Cinta Tulus Sang Penguasa

Cinta Tulus Sang Penguasa
bab . 15 first kiss


__ADS_3

tak kalah dengan Rey


begitu pun dengan Airine , sangat gugup itu yang di rasakan olehnya , astaga ay apa yang kau lakukan , mencoba terus meyakinkan diri


dia berusaha untuk bersikap biasa .


" khem ," Rey yang tengah gugup mencoba untuk bersikap wajar , memandang Airine dengan intens dan membuat Airine salah tingkah , " apa yang kau lakukan " Rey bicara tanpa mengalihkan perhatiannya.


" ehh , , itu , aku " ucap Ay tergagap sementara Rey memicingkan matanya .


sekian detik tidak ada respon dari istrinya , Rey berdecak , " sudahlah cepat turun kau seperti koala saja " Airine yang mendengar ucapan Rey memberengut kesal .


Rey menautkan alisnya melihat wajah wanitanya seperti itu .


" Rey ,, aku ingin kau memaafkan mereka "


dengan suara yang di buat sangat manja Airine merayu laki-laki di hadapannya ini .

__ADS_1


" apa kau tidak mengerti perkataan ku Ay ! sekali aku bilang tii - Rey melotot saat merasakan benda kenyal yang ada di bibirnya . sama halnya dengan Airine, spontan dia melakukan itu ,hening untuk seperkian detik dan kini giliran Airine yang melotot saat di rasa Rey menarik pinggangnya lebih dekat .


Airine mencoba beranjak Saat tiba-tiba Rey menarik tekuknya dan ******* bibirnya .


Airine terpaku sedikit terkejut saat Rey menggigit kecil bibirnya repleks Airine membuka mulutnya dan kesempatan untuk Rey mengakses seluruh yang ada di dalam mulut Airine ,


Airine yang sempat membeku kini terbawa suasana dan mulai membalas ciuman.


Rey tersenyum tipis saat merasa wanitanya membalas ciumannya .


tak lama Rey menyudahi saat melihat wanitanya sudah mulai kehabisan napas .


" Aiss , apa yang aku lakukan, entah apa yang di pikirkan laki-laki itu " menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam selimut , tapi sesaat dia bangun dan memegang bibirnya .


tersenyum sambil memegang dadanya , kenapa berdebar , memukul pelan kepalanya dan menuju kamar mandi " sepertinya aku harus mandi , "


setelah kepergian Airine Rey menemui Hans dan beberapa pelayan yang masih setia berdiri di tempatnya.

__ADS_1


mereka menundukkan kepala saat melihat tuan mereka mendekat , siap untuk menerima perintah dan pergi dari ke Diaman ini , tapi yang terjadi membuat mereka mematung dan serempak menghembuskan napas lega .


" kembali dengan tugas kalian dan ingat sekali lagi melakukan keselahan , kalian tau apa yang harus kalian lakukan " serempak pelayan mengangguk " baik tuan kami mengerti " setelah kepergian para pelayan Rey menatap bik Ani dan Hans , sang kepala pelayan yang tertunduk tapi masih bisa Rey lihat senyum menghias di wajahnya .


dan sang Asisten yang tersenyum sambil menggaruk tengkuknya. Rey menautkan alisnya


" apa kau sudah mulai tidak waras Hans ! ambil cuti dan periksalah ke dokter " Rey berlalu setelah mengatakan itu . membuat mulut sang asisten menganga lebar .


" awas Hans tutup mulutmu nanti kau tersedak lalat " ucap bi Ani sambil menahan senyum , Hans melihat bi Ani yang menjauh dan segera menyusul tuanya.


Rey duduk di mobil dengan wajah yang tak pernah lepas dari senyum , mengingat kejadian tadi membuatnya benar - benar merasa bahagia , apakah dia mulai menyukai nya , entahlah dia tidak tau mungkin ini awal yang baik untuk status hubunganya .


saat bunyi pintu di tutup Rey kembali ke wajah datarnya " kita jalan sekarang tuan " " khemm " mobil pun berjalan dengan Rey yang menatap ke atas kamar Airine dan kembali tersenyum tak kala sepintas melihat bayangan seseorang.


🌹🌹


maaf sudah sangat lama tidak update .

__ADS_1


mohon terus dukunganya agar tidak putus dari idenya 🙏🙏


__ADS_2