Cinta Tuan Muda Sombong

Cinta Tuan Muda Sombong
Pertemuan


__ADS_3

Sana mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal.


+62…123


Selamat siang nona Sana, saya Samuel asisten dari Tuan muda Davies ingin memberi tahu anda untuk datang ke Dawson Company nanti jam 13.00 karna ada hal yang perlu di bicarakan. Anda harus datang tepat waktu karna Tuan tidak pernah menunggu walau hanya 1 detik.


Sana mendengus setelah membaca pesan yang sepertinya nomer dari asisten pria yang akan menjadi suami nya itu. Pesan itu seolah-olah menggambarkan sifat pria arogan yang menyebalkan. Meskipun pesan itu dari asisten nya, tapi karakter seorang bawahan tidak akan beda jauh bukan dari atasan nya. Yang pasti pesan itu suruhan boss nya dan apa dia bilang “Tidak pernah menunggu 1 detik pun?”


“Wah benar-benar pria gila, mana ada orang tidak pernah menunggu.” Ucap Sana dengan kesal.


“Dan lagi itu kan hanya 1 detik, dasar tidak sabaran. Segitu tidak sabar nya kah bertemu denganku.” Lanjut Sana dalam pikiran nya lalu dia terkekeh geli memikirkan yang ia ucapkan barusan.


...----------------...


“Selamat siang mba, ada yang bisa saya bantu.” Tanya sang sekertaris.


“Saya ada janji dengan Tuan Davies Dawson, dia menyuruh saya untuk masuk ke ruangan nya.” Jawab Sana.


“Sebentar nona, akan saya hubungi Tuan Dawson terlebih dahulu.” Lalu sekertaris itu pun langsung menghubungi atasan nya.


“Mari saya antar nona.”


Sekertaris itu pun langsung mengetuk ruangan bos nya. Sana masuk ke dalam dan di sana terlihat seorang pria seperti lukisan yunani yang terukir dalam wujud manusia. Sana sangat terpesona dengan ketampanan pria didepan nya yang sedang berkutik dengan keyboard di depan nya. Tangan nya yang lentik mengetik dengan lihai dan lugas seperti seorang seniman yang sedang membuat sebuah karya. Mata nya yang indah dengan sedikit bulu mata dan warna mata yang khas kebiruan lebih tertarik dengan tulisan yang berada di layar komputer nya. Serta tidak kalah dengan wajah nya yang nyaris sempurna dengan hidung sangat mancung dan kaca mata yang menempel membuat pria itu terlihat sangat seksi, dan lagi bahu nya yang kebesaran dari kursi nya. Lamunan Sana hilang seketika saat terdengar suara yang memecah keheningan saat itu juga.


“Nona silahkan masuk.” Ternyata suara asisten pribadi Tuan muda.


Lalu Tuan muda itu langsung beranjak dari tempat duduk nya. Sana sudah duduk di tempat nya. Sana merasa sedikit takut karna dia seperti sedang di ruangan bersama seekor binatang buas yang sudah siap menerkam nya.

__ADS_1


Asisten itu langsung menyodorkan beberapa tumpuk berkas.


"Mohon anda baca semuanya nona, ini adalah beberapa berkas yang isinya perjanjian surat nikah di mana Tuan muda sebagai pihak pertama dan anda pihak yang bersangkutan.” Sana langsung menerima kertas yang di sodorkan asisten Tuan muda.


“Dan ini sisanya adalah berkas yang berisi hal apa saja yang boleh dan tidak boleh anda lakukan setelah menikah dengan Tuan muda.” Lanjut sang asisten.


“Nona sebagai pihak yang bersangkutan hanya bisa mengisi 3 syarat saja.” Lanjutnya lagi.


Rasanya Sana ingin menjerit seketika untuk berontak. Namun tidak tahu kenapa rasa takut nya menuntun nya untuk diam. Dia menarik perkataan nya lagi bahwa orang di depan nya sangat sempurna. Ternyata Tuan muda sangat menyebalkan dan otoriter, sifat nya sangat buruk. Davies hanya diam saja karna dia sangat tidak tertarik dengan hal di depan nya. Dia mempercayakan segala sesuatunya pada asisten nya karna asisten kepercayaan nya tidak akan membiarkan kehidupan Davies Dawson tidak berjalan mulus.


“Baik saya akan terima itu, 3 syarat dari saya bukan. Pertama saya ingin saya tetap bekerja karna saya sudah menyelesaikan koas saya dan saya mendapatkan panggilan dari rumah sakit untuk bekerja disana lalu…”


“Nona masih bisa bekerja, tapi nona harus ingat kewajiban yang harus anda lakukan. Sebelum Tuan ada di rumah besar, nona harus sudah ada di sana.” Ucap asisten itu dengan memotong kalimat Sana yang nyaris terucapkan.


“Iya akan saya usahakan.” Jawab Sana.


Samuel sempat melihat sekilas ekspresi Tuan nya dan terlihat jelas bahwa Tuan nya sangat tidak suka dengan orang yang menentang nya.


Berani sekali dia membantah perintah Tuan ku. Ucap Samuel dalam hati dengan kesal.


“Baiklah saya sudah mengerti. Syarat kedua saya ingin agar berbeda kamar dengan Tuan muda.”


“Saya rasa tidak bisa nona karna anda harus melayani Tuan kapan pun itu. Anda tenang saja karna Tuan Muda tidak akan tertarik sedikit pun pada nona.” Dengan senyuman sedikit menyungging yang sebenarnya tidak terukir jelas, tapi menurut Sana itu sangat jelas merupakan senyuman ejekan yang di berikan untuk dirinya.


Sialan dasar asisten kompleks. Ucap Sana dalam hati.


“Namun anda tenang saja, kita bisa mengganti itu dengan pisah ranjang. Bagaimana apa anda setuju.” Lanjut asisten Sam.

__ADS_1


“Saya rasa tidak ada pilihan lain selain itu. Dan yang terakhir saya tidak ingin ada hubungan intim selama pernikahan.”


“Lancang sekali kau, kau pikir aku mau menyentuh mu. Penampilan, tubuh, dan wajah mu saja aku tidak tertarik. Bahkan melihat mu saja sangat memuakkan.” Ujar Davies dengan sedikit emosi dan mengejek Sana.


“Terimakasih Tuan sudah tidak tertarik pada ku. Aku hanya takut saja kau tidak bisa menahan untuk jatuh cinta pada ku karna aku orangnya sangat menarik.” Dengan senyuman getir yang di paksakan oleh Sana.


Cih Pikir Davies.


Setelah selesai dengan diskusi pertemuan mereka, Davies langsung meninggalkan Sana di ruangan tersebut sendirian. Tidak lama kepergian Davies, Sana juga ikut keluar karna urusan nya udah selesai dan dia ada beberapa urusan lain. Saat menunggu taksi yang dipesannya di depan perusahaan Davies, tiba-tiba ada seorang pria yang sepertinya Sana kenal. Dan benar saja ternyata ia memang mengenal pria tersebut.


“Ren!” Panggil Sana dengan sedikit teriak karna jarak antara Sana dengan pria itu cukup jauh. Lalu pria yang di panggil Ren pun menoleh mencari suara yang keluar. Sana menghampiri pria itu dengan sedikit berlari kecil.


“Sana, kamu Sana Stewart kan. Beneran kamu San.” Ucap pria itu dengan tidak percaya.


“Aku kira kamu tadi siapa, gimana kabar mama papa kamu Ren.” Kata Sana.


“Mereka sehat. Kabar kamu gimana, lama banget udah ga ketemu.”


“Aku baik ko, btw ngapain kamu disini Ren?” Tanya Sana sedikit bingung.


“Aku kerja disini San, bagian pemasaran.” Jawab pria itu.


Tidak lama kemudian taksi yang Sana pesan pun sudah datang.


“Taksi ku udah datang tuh Ren, aku duluan dulu ya dan sukses buat kamu.” Ujar Sana dengan senyuman yang terukir di wajah manis nya.


Saat Sana akan masuk tiba-tiba pria itu memanggil nya dan meminta nomer Sana agar bisa berhubungan lagi seperti dulu. Sana pun memberikannya karna pria itu adalah sahabat sejak kecil nya dulu. Pria itu adalah Reno Andri, sahabat masa kecil nya sejak awal SMP hingga akhir SMA. Bahkan mereka 6 tahun selalu satu kelas dan ya akhirnya mereka duduk sebangku karna sudah saling kenal. Karna saking lengketnya persahabatan mereka, banyak gosip tersebar bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Reno sangat baik pada Sana, dia selalu membela Sana saat Sana diganggu oleh gengnya Karina (anak bibi nya). Sana sangat senang akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan sahabat lama nya itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2