Cinta Tuan Muda Sombong

Cinta Tuan Muda Sombong
Apakah Ini Kencan Tuan?


__ADS_3

Tok tok tok


Sana masuk kemudian menaruh makanan di meja yang mana Davies sedang duduk sambil berkutik dengan laptop nya. Sana mulai menyendok makanan dan menyuapi Davies yang masih asik dengan kegiatan nya. Keadaan ruangan sangat hening hanya terdengar bunyi ketikan yang di lakukan oleh jari-jari Davies. Tidak terasa makanan pun sudah tidak tersisa. Saat Sana akan mengembalikan tempat makan ke tempat semula, Davies dengan tiba-tiba memegang tangan Sana membuat Sana sedikit terkejut.


“Kau cepatlah bersiap.“ Ucap Davies sambil melepaskan tangan Sana yang ia genggam.


“Apa kita akan pergi Tuan?” Tanya Sana penasaran.


“Ya, semua pakaian mu sangat norak. Mata ku sakit melihatnya.” Ucap Davies sambil melongos pergi.


Apa hubungannya dengan pertanyaan ku barusan? Terserah anda saja Tuan Muda.


Sana masih mematung di tempatnya lalu turun ke bawah. Davies berada di ruang kerja nya bersama asisten Sam untuk membahas seputar pekerjaan dan beberapa pertemuan yang tertunda kemarin. Sudah 3 jam berlalu mereka masih berada di ruangan itu dengan hanya berfokus pada laptop dan beberapa tumpukan berkas. Setelah selesai, Davies pun keluar dari ruangan nya dan berjalan menuju lift di ikuti asisten nya dari belakang. Mansion Davies memang terdapat lift karna mansion ini sangat luas ukuran nya. Akan sangat merepotkan berjalan dengan tangga. Pintu lift pun menutup dan asisten Sam memencet tombol B yang artinya lantai bawah.


“Tuan, nona Sana sudah berada di dalam mobil Tuan.” Ucap asisten nya saat pintu lift sudah terbuka namun tidak ada jawaban yang keluar dari Davies.


Davies dan Sana sudah berada di dalam mobil di mana mereka duduk bersebalahan di kursi belakang dan asisten Sam di depan yang mengemudikan mobil BMW 730Li hitam milik Tuan nya. Di ikuti oleh beberapa body guard di belakang yang mengikuti mobil Tuan nya. Selama di perjalanan aura dingin menyelimuti ruangan di mobil mewah tersebut. Untuk bernafas saja rasanya sulit untuk Sana apalagi mengeluarkan suara. Sana tidak berani untuk mengeluarkan sepatah kata pun dan memulai obrolan pada Davies, jadi dia memutuskan untuk mengajak berbicara pada asisten Samuel. Lebih tepatnya sedikit meminta bantuan.


“Asisten Sam bolehkah saya meminta sedikit bantuan pada anda.” Ucap Sana sedikit ragu-ragu untuk berbicara.


Davies terlihat kesal dengan ucapan Sana dan Samuel menyadari itu. Tentu saja karna Sana lebih memilih meminta bantuan pada sekertaris nya dari pada diri nya.


“Tuan Muda orang yang berkuasa di Negara ini nona. Tuan yang bisa melakukan apapun, jika nona ingin nona bisa meminta itu pada Tuan Muda. Saya hanya melakukan apa yang Tuan perintahkan.” Jawab Samuel panjang lebar.


Males banget tapi mau gimana lagi huhhh.


“Tuan bisakah Tuan membantu saya.” Ucap Sana sambil melirik sekilas pada Davies.


“Hmmm.” Hanya itu yang keluar dari mulut Davies.


“Saya minta tolong agar Tuan bisa membantu saya mendapatkan keterangan izin untuk saya karna hari ini saya tidak berangkat bekerja.” Sana yakin pasti Davies bisa melakukan itu dengan kekuasaan nya. Lagi pula dia bolos hari ini bukan karna keinginan nya, tapi karna Davies sendiri yang melarang Sana pergi ke rumah sakit tempat ia bekerja.


“Sam.” Ucap Davies.


“Baik Tuan.” Jawab Samuel yang mengerti apa yang di maksud Tuan nya. Dan Sana pun mengerti apa yang terjadi barusan.


“Terima kasih Tuan.” Ucap Sana sambil tersenyum.


“Hmmm.”


Tiga puluh menit berlalu mereka telah tiba di mall. Semua pegawai di sana menyambut kedatangan Tuan Muda Dawson. Mall tersebut merupakan anak perusahaan milik Davies jadi tidak heran jika saat ini sangat sepi tidak ada pembeli yang datang. Hanya pegawai yang ada dan manajer di sana yang akan melayani Davies.


“Selamat datang Tuan Muda.” Ucap sang manajer mall sambil menunduk tanda hormat di ikuti para pegawai yang sudah berbaris rapi menyambut mereka.


Davies berjalan bersama Sana di ikuti asisten Sam, manajer, beberapa body guard dan pelayan di belakangnya. Davies memilih ke tempat pakaian wanita dengan merk bertuliskan Chanel dan di ikuti Sana di sampingnya. Pelayan wanita menyambut kehadiran nya dan membantu Sana memilih pakaian yang cocok untuk di kenakan di badan Sana. Cukup banyak yang di pilih para pelayan atas perintah Davies. Lalu Sana mencoba beberapa pakaian yang akan ia kenakan untuk saat ini. Sudah beberapa gaun yang di coba Sana tapi di tolak Davies.

__ADS_1


“Sangat jelek!”


“Terlalu terbuka!”


“Tidak cocok!”


“Ganti yang lain.”


“Aku tidak suka.”


Huhhh emosi Sana sudah memuncak karna Davies menyuruh nya ganti dan ganti lagi.


“Gaun seperti apa yang anda inginkan Tuan.” Ucap Sana dengan penuh penekanan.


Para pelayan di sana cukup kaget mendengar omongan Sana karna tidak ada yang berani melawan ucapan Tuan Muda Dawson. Mereka mengira-ngira siapa wanita yang di bawa oleh Tuan Muda. Mungkin saja salah satu wanita simpanan. Davies sering sekali masuk berita utama. Selain berita mengenai bisnis yang di jalankan Davies, ia juga sering mendapatkan rumor kencan dengan banyak wanita. Namun siapa yang tahu bahwa Davies sama sekali tidak memiliki hubungan istimewa dengan wanita di luar sana karna Davies tidak suka di sentuh oleh siapa pun.


“Pakaikan pakaian yang pertama untuk nya.” Ucap Davies.


Jika yang di pilih yang pertama untuk apa aku harus mencoba yang lainnya Tuan!!!


Gaun yang di kenakan Sana saat ini adalah gaun di bawah lutut dengan lengan pendek berwarna putih tulang dengan sedikit aksesoris mutiara di bagian atasnya sehingga membuat Sana cukup anggun, elegan, dan tenang.


Davies POV


Mengapa si gembel sangat cantik!! Semua pria pasti akan tergoda!!


“Sangat jelek.” Ucapnya.


Pakaian kedua


Apa-apaan pakaian ini sangat terbuka!! Bahu, punggung, leher nya terekspos jelas dan lihatlah belahan nya….


“Terlalu terbuka!! Ganti yang lain.”


Sana sudah berkali-kali berganti pakaian sehingga membuat nya lelah dan kesal.


Mengapa tidak ada gaun yang terlihat jelek untuk nya. Semua yang dicoba membuat dia terlihat sangat cantik. Siall!!!


Author POV


Akhirnya gaun yang di kenakan Sana adalah yang pertama. Sana sudah selesai memilih beberapa pakaian untuk mengganti pakaian yang sudah di buang oleh para pelayan di mansion. Tentu saja pelayan di sana di suruh oleh Tuan Muda. Alasannya pasti karna mata Davies sakit melihat barang-barang murah membuat Sana ingin memarahi Davies. Tapi itu hal gila yang tidak mungkin ia lakukan. Setelah beberapa lama mereka berada di mall, akhirnya Davies memutuskan untuk kembali ke mobil nya. Di dalam perjalanan Sana hanya sibuk dengan pikiran nya sendiri dan berfokus pada pemandangan malam kota.


Bukankah langsung pulang ke rumah, mengapa harus mengenakan gaun segala. Ehhh tapi ini tidak menuju arah pulang. Mau kemana ini.


“Tuan apakah kita akan ke suatu tempat lain lagi?” Tanya Sana penasaran. Berharap bahwa Davies akan menjawab nya. Tapi yahhh kalian tahu sendiri lahh.

__ADS_1


“Hmm.”


“Kemana itu Tuan?” Sana mencoba bertanya sekali lagi.


“Hmmmm.”


Hmmm? Hmmm apa Tuan!! aku sama sekali tidak mengerti jawaban mu!! Akan ku balas kau Tuan Muda haha.


“Apa saya sangat cantik hari ini Tuan?”


“Hmmm.”


“Terima kasih Tuan.” Ucap Sana sambil tersenyum manis. Samuel yang memperhatikan interaksi Tuan nya dengan Nona nya sedikit senang tapi tidak ia tunjukan. Davies baru menyadari apa pertanyaan dari Sana.


Siall!! Wanita ini sedang mempermainkan ku!!


“Kau berani sekali bermain dengan ku hmm.” Ucap Davies sambil memegang dagu Sana dan smirk terlihat jelas dari wajah nya membuat Sana merinding ketakutan.


“Maaf Tuan, saya hanya ingin di perhatikan oleh anda saja.” Jawab nya dan mencoba tersenyum paksa.


“Benarkah?” Davies mendekatkan wajah nya dengan Sana membuat wajah Sana sangat merah.


“Kenapa wajah mu sangat merah?” Lanjut Davies sedikit menggoda Sana. Davies sangat senang melihat ekspresi Sana saat ini.


“Apa kau sakit?” Bisik Davies di dekat telinga Sana. Sana mendorong jauh tubuh Davies yang sudah sangat dekat dengan nya.


“Tttidak Tuan, cuaca nya sedikit panas malam ini.” Ujar Sana memberi alasan klasik.


Padahal cuaca malam ini sangat dingin tapi Sana merasakan panas yang tiba-tiba menjulur ke area tubuh nya akibat perlakuan Davies barusan. Lalu keheningan kembali lagi. Sana memutuskan untuk bertanya pada asisten Sam saking penasaran nya, tapi Tuan Muda hanya menjawab hmmm dan menggoda nya.


“Asisten Sam, kemana kita akan pergi?” Tanya Sana penasaran.


“Restoran federick Nona, Tuan dan Nona akan makan malam.” Hanya O ria respon dari Sana tanda ia sudah mengerti.


Tunggu!! Apakah ini kencan pertama aku dengan Tuan Muda?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


^^^~^^^


^^^~^^^


^^^~^^^


^^^Mohon dukungannya 💜^^^

__ADS_1


__ADS_2