siapa kau jelek.
Sana langsung berlutut di kaki Davies. Bodo amat sama harga diri yang terpenting saat ini adalah nyawa nya. Dia sudah sangat cape, baru saja Tuannya mengampuninya dan sekarang dia mengamuk lagi.
Dasar harimau gila!!! pikir Sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1