
tak kalah dengan Rey
begitu pun dengan Airine , sangat gugup itu yang di rasakan olehnya , astaga ay apa yang kau lakukan , mencoba terus meyakinkan diri
dia berusaha untuk bersikap biasa .
" khem ," Rey yang tengah gugup mencoba untuk bersikap wajar , memandang Airine dengan intens dan membuat Airine salah tingkah , " apa yang kau lakukan " Rey bicara tanpa mengalihkan perhatiannya.
" ehh , , itu , aku " ucap Ay tergagap sementara Rey memicingkan matanya .
sekian detik tidak ada respon dari istrinya , Rey berdecak , " sudahlah cepat turun kau seperti koala saja " Airine yang mendengar ucapan Rey memberengut kesal .
Rey menautkan alisnya melihat wajah wanitanya seperti itu .
" Rey ,, aku ingin kau memaafkan mereka "
dengan suara yang di buat sangat manja Airine merayu laki-laki di hadapannya ini .
__ADS_1
" apa kau tidak mengerti perkataan ku Ay ! sekali aku bilang tii - Rey melotot saat merasakan benda kenyal yang ada di bibirnya . sama halnya dengan Airine, spontan dia melakukan itu ,hening untuk seperkian detik dan kini giliran Airine yang melotot saat di rasa Rey menarik pinggangnya lebih dekat .
Airine mencoba beranjak Saat tiba-tiba Rey menarik tekuknya dan ******* bibirnya .
Airine terpaku sedikit terkejut saat Rey menggigit kecil bibirnya repleks Airine membuka mulutnya dan kesempatan untuk Rey mengakses seluruh yang ada di dalam mulut Airine ,
Airine yang sempat membeku kini terbawa suasana dan mulai membalas ciuman.
Rey tersenyum tipis saat merasa wanitanya membalas ciumannya .
tak lama Rey menyudahi saat melihat wanitanya sudah mulai kehabisan napas .
" Aiss , apa yang aku lakukan, entah apa yang di pikirkan laki-laki itu " menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam selimut , tapi sesaat dia bangun dan memegang bibirnya .
tersenyum sambil memegang dadanya , kenapa berdebar , memukul pelan kepalanya dan menuju kamar mandi " sepertinya aku harus mandi , "
setelah kepergian Airine Rey menemui Hans dan beberapa pelayan yang masih setia berdiri di tempatnya.
__ADS_1
mereka menundukkan kepala saat melihat tuan mereka mendekat , siap untuk menerima perintah dan pergi dari ke Diaman ini , tapi yang terjadi membuat mereka mematung dan serempak menghembuskan napas lega .
" kembali dengan tugas kalian dan ingat sekali lagi melakukan keselahan , kalian tau apa yang harus kalian lakukan " serempak pelayan mengangguk " baik tuan kami mengerti " setelah kepergian para pelayan Rey menatap bik Ani dan Hans , sang kepala pelayan yang tertunduk tapi masih bisa Rey lihat senyum menghias di wajahnya .
dan sang Asisten yang tersenyum sambil menggaruk tengkuknya. Rey menautkan alisnya
" apa kau sudah mulai tidak waras Hans ! ambil cuti dan periksalah ke dokter " Rey berlalu setelah mengatakan itu . membuat mulut sang asisten menganga lebar .
" awas Hans tutup mulutmu nanti kau tersedak lalat " ucap bi Ani sambil menahan senyum , Hans melihat bi Ani yang menjauh dan segera menyusul tuanya.
Rey duduk di mobil dengan wajah yang tak pernah lepas dari senyum , mengingat kejadian tadi membuatnya benar - benar merasa bahagia , apakah dia mulai menyukai nya , entahlah dia tidak tau mungkin ini awal yang baik untuk status hubunganya .
saat bunyi pintu di tutup Rey kembali ke wajah datarnya " kita jalan sekarang tuan " " khemm " mobil pun berjalan dengan Rey yang menatap ke atas kamar Airine dan kembali tersenyum tak kala sepintas melihat bayangan seseorang.
🌹🌹
maaf sudah sangat lama tidak update .
__ADS_1
mohon terus dukunganya agar tidak putus dari idenya 🙏🙏