
Happy reading semuanya 🥰🥰 mon maap typo bertebaran. Akhir-akhir ini banyak tugas yang harus diselesaikan 😭 Ada 3 episode si sebenarnya yang sudah jadi tapi belum aku revisi lagi😵 Takutnya masih belum nyambung dan ga jelas sama alur cerita episode sebelumnya jadi ga aku up deh hehe 😁✨
...----------------...
Saat sedang menunggu taksi tiba-tiba ada mobil yang berhenti tepat di depan Sana dan ternyata orang itu adalah dokter Alex.
“Apa anda sedang menunggu taksi?” Tanya Alex.
“Iya dok, memangnya kenapa?” Jawab Sana.
“Sepertinya tidak ada taksi yang akan lewat, soalnya di depan sana sedang ada kecelakaan lalu lintas. Kalo anda mau, saya bisa mengantar anda dan kebetulan sepertinya jalan pulang rumah kita searah.”
“Apa tidak merepotkan anda dok?" Tanya Sana ragu.
“Saya kan yang menawarkan anda tumpangan jadi artinya saya tidak keberatan sama sekali.” Ungkap Alex sambil tersenyum.
“Baiklah kalo begitu, terimakasih atas tawarannya dok. Maaf kalo merepotkan anda. Saya akan menerima tawaran anda.” Jawab Sana.
Sana pun masuk ke mobil Alex. Saat di perjalanan, tidak ada suara yang terdengar hanya keheningan dalam mobil dan berisik nya suara jalanan saja. Saat lampu merah Sana memulai percakapan yang mana keheningan sekaligus kecanggungan sedikit membaik.
“Dok nanti turunkan saja saya di pertigaan depan sana ya.” Ucap Sana seketika.
Sana tidak ingin jika dia sampai ketahuan identitas aslinya juga fakta bahwa dia sudah menikah dan apalagi orang yang menikah dengan nya bukanlah pria biasa. Bisa-bisa dia jadi trending di Indonesia.
“Saya tidak keberatan ko antar anda sampai rumah.” Jawab Alex.
“Rumah saya cukup jauh dok, saya juga bisa pesan gojek.” Sana langsung menunjukkan hp nya tanda bahwa dia akan memesan gojek.
“Baiklah tapi bukankah kita sudah cukup kenal jadi saya kira kita bisa menggunakan bahasa informal. Menurut mu bagaimana?" Alex sekilas menengok ke arah Sana.
“Tapi menurut saya hanya saat di luar kerja saja dok. Di tempat kerja saya rasa kita harus profesional.”
“Ya aku setuju, panggil aja aku Alex tanpa embel-embel dokter.” Ucap Alex sambil tersenyum.
“Baik dok, ehhh maksud saya Alex.”
Lalu tidak lama kemudian Sana pun turun dari mobil. Dan tidak lama kemudian gojek pun sudah tiba di tempat. Tidak membutuhkan waktu lama sampai Sana tiba di mansion karna cukup dekat dari pertigaan di depan.
Davies pov
“Apa yang wanita aneh itu lakukan seharian ini Sam.” Ucap Davies.
“Hari ini Nona bekerja seperti biasa Tuan lalu Nona segera pulang ke rumah tapi…” Asisten Sam memilih untuk tidak melanjutkan ucapan nya.
“Kenapa tidak di lanjutkan?” Davies masih sibuk dengan laptop nya.
“Nona Sana di antar pria lain Tuan.” Davies menoleh ke arah asisten nya yang berdiri tepat di depan meja kerja nya. Otak nya sedang mencerna perkataan dari asisten nya itu.
__ADS_1
Berani sekali dia selingkuh dari ku. Awas kau wanita gembel.
“Sam siapkan helikopter sekarang, malam ini aku ingin sudah sampai di rumah.” Perintah sang Tuan nya membuat Samuel kelabakan.
“Tapi Tuan, besok pagi kita ada meeting dengan klien dari jepang Tuan. Kita tidak mungkin…”
“Kau berani membangkang perintah ku Sam?!” Potong Davies dengan tatapan mematikan nya itu.
“Maafkan saya Tuan, sesuai perintah Tuan Muda saya pamit undur diri.” Samuel pun pergi dari ruangan kerja Davies dan dia mulai memerintahkan para body guard untuk mengirim helikopter ke villa bulga. Lima belas menit berlangsung, helikopter pun telah tiba.
...----------------...
Pukul 22.00 Davies telah tiba di mansion utama dan dia pun berjalan ke atas yang mana ke kamar tidur nya. Saat tiba di sana, Davies melihat Sana sedang tidur di kasur. Sana berani tidur di sana tentu saja karna Davies pergi ke luar kota di mana kasur itu tidak ada yang menempati jadi sangat di sayangkan jika tempat itu tidak ada yang meniduri bukan. Davies menuju walk in closf untuk mengganti pakaian nya. Kemudian dia ingin membangunkan Sana tapi entah kenapa tidak ia lakukan. Davies menatap Sana diam-diam, seketika ia memegang pipi Sana.
Kenapa kulit nya sangat halus, apa dia oplas selama aku tidak ada? Entah apa yang ada dalam pikiran Davies saat ini.
Sana pun berbalik ke arah berlawanan tapi Sana masih tertidur pulas. Davies pun berbaring di mana dia dan Sana sedang berhadapan. Tangan Davies bergerak ke arah pipi Sana lalu tidak lama kemudian beralih ke bibir Sana. Wajah Davies semakin dekat dengan wajah Sana. Davies bisa merasakan aroma dari nafas Sana saat ini. Wajah nya dengan Sana sangat dekat. Davies pun mulai menjauhkan wajah nya tapi tiba-tiba saja Sana menarik kerah baju tidur Davies lalu mencium bibir Davies sekilas. Davies sangat terkejut. Namun sepertinya dia menikmatinya juga 🤨 karna Davies menutup mata nya. Sana sebenarnya masih tertidur, entah apa yang Sana impikan saat ini. Dan juga bisa di bilang hanya kecupan singkat saja. Saat Sana melepaskan tangan nya dan akan berbalik, Davies mencegah tubuh Sana. Setelah itu dia mencium bibir Sana lalu Davies memegang tengkuk Sana untuk memperdalam ciuman nya. Cukup lama Davies mencium Sana tapi sama sekali tidak membuat Sana terbangun. Sana hampir kehilangan napas sehingga Davies melepaskan nya agar Sana tidak bangun dari tidur nya.
Kenapa bibir nya sangat manis. Sialan apa yang aku lakukan, untung saja dia tidak bangun. Awas kau!! Berani sekali mencium ku.
Sana pun bangun lebih awal dari Davies, dia kaget saat membuka mata nya ada Davies berada di samping nya.
Apa yang dia lakukan di sini, bukannya Tuan Davies akan pulang 2 hari lagi. Ohh astaga aku tidur di tempat nya, mati aku😵 pasti dia akan marah-marah.
Sana pun bangun dan mulai menyiapkan semua kebutuhan Davies sebelum Davies bangun. Saat Sana sedang memilih dasi mana yang akan di kenakan Davies, tiba-tiba suara Davies mengagetkan nya dari belakang.
“Sedang apa kau.” Ucap Davies dari belakang tubuh Sana.
“Aku hari ini tidak bekerja. Siapkan yang lain, aku akan mandi.” Davies berjalan pergi dari sana.
“Baik Tuan.” Sana menaruh kembali dan menggantinya dengan pakaian santai.
“Dan kau tidak boleh bekerja hari ini.” Langkah Davies terhenti dan menoleh ke belakang.
“Tapi Tuan, saya…” Ucapan Sana terpotong.
“Apa? Kau tidak suka?!" Ucap Davies dengan penuh penekanan.
“Baik Tuan.” Sana menundukkan kepala nya tanda mengerti. Davies pergi dari sana dan berjalan menuju bathroom.
Aku pikir akan ada hal baik yang akan terjadi hari ini. Semalam saja aku mimpi sangat indah. Ciuman sama jungkook lagi, tapi kenapa kaya nyata banget ya.
Ohhh jadi itu yang Sana mimpiin. 🌝 (Author)
Setelah Davies selesai, seperti biasa Sana membantu memakaikan pakaian Davies.
“Kemarin kau pulang dengan siapa.” Ucap Davies.
__ADS_1
Apa Tuan tahu aku nebeng ke dokter alex?
“Hei aku bicara dengan mu.” Menyentil kening Sana.
“Aww, bersama teman Tuan.” Jawab Sana singkat.
“Pria?”
“I iya Tuan.” Tidak tahu apa yang harus ia jawab saat ini.
“Hei kau jangan pernah berpikir untuk berhubungan dengan pria lain atau selingkuh dari ku jika kau berani melakukan itu, kau akan tahu akibatnya. Apa kau mengerti!!" Ucap Davies sambil memegang erat-erat leher Sana.
“Tuan sakihht, aku huk mohon lepaskhhan Tuann.” Davies melepaskan cengkeraman nya karna Sana hampir tidak bisa mengambil napas.
Uhuk uhuuk
“Tuan saya mohon anda jangan salah paham, kami hanya teman Tuan. Kemarin ada…” Ucap Sana terburu-buru sebelum di potong ucapan nya. Dan benar saja Davies dengan seenak nya memotong ucapan yang akan Sana keluarkan.
“Sudahlah aku tidak ingin dengar. Wanita jalang tetap jalang. Siapkan makanan dan bawa kemari.” Davies melongos ke ranjang nya dengan memainkan laptop nya untuk mengecek file yang masuk.
“Baik Tuan.” Sana pun pergi dari sana. Tidak tahu kenapa air mata nya menetes cukup banyak setelah Sana mendengar hal yang menyakitkan karna Davies memanggil nya wanita jalang.
Apa aku sehina itu di mata Tuan Davies Ya Tuhan.
Saat tiba di dapur dia mulai menyiapkan makanan yang sudah para pelayan masak tadi. Lalu ada bunyi pesan yang masuk di handphone Sana.
Nita
San berangkat bareng yuk
Gue habis beli mobil nih hehe
Lu shareloc ya :D
^^^Maaf Nit lain kali aja oke^^^
^^^Ohh iya aku minta tolong boleh^^^
^^^Izinin aku untuk hari ini saja^^^
Lo kenapa San
Lo ga sakit kan
^^^Besok aku ceritain deh^^^
^^^Udah dulu ya^^^
__ADS_1
Sana pun mengantar makanan ke atas yang sudah ia siapkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...