Cinta Tulus Sang Penguasa

Cinta Tulus Sang Penguasa
Bab . 17 di kantor rey


__ADS_3

sementara di kantor


Rey yang masih betah dengan dunianya tanpa memperdulikan kalau ada makhluk lain di ruangannya , sesekali dia ingin menelpon tapi di urungkan dan itu tidak luput dari pengawasan sang asisten ,


Hans hanya bisa menggelengkan kepalanya ,melihat kelakuan bosnya dia jadi bergidik bagaimana nanti kalau dia jatuh cinta , apakah sama seperti bosnya .


" Hans , , kau hubungi bik Ani , bilang istriku bersiap nanti supir akan mengantarkan ke kantor " sementara Hans yang mendengar hanya bisa menghembuskan nafas , sedari tadi menimang handphone tapi tak berani mengatakan langsung .


mendengar suara ketukan pintu Airine yang baru keluar kamar mandi sedikit terkejut .


" masuk saja tidak di kunci " tak lama bik Ani masuk , " ada apa bik , Sekarang aku belum punya ide jadi bibik jangan bertanya dulu Ok "


bik Ani tersenyum , " bibik ke sini untuk menyampaikan pesan dari tuan " " eh pesan apa bik " " tuan minta Nona ke kantor sekarang mamang yang akan mengantarkan Nona , jadi sekarang bersiap jangan biarkan tuan menunggu lama " sambil mendorong sang majikan ke ruang ganti , " tapi bik apa yang akan saya lakukan di sana " bibik tersenyum jahil , " bagaimana kalau menggambil hati tuan , seketika Airine merona , " jangan aneh deh bik , apa dia punya hati " sambil memasuki ruang ganti Airine masih mendengar suara bibik , " ada Non dan itu sekarang hanya untuk Non Ay "


Airine tersenyum mendengar ucapan bibik .


benarkah hati manusia kutup itu untuk dirinya . mencoba menepis isi otaknya , memilih pakaian yang cocok dia kenakan .tiba - tiba ide jahil muncul di kepala nya , " kita lihat tuan Rey apa yang akan kau lakukan dengan penampilan ku kali ini , he he "


* * * * * *


di depan gedung kantor


Airine keluar dari mobil dengan penampilan yang menawan , memakai dress berwarna gold , dengan pundak yang di biarkan terbuka

__ADS_1


dan rambut tergerai dengan sedikit deberi ikal di ujungnya , dengan riasan yang sangat cocok di wajah cantiknya .


berjalan dengan anggun memasuki lobi kantor , seperti terhipnotis semua karyawan termaksud yang perempuan di buat terpana melihat istri dari bosnya datang ke kantor.


ya mereka memang sudah mengenal Airine sebagai istri dari atasan mereka . istri bos mereka memang cantik tapi waktu itu mereka hanya sekilas melihatnya , tapi sekarang mereka benar seperti melihat seorang peri hidup , dan saat dia mendekat mereka serempak menahan nafas dan itu membuat Airine menggelengkan kepala , " saya ingin menemui suami saya " seketika mereka tersadar " mari saya antar buk bos " ucap salah satu resepsionis , tapi ketika ingin berbalik Airine di kagetkan dengan adanya jas di tubuhnya , ketika ingin bicara Airine terdiam karna melihat wajah gelap pria di hadapannya. " Apa kalian ingin di pecat hah..


dan mata kalian !! apa sudah tidak membutuhkannya lagi " serempak mereka semua menunduk , melihat kembali wanitanya , " kauu , , dengan sedikit kasar Rey menarik Airine menuju ruangannya .


Rey tersenyum dengan tidak sabar menunggu wanitanya datang , setengah jam yang lalu dia sudah di beri tahu kalau istrinya sudah menuju ke mari , tapi senyum itu berubah tak kala asisten Hans mengatakan sesuatu.


dengan terburu Rey pergi menemui istrinya .


wanita ini , tidak bisakah tidak membuat ulah !


masih menarik tangan wanitanya dan memasuki lift .


di dalam lift Rey melepaskan tangan Airine dan menatap Airine dengan tajam yang mana membuat Airine merinding .


" Apa kau tidak memiliki pakaian yang layak untuk di gunakan , pakaian kurang bahan seperti ini !! " sambil menarik sedikit ujung baju yang di kenakan Airine , mengusap wajahnya kasar Rey memukul dingding lift sontak membuat Airine takut .


melihat wanitanya sedikit bergetar , Rey tersadar dengan apa yang dia lakukan .


menarik nafas , mencoba melawan emosinya

__ADS_1


Rey menarik Airine ke dalam pelukannya .


" maaf " tidak ada jawaban yang diberikan , Airine masih sedikit shock niatnya ingin menjahili pria ini tapi sungguh di luar dugaan . pintu lift terbuka , Rey membawanya ke ruangannya , mendudukkan wanitanya Rey mengambil minuman , menegak habis minumannya Rey memberikan satu gelas pada Airine , sama sekali tidak di respons.


menaruh minuman, Rey duduk di samping istrinya " Ada apa ? " Rey bertanya , dengan wajah masam Airine menatap Rey , " meskinya aku yang tanya , kau yang kenapa ? kau yang menyuruh datang ke sini tapi saat sudah datang , kau .. " Airine tidak melanjutkan ucapannya dan malah membuang muka , Rey menghela nafas berat . salahnya memang saking tidak rela orang menatap istrinya dia jadi seperti orang bodoh . hubungan mereka mulai membaik dan sekarang kembali ribut karna cemburu nya . " tadi kan aku sudah minta maaf " " kau pikir minta maaf semudah itu ? " alis Rey mengkerut , dia memang tidak mengerti dalam merayu wanita yang sedang marah .


" jadi bagaimana ? " Airine ingin tertawa melihat wajah polos pria di hadapannya ini.


" katakan , kenapa kau marah " Meminta penjelasan , Rey mengerutkan keningnya " karna kau istriku dan aku tidak suka jika melihat orang lain menatap penuh minat atas milik ku " mendengar jawaban Rey , Airine jadi sedikit gugup , miliknya benarkah.. ? kenapa jantung Airine berdebar .


memegang tangan Airine " tolong jangan berpakaian seperti itu lagi jika di depan orang . " Airine menatap Rey " kau hanya boleh memakainya jika hanya bersama denganku , bahkan tidak memakai apapun aku tidak masalah ," seketika semburat merah memenuhi wajah Airine dan itu membuat Rey tersenyum . " kau , kenapa jadi cabul " Rey tertawa " cabul pada istri sendiri tidak masalah bukan ? " Rey masih tertawa sedangkan Airine terpesona dengan senyuman pria ini , sungguh pria ini lebih tampan berkali-kali lipat jika tersenyum .


melihat istrinya yang terbengong Rey menghentikan tawanya , " apa kau lapar " sedikit berdehem Airine tersadar dari ke kagumanya pada pria ini .


" kau pikir , bahkan aku tidak mengisi perutku dari pagi karna sibuk merayu es balok " dan perkataan istrinya kembali membuat Rey tersenyum , wanita ini entah sudah berapa banyak membuat senyum di wajahnya tanpa sadar . " itu karna istriku yang bandel dan slalu membuat ulah " sambil mencubit kecil hidung Airine , dan lagi - lagi perlakuan Rey membuat Airine berdebar .


menarik Airine berdiri dan sedikit membenahi jas yang ada di tubuhnya , Airine memberengut tak kala Rey mengancingkan seluruh jasnya , apa kata orang nanti jika melihatnya , " sudah jangan di tekuk mukanya , lain kali jika berpakaian seperti ini lagi bukan hanya jas tapi aku akan memakai kan mu selimut " Airine menatap Rey sengit dan di balas Rey dengan senyuman " ayo " Rey menggemgam tangan Airine dan membawanya turun ke bawah .


setibanya di bawah para karyawan sudah menunduk kan kepala mereka , tidak ada satupun yang berani mengangkat kepala mereka , dan tak jauh asisten Hans berdiri , pantas saja mereka seperti itu .


Hay salam sehat selalu 🙏


mohon trus dukungan nya , beri saran untuk kata dan tulisan yang mungkin tidak berkenan , karna masih tahap pemula jadi saran dari kalian mungkin menambah semangat saya , terimakasih 🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2