Cinta Tuan Muda Sombong

Cinta Tuan Muda Sombong
Kucing VS Harimau


__ADS_3

“Bukan begitu maksud saya Tuan.”


“Maksud mu aku yang salah gitu.” Davies menyingkirkan tangan Sana dengan sedikit menendang nya.


“Tidak Tuan, anda selalu benar. Saya yang salah. Sebenarnya saya hanya mengagumi wajah Tuan. Sayangkan kalo mata saya menyia-nyiakan pemandangan yang tidak bisa orang lain lihat.”


Hadehhh pen muntah anjierrr


“Wajah ku memang sangat enak di lihat, tapi wajahku ini sangat mahal asal kau tahu.” Ucap Davies sambil berjongkok lalu memegang dagu Sana.


“I i iya saya tahu Tuan.” Jawab Sana gugup.


“Jadi kau harus membayarnya.” Davies menunjukkan smirk untuk menggoda Sana.


“Tapi saya tidak punya uang Tuan.”


“Kau ini sudah jelek miskin pula. Baiklah kau tidak harus membayar nya dengan uang.” Davies pun berdiri kembali.


“Berdiri.” Dan Sana pun berdiri.


“Peluk aku!!” Lanjut Davies.


Apa?!! Tuan apa Tuan sudah gila?!!


“Kau tidak ingin?!” Bentak Davies.


“Tidak Tuan, akan aku lakukan.”


GREBB


Sana pun memeluk Davies. Entah mengapa Davies rasanya langsung mendapatkan perasaan yang berbeda.


Kenapa jantung ku kencang sekali. Apa aku punya serangan jantung dadakan. Sepertinya harus di cek besok.


“Ttapii Tuan… mengapa anda ingin memeluk ku.” Wajah Sana menengadah ke atas melirik Davies.


“Hey kau yang ingin memeluk ku bukan aku!!”


Siapa yang ingin memeluk mu Tuan!!


“Kau tergila-gila pada ku jadi aku sedikit kasihan pada mu dan aku mengabulkan permintaan mu.” Lanjut Davies.


Wah benar-benar narsistik. Siapa juga yang tergila-gila pada mu.


“Iya Tuan anda sangat murah hati. Saya sangat menyukai ini. Tapi bisakah anda melepaskan saya sekarang. Saya bisa pingsan saking senang nya.” Davies pun melepaskan pelukan nya.

__ADS_1


“Aku ingin makan.” Davies pun duduk sofa.


Lalu aku harus apa? Kau ingin makan ya tinggal makan, apa susah nya. Makanan sudah di depan anda Tuan Muda.


“Kau tidak dengar? Suapi aku!!" Bentak Davies.


“Baik Tuan.” Sana pun mulai menyuapi Davies.


“Rasanya sangat aneh.” Ucap Davies setelah mendapatkan suapan dari Sana.


“Aneh bagaimana Tuan, apakah sudah dingin makanannya? Tapi baru saja dibuat.” Jawab Sana.


“Maksud ku rasanya, coba kau rasakan sendiri.” Davies menyendok makanan nya dan menyodorkan pada Sana. Sana pun menerima suapan dari Davies.


“Wah kau mengambil keuntungan dari ku. Bibir mu sangat nakal sekali. Kau ingin mencium ku ya.” Davies tersenyum mengejek.


Uhuk uhuk


Disini yang benar-benar gila siapa sebenarnya!! Tapi benar juga, secara tidak langsung… Ciuman?? Heyy mana mungkin.


“Tapi Tuan itu sama sekali bukan termasuk ciuman.” Sanggah Sana.


“Lalu seperti apa ciuman yang sesungguhnya hmm.” Goda Davies sambil tersenyum miring dan mulai mendekatkan wajah nya pada Sana.


Sana pun terkejut lalu terjungkal ke belakang saking dekat nya wajah mereka. Lalu tawa Davies pun meledak. Dan wajah Sana terlihat sangat merah akibat yang di lakukan Davies.


“Matikan lampunya, aku ingin tidur.” Lanjutnya.


“Baik Tuan.”


...----------------...


Pagi harinya saat Sana bangun, dia tidak melihat Davies. Davies sudah berangkat sejak tadi pagi karna ada meeting dadakan dengan klien nya di luar kota. Sana pun turun ke bawah.


“Pak Joko, Tuan Davies sudah berangkat sejak kapan pak?” Tanya Sana.


“Tuan sudah berangkat sekitar sejam yang lalu Nona. Asisten Sam bilang kata nya Tuan harus ke luar kota dan pulang 3 hari lagi.” Jawab pak Joko.


Yesss akhirnya aku bisa bebas.


“Sarapan dulu Nona.” Lanjut pak Joko.


“Saya sepertinya tidak akan sarapan di sini pak, sudah tidak sempat. Paling saya akan membawa makanan saja.”


Sana menyiapkan bekal untuk di bawa ke rumah sakit karna Sana tidak sempat untuk sarapan. Setelah itu Sana pun kembali ke atas untuk bersiap-siap. Setelah beberapa saat Sana selesai bersiap, dia pun memesan gojek. Tidak lama kemudian gojek pun sudah tiba di depan gerbang. Sana pun turun ke bawah.

__ADS_1


“Pak Joko saya berangkat dulu.” Ujar Sana.


“Iya Nona hati-hati di jalan.” Jawab pak Joko.


“Selamat pagi semuanya.” Kepala pimpinan rumah sakit memulai pembicaraan di depan semua dokter yang ada di aula. Semua dokter di kumpulkan di sana dan mereka belum tahu pengumuman apa yang akan di sampaikan oleh atasan mereka.


“Pasti kalian belum tahu tujuan dikumpulkannya kalian di aula ini. Saya ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian.” Orang yang di bicarakan kepala pimpinan rumah sakit itu berjalan ke depan.


“Dia adalah Dr. Alex Reymond, putra pertama saya yang baru kembali dari Inggris. Dokter Alex ini adalah dokter spesialis jantung, sebelumnya dia bekerja di rumah sakit besar inggris selama setahun ini dan saya ingin dia kembali ke Indonesia untuk mengabdikan dirinya di rumah sakit milik keluarga nya. Selain itu saya akan mengumumkan bahwa ia akan saya angkat sebagai wakil pimpinan di rumah sakit ini. Jadi jika saya ada urusan di luar sana, dokter ini yang akan memegang keputusan dan kendali di rumah sakit ini.” Ucapnya.


“Selamat pagi semuanya, perkenalkan nama saya Alex Reymond seperti yang sudah ayah saya kenalkan tadi pada kalian. Kalian bisa memanggil saya dokter Alex. Mohon kerjasama nya dengan kalian semua dan bimbingan nya pada dokter senior yang ada disini. Terimakasih.” Ucap Alex dengan membungkukkan badan nya.


“Baiklah sekian pengumuman dan perkenalan nya, terima kasih untuk semua dokter yang telah hadir pagi hari ini. Silahkan menikmati hidangan yang telah di sediakan dan semangat bekerja untuk kalian semua. Saya tidak bisa berlama-lama di sini, saya pamit undur diri terlebih dahulu karna ada beberapa urusan penting.” Ucap Dr. Syarif Reymond atau kepala pimpinan RS sekaligus meninggalkan aula disana.


Para dokter pun menuju hidangan yang di sediakan. Beberapa dokter senior mendekati dokter Alex. Mereka berbincang-bincang membahas banyak hal.


“Dr. Alex terlihat sopan ya, udah gitu ganteng banget lagi wah gila sihhh ga bakal bosen gue kerja seharian.” Ujar Nita seketika.


“Bisa jadiin gebetan baru gue nih.” Tasya pun ikut-ikutan.


“Apaan sih kalian kurang profesional banget. Mending kita ambil makan yang banyak, kebetulan aku belum sarapan nihh.” Timpal Sana.


“Ihhh nanti dulu napa, makan mulu lo mah San. Lihat tuh dokter Alex lagi sendirian, ayo kita salaman sama dokter ganteng mumpung ada kesempatan.” Ucap Tasya sambil menarik Sana yang juga di tarik Nita.


“Engga deh, aku ga ikutan. Kalian berdua aja sana, aku mau makan, lapar.” Tapi percuma saja Sana berontak karna tenaga nya tidak bisa mengalahkan tenaga 2 wanita ini. Lalu mereka bertiga sudah sampai di depan dokter ganteng dan Tasya memulai pembicaraan terlebih dahulu.


“Selamat pagi dok, boleh kami perkenalkan diri kami dok?” ucap Tasya.


“Ohh iya tentu saja boleh, silahkan.” Jawab Alex sambil tersenyum.


“Kami dokter magang di sini, kami bertiga baru saja selesai koas. Kami kuliah di universitas yang sama yaitu di Universitas Indonesia. Nama saya Tasya Antasari.” Ucap Tasya sambil mengulurkan tangan nya.


“Nama saya Nita Veronika.” Menyerobot tangan Alex dari Tasya.


“Dan teman kalian satu lagi?” Tanya Alex.


“Ohh dia nama nya Sana Ste… Aww.” Tasya sedikit mendelik pada Sana karna tiba-tiba saja dia mencubit pinggang nya.


Sebenarnya Sana tidak ingin orang asing mengetahui siapa Sana sebenarnya. Hanya beberapa teman dekat nya saja yang mengetahui nama belakang Sana.


“Dokter bisa panggil saya dokter Sana, dok.” Ujar Sana.


Tasya dan Nita banyak bercakap-cakap dan sesekali tertawa bersama Alex, sementara Sana hanya menyimak dan sesekali bicara sedikit. Sana sebenarnya mudah bergaul dengan siapa saja, tapi disini kondisinya berbeda, dia harus bisa membatasi antara pekerjaan dengan sifat bergaul nya itu. Sana tidak ingin di gosipkan yang tidak-tidak. Lalu Sana meminta izin untuk mengundurkan diri karna dia sedikit lapar yang kemudian mereka bertiga pun juga ikut untuk mengambil hidangan. Sana mengambil menu umum seperti nasi, rendang, dan capcay. Ia juga mengambil air minum. Sana mencari tempat duduk untuk makan lalu mereka bertiga juga ikut duduk bersama Sana. Sebenarnya Sana agak risih dengan adanya Alex karna beberapa dokter senior menatap ke arah mereka. Setelah makan, Alex izin untuk keluar dari aula. Dan beberapa saat kemudian semua dokter meninggalkan aula setelah selesai menikmati hidangan.


Sana kembali berkutat dengan tugas nya di IGD hingga sore hari jam kerja nya selesai. Ia menangani pasien terakhir kemudian mencuci tangan nya dengan disinfektan. Ia membereskan stetoskop dan snelli nya ke dalam tas nya. Sana bergegas keluar menuju depan parkiran untuk mencari taksi yang lewat.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2