Cinta Tuan Muda Sombong

Cinta Tuan Muda Sombong
Aktifitas Seperti Biasa


__ADS_3

“Huhhh oke oke.” Nita menarik napas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya.


“Jadi lo sama Tuan Muda bagaimana?” Lanjut Nita.


“Bagaimana apanya?” Tanya Sana tidak mengerti.


“Hubungannya SANAAAA!!” Ucap Nita sambil memberi penekanan.


“Ooohh… Ya ngga gimana-gimana. Emangnya harus gimana?” Kata Sana santai.


“Ya maksudnya kalian saling mencintai ngga dan yang paling penting gimana malam pertama bersama seorang Tuan Muda tampan.” Nita mulai membayangkan hal yang sedikit kotor.


“Ihhh apaan sih Nit, kamu mikir apaan coba. Dasar ngawurrr.” Sana menoyor kepala sahabat nya itu.


“Gue kan penasaran banget San soal itu.” Kata Nita memanyunkan bibir nya.


“Yodah deh gue nanya yang lain aja. Kalian saling cinta kaga terus gimana tuh awal mula lo sama Tuan Muda bisa ketemu sampe nikah segala. Ceritain yang lengkap pokoknya gue mah titik.” Lanjut Nita.


“Baik baik aku ceritain dari awal tapi janji ya jangan ember kamu Nit.” Mata Sana memberi isyarat pada Nita untuk menyetujui nya.


“IIHHH emangnya gue Tasya apa, lo mah suka kaya gitu.” Muka Nita sedikit kesal namun seolah-olah hanya dibuat-buat saja.


“Makanya janji dulu ya… Hmmm?”


“Iya iya gue janji, buruan cerita.”

__ADS_1


Setelah Nita mengatakan hal itu membuat Sana mulai menceritakan apa yang Nita minta.


“Ga ada yang spesial sih dari hubungan aku sama Tuan Davies dan sebelumnya juga kita belum pernah ketemu. Alasan kita nikah ya karna kerja sama antar perusahaan aja dan karna perusahaan keluarga aku bangkrut. Tapi aku juga heran sih kenapa bisa seorang Tuan Muda menyetujui hal itu karna dengan kekayaan yang dimiliki keluarga Dawson untuk apa menikah dengan ku yang adalah seorang wanita yang tidak ada apa-apanya. Tuan Muda bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dan terpandang statusnya kan.” Kata Sana panjang.


“Lo emang ada benarnya juga sih San tapi lo jangan merendahkan diri lo sendiri kali. Mungkin karna lo itu cantik, manis, baik, mandiri, pekerja keras, dan beda dari cewe di luar sana makanya hal itu membuat Tuan Muda memutuskan untuk membantu keluarga lo dan setuju menikahi lo San. Gue sebagai sahabat lo juga bangga banget ko bisa kenal dan berhubungan baik sama lo.” Nita tersenyum pada sahabat nya itu untuk meyakinkan Sana bahwa Sana sangat pantas untuk suami nya itu.


“Kamu deskripsikan aku terlalu bagus tau Nit, apa ga berlebihan haha.” Sana terkekeh kecil dan mereka berdua tertawa bersama menikmati percakapan yang sedang terjadi dengan sedikit candaan.


Jam makan pun sudah usai dan mereka mulai kembali untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Di IGD mereka sibuk dengan pasien nya masing-masing dengan dibantu oleh para perawat. Sana fokus menangani pasien akibat kecelakaan tabrak lari yang dibantu oleh dua orang perawat. Pasien tersebut mengalami luka-luka cukup parah dengan sedikit patah tulang dan juga mengalami pendarahan di bagian tubuh nya yang cukup banyak. Saat itu juga hal pertama yang Sana lakukan adalah sesegera mungkin menghentikan pendarahan si pasien agar pasien tersebut tidak kehabisan darah.


Sana berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk mengambil tasn nya di ruang loker, jam kerja nya sudah selesai hari ini. Sana keluar dan menuju area parkir. Sana melihat ada seseorang sedang kebingungan seperti mencari sesuatu di area parkir. Ia mendekati orang tersebut dan teryata orang itu adalah dokter Alex.


“Dokter Alex? Anda sedang mencari apa dok?” Tanya Sana.


“Eehhh Sana… Saya lagi cari hand phone saya nih, sepertinya terjatuh pas saya mengambil dompet tadi di tas. Saya sudah cari kemana saja ga ketemu jadi saya coba cari di sini.” Alex melihat Sana sekilas lalu ia mulai mencarinya lagi.


“Kamu bukannya sudah siap mau pulang ya?” Alex bertanya pada Sana karna Sana biasanya selalu berangkat dan pulang tepat waktu.


“Hmm iya memang benar tapi kebetulan gojek saya masih belum datang jadi jika anda butuh bantuan saya bisa dok.”


Sana menunjukkan pesanan gojek nya pada Alex yang terlihat di layar hand phone nya. Hal itu membuat Alex mengangguk dan Sana mulai membatu Alex mencari hand phone nya. Tidak butuh waktu lama, Sana sudah berhasil menemukan hand phone Alex.


"Dok apa ini ponsel anda?" Tanya Sana untuk meyakinkan apakah benar itu milik Alex.


"Wahhh iya benar itu punya saya. Bagaimana caranya kamu bisa menemukan barang yang hilang dengan cepat." Pertanyaan aneh Alex membuat Sana tertawa dan membuat Alex kebingungan apa yang salah dengan pertanyaan nya.

__ADS_1


"Kamu kenapa ketawa? Apa ada yang salah dengan pertanyaan saya?" Tanya Alex heran.


"Tidak ada dok tapi saya baru dengar pertanyaan seperti itu." Ucap Sana sambil menahan tawa nya.


Alex yang melihat hal itu merasa bahwa Sana sangat manis. Sejak pertama Alex berkenalan dengan Sana, ia merasa sedikit penasaran akan sosok Sana. Alex merasa tertarik dan hal itu membuat ia sering memperhatikan Sana. Alex sedikit mengerti menganai Sana akan kepribadian nya namun ia masih tidak terlalu tahu tentang diri Sana sebenarnya. Ia ingin mengenal Sana lebih jauh lagi tapi ia tidak ada keberanian untuk mendekati Sana. Dia merasa mungkin lebih baik pelan-pelan saja untuk saling mengenal. Jika sudah waktunya dan hati nya memantapkan pilihan, Alex akan mengungkapkan hal itu pada Sana.


Gojek yang di pesan Sana pun sudah tiba dan Sana berpamitan pada Alex untuk pulang duluan.


"Dokter Alex saya pulang dulu ya."


Sana tersenyum dan melambaikan tangan nya dan berjalan menjauhi Alex. Alex yang melihat Sana semakin jauh merasa sedikit sakit karna ia sangat senang jika berada di dekat Sana. Ia sangat nyaman ketika berinteraksi dengan Sana. Menurut nya Sana adalah wanita misterius yang menyembunyikan jati diri nya. Dari kejauhan Alex melihat Sana yang sedang memakai helm kemudian duduk di belakang tukan gojek itu. Tidak lama kemudian gojek itu pun sudah menjalankan motor nya dan mulai pergi dari area parkir rumah sakit.


Jalanan saat ini cukup macet sehingga perjalanan yang di tempuh Sana membutuhkan waktu cukup lama. Sana sudah tiba di gerbang mansion nya. Dan mulai memasuki mansion tersebut. Di sana Sana disambut oleh pelayan wanita yang biasanya melayani Sana.


"Nona apa anda ingin segera mandi?" Tanya sang pelayan.


"Nanti saja saya bisa menyiapkan sendiri bi." Ucap Sana sambil tersenyum.


Sana tidak mau di layani layaknya ia seorang raja. Dan juga pelayan wanita itu lebih tua dari nya dan malah seumuran nenek nya namun lebih muda sedikit. Hal itu membuat Sana sungkan untuk memerintah. Lagi pula jika ia ingin mandi ia hanya akan mandi, tidak perlu seorang pelayan untuk membantu nya.


...****************...


Holllllaaaa🥺🥺🥺


Happy Reading guys semoga sukaaaa🙏🙏

__ADS_1


Kirain gada yang nungguin 😅 makasih loh ya guyssss


__ADS_2