
malam yang gelap kini sudah berganti menjadi pagi yang cerah . hari ini adalah Minggu , tidak ada kegiatan apa pun . semua penghuni di kediaman Anggata masih terlelap dalam mimpi mereka , bagaimana tidak . semalam mereka tidur agak larut terutama Andra dan Clara . mereka masih sangat nyaman bermain di alam mimpi nya . kecuali para pelayan yang sedang sibuk membereskan bekas pesta semalam .
Amara yang dari semalam tidak bisa tidur karena perutnya sangat tidak nyaman . dan jam 4 pagi dia baru bisa terlelap , namun baru saja terlelap selama satu jam . tiba-tiba saja gejolak di perutnya semakin tak tertahankan , dia merasakan sesuatu mengalir dari arah selengkangan nya . Amara yang merupakan seorang dokter kandungan sangat paham jika sudah begini , berarti dia akan segera melahirkan.
ya Tuhan, ketubanku telah pecah . aw.. perutku sakit sekali. pa.. papa bangunlah pa . duh sakit banget . paa. bangun ... Amara membangunkan suaminya yang masih terlelap sambil merintih kesakitan .
ya ampun sayang .. kamu kenapa . kamu mau melahirkan . tanya Erik Sangat panik dan mendapatkan anggukan dari Istrinya . tanpa menunggu lebih lama , Erik langsung mengendong tubuh Amara dan bergegas membawa nya ke RS . tak lupa sebelum pergi Erik telah menelfon dokter yang akan menangani istrinya melahirkan dan menyuruh pelayan membangunkan Mely juga Andra .
para pelayan membantu memasukkan persiapan Amara ke mobil dan tak menunggu anggota keluarga lain bangun , Erik langsung tancap gas ke RS .
salah satu pelayan pergi memanggil Mely yang merupakan ibu dari amara . tok..tok...tok.. " nyonya bangunlah . nyonya " . Mely membukakan pintu untuk pelayan Rumah nya meskipun dia masih sangat ngantuk .
ada apa Siti , apa ada masalah . tanya Mely dengan mata yang masih sangat ngantuk , semalam dia juga tidur agak larut .
maaf nyonya menganggu tidur anda . saya cuma mau menyampaikan kalau nyonya Amara mau melahirkan dan sudah di bawah ke rumah sakit oleh tuan Erik barusan . ucap sang pelayan .
oeh ..Amara akan melahirkan , baguslah . ucap Mely singkat membuat pelayan nya bingung .
" kenapa nyonya meli sangat cuek begitu , padahal putrinya akan melahirkan . biasanya nyonya mely Sangat mudah untuk panik " . gumam Siti dalam hati melihat reaksi majikannya .
tunggu Siti , tadi kamu bilang apa . ucap Mely lagi .
nyonya Amara akan melahirkan nyonya . ucap pelayan lagi .
apa ... putriku akan melahirkan . Diman dia sekarang, apa sudah di bawa ke RS . Elsa,, Dimana Elsa . bagaimana dengan Andra dan Clara , apa mereka sudah tau . oeh tuhan , putriku . ucap Mely mulai kacau .
nyonya tenanglah , ingat darah tinggi anda . ucap Siti memperingatkan .
oeh iya saya lupa . huffff.. Mely perlahan mengatur nafas nya . dimana Amara .
nyonya Amara sudah dibawa ke RS oleh tuan Erik nyonya . non Elsa dan juga tuan Andra mereka masih tidur nyonya . jelas Suti saat melihat majikannya sudah mulai tenang .
baiklah saya akan segera bersiap-siap ke rumah sakit menyusul Amara . tolong suruh supir untuk menyiapkan mobil buat saya . tegas Mely .
baik nyonya , saya permisi ke pos depan memanggil Asep untuk menyiapkan mobil . pamit siti .
tak butuh waktu lama Mely sudah selesai bersiap siap menyusul Amara ke RS . sebelum pergi tak lupa dia menitipkan Elsa ke Andra dan Clara yang sepertinya masih belum bangun . Mely menyusul putrinya ke RS dengan di antar oleh supir pribadi nya .
sesampainya di RS Mely langsung mencari ruagan putrinya setelah ketemu dia langsung masuk ke dalam dan melihat putrinya yang sedang menahan rasa sakit di perut dan bagian bawahnya .
bagaimana Erik , kenapa Amara masih belum melahirkan . kemana dokter yang menangani nya . tanya Mely tidak tega akan putrinya .
dokternya sedang dalam perjalanan kesini ma , sebentar lagi katanya akan sampai . lagi pula Amara baru pembukaan lima harus menunggu kiranya setengah jam lagi . jelas Erik .
kenapa lama sekali , kasian Amara dia kesakitan . ucap Mely ikut merasakan penderitaan putrinya dan tak lama dokter yang akan menangani Amara pun masuk kedalam untuk memeriksa kondisi ibu dan calon bayi yang akan segera lahir .
bagaimana dokter , apa istri saya bisa melahirkan sekarang . tanya Erik karena tidak tega dengan istrinya yang sedang kesakitan .
__ADS_1
belum pak , dr.amara baru pembukaan 7 . tunggu 20 menit lagi ya . dr.amara sabar sebentar lagi ya . jelas sang dokter .
sabar bagaimana , putri saya sangat kesakitan . tidak usah menunggu lagi , 20 menit sangat lama . operasi Caesar saja biar cepat . ujar Mely yang di setujui oleh erik .
maa . kalian tidak usah khawatir , Amara kuat kok . Amara tidak ingin di operasi selagi bisa melahirkan secara normal . tidak apa-apa dr.kely , saya akan Sabar kok . ucap amara yang di anggukan oleh sang dokter .
baiklah , saya akan segera kembali . permisi pamit sang dokter .
sementara Amara masih berperang dengan rasa sakitnya , lain lagi di kediaman Anggata . para pembantu sibuk membangunkan tuan muda dan nyonya mereka yang juga tak kunjung membuka pintu kamarnya .
tok..tok ..tok.... tuan Andra .. nyonya Clara bangunlah . tuan Andra... nyonya Clara bangunlah ... kalimat itu terus di ulang oleh pelayan beberapa kali namun tak kunjung mendapat jawaban .
mas,, sepertinya ada yang mencari kamu . pergi lihatlah . aku masih ngantuk dan badanku sakit sekali . ucap Clara .
ada apa , kenapa pagi pagi buta sudah ribut . ini hari libur saya mau istirahat . ucap Andra .
maaf tuan muda , saya tidak Bermaksud mengganggu istirahat Anda . ucap pelayan menunduk ketakutan.
cepat katakan , ada apa . tanya Andra .
begini tuan Andra , nyonya Amara akan melahirkan dan sudah dibawa ke rumah sakit . ucap pelayan , sedangkan Andra masih di Landa ngantuk berat jadi dia tidak terlalu mendengar kan ucapan pelayan tersebut dan menjawab singkat .
oeh... kak amara akan melahirkan . hanya masalah itu saja kalian mengganggu tidur nyenyak saya . ucap andra dan langsung menutup pintu kamar nya . dia kembali merebahkan badannya di atas ranjang dan memeluk tubuh istrinya .
kenapa mas . tanya clara yang juga masih ngantuk .
kak amara akan segera melahirkan dan sudah dibawa ke rumah sakit . ucap Andra kembali mengeratkan pelukannya .
oeh... ucap Clara singkat dan kembali memejamkan matanya . "kak amara akan melahirkan . apa yang benar , apa aku mimpi " . ucap Clara dalam hati dan kembali membangunkan suaminya.
mas... mas Andra.. panggil Clara .
apa lagi sayang , tidurlah . ucap Andra .
tadi kamu bilang kak amara akan melahirkan . tanya Clara memastikan .
iya sayang , kak amara akan melahirkan . ucap Andra dan kembali mencerna dengan pikiran yang sudah sadar .
__ADS_1
sayang,,, kita harus segera ke rumah sakit . ucap Andra dan bergegas ke kamar mandi bergantian dengan istrinya .
selesai bersiap siap Clara dan Andra menuruni tangga bersama dan tiba-tiba di kagetkan dengan suara Elsa yang memanggil mereka .
papa Andra ... kalian mau kemana . kenapa rumah terlihat sepi . papa sama Mama Elsa kemana . Oma juga tidak ada di kamarnya . tanya Elsa .
ya ampun sayang . kamu masih di rumah , cepatlah mandi dan bersiap siap . kita akan ke rumah sakit . kita akan melihat adek kamu . ucap Andra .
Mama Elsa mau melahirkan , Elsa akan punya adik . Yeay ... Elsa mau melihat adik bayi . sorak Elsa sangat gembira .
ya sudah ayo biar Tante bantuin Elsa bersiap siap ya sayang . tawar Clara yang di iyakan oleh oleh Elsa.
sebentar ya mas , aku urus Elsa dulu . pamit Clara .
aku akan menunggu di ruang tamu . ucap Andra .
\*\*\*\*\*\*
sesampainya di rumah sakit Andra dan Clara segera mencari ruagan Dimana Amara melakukan persalinan . di sana terdapat Mely yang sedang menunggu di depan pintu dengan perasaan cemas .
maa.. bagaimana kak amara dan bayinya . tanya andra .
kalian disini . Amara masih di dalam di temani oleh erik . ucap Mely dan memeluk Elsa cucunya.
omaa , apa adik Elsa sudah lahir . kapan kita bisa melihat nya . tanya Elsa .
belum sayang , sebentar lagi . kamu sabar ya . ucap Mely mencium cucunya penuh kasih sayang .
sedangkan Andra menuntut istrinya untuk duduk di kursi panjang yang terdapat di sana .
" sayang duduklah dulu , jangan berdiri terus " . ucap Andra dan Clara menurut .
tak lama terdengar suara tangisan bayi yang begitu bergema dari dalam ruang persalinan . Mely , Andra dan Clara yang sedang menunggu di luar senang bukan main .
Oma apa itu suara tangisan dedek bayi . tangisan nya keras sekali , apa dia terluka . tanya Elsa dengan polosnya .
belum sempat mely menjawab pertanyaan cucunya . pintu ruangan terbuka lebar . para suster mendorong ranjang Amara untuk di pindahkan ke ruang rawat .
para keluarga pun ikut menyusul dari belakang , mereka sangat khawatir karena Amara tidak membuka matanya . ingin bertanya tapi keadaan tidak memungkinkan , jadi mereka akan menunggu saat sudah tiba di ruagan .
sesampainya di ruang rawat , mereka tidak menemukan keberadaan Erik dan bayinya disana .
dokter bagaimana keadaan putri saya . kenapa dia tidak membuka matanya , apa dia baik baik saja . Dimana suami dan bayinya . tanya Mely .
nyonya tidak usah khawatir , dr.amara hanya tertidur saja karena proses melahirkan yang cukup menguras tenaganya . sebentar lagi beliau juga akan bangun . sedangkan tuan Erik beliau sedang menunggu bayinya di mandikan oleh perawat , saya permisi . pamit sang dokter .
__ADS_1