
tidak terasa hari mulai menjelang malam. Airine
yang bermarlas malasan di tempat tidur di kagetkan dengan suara ketukan pintu.
" non Ay ,, sudah waktunya bersiap ...." suara
bibi mengingat kan .
" iya bi ,, masuk saja " balas Airine.
" kok non Ay belum siap ? ini sudah jam 6 nanti supir nya sudah datang ! "
" bi .. Ay malas pergi, bagaimana kalau tidak usah pergi saja "
" jangan gitu non . nanti tuan bisa marah .
non Ay siap - siap sekarang ya ! " bujuk bibi.
" ya udah bi , Airine mandi dulu . tapi bibi bantuin Airine ya ? " pinta Airine pada bi Ani .
" siap non . nanti bibi bantuin non Ay bersiap "
ucap bi Ani penuh semangat. dan itu membuat Airine menggelengkan kepala.
setelah selesai mandi Airine bersiap . dia membuka tas yang di berikan oleh Hans.
" hemm ternyata dia pintar juga memilih gaun "
setelah memakai gaun lalu bibi membantu merias wajah Airine . tidak banyak yang di lakukan karna tanpa di rias Airine memang sudah sangat cantik, dan kini terlihat lebih sempurna dengan sedikit riasan .
" non Ay .. anda sangat cantik. pantas saja tuan
__ADS_1
memilih anda untuk bersamanya " seketika membuat Airine memberengut .
" hehehe bibi serius , non Ay sangat cantik "
tak lama supir yang di tugaskan Rey menjemput Airine datang .
" nyonya , apa anda sudah siap ? saya di perintahkan tuan membawa anda sekarang ! "
" apa tuan mu sudah di sana ? "
" sudah nyonya , tuan menunggu anda di sana "
" baiklah ,,mari kita berangkat ,bi Ay pergi dulu ya ! bibi hati - hati di rumah dan jangan menunggu Ay " bibi hanya tersenyum mendengar perhatian Airine. semoga anda dan tuan hidup bahagia selamanya nona , doa bibi .
dia yakin kalau Airine adalah yang terbaik untuk tuanya.
mobil berhenti di hotel berbintang ,hotel yang hanya bisa di datangi oleh orang - orang yang kaya.
" nyonya kita sudah sampai " kata sopir pada Airine.
" lalu saya harus apa sekarang pak ? " jawab Ay
dia bingung , apa yang harus dilakukan.
" tunggu lah sebentar nyonya saya akan memberitahu tuan " tak lama sopir menelpon Rey untuk memberi tahu kalau mereka sudah di depan hotel .
" iya baiklah tuan , saya mengerti." lalu supir menutup telponnya.
" nyonya tuan bilang tunggu sebentar , nanti Asisten Hans yang akan menjemput nyonya kedalam " ucap sopir pada Airine.
" ya sudah pak terima kasih " ucap Airine dengan sopan .
__ADS_1
" tidak perlu berterima kasih nyonya , ini sudah menjadi tugas saya " pak sopir merasa tidak enak karena sikap sopan Airine.
tak lama Hans datang menghampiri mereka.
" nona mari ikut saya. tuan menunggu anda di dalam " Hans mempersilahkan Airine untuk berjalan duluan.
" ya baiklah " ucap Airine cuek.
Hans tersenyum dengan sikap cuek Airine.
dengan pak sopir dia bisa bicara dengan sopan
tapi tidak denganya.
Airine memasuki tempat acara dengan arahan Hans , tiba di tempat yang di tuju Airine melihat sudah banyak sekali tamu yang hadir.
dengan percaya diri Airine melangkah , tanpa ia sadari sudah sangat banyak orang yang memandangnya penuh kagum .tak terkecuali seorang pria yang sedari tadi menunggu kedatangannya.
Rey yang dari tadi dengan tidak sabar menunggu Airine datang sangat tidak berkutik
ketika dari pertama melihat Airine memasuki ruangan.
bagaimana tidak . Airine yang memakai gaun silver tanpa lengan dengan rambut sedikit di buat bergelombang . tanpak amat sangat cantik
di mata Rey . walau hanya dengan riasan seadanya tapi tidak mampu menutupi hati Rey yang seakan ingin melompat dari tempatnya.
dengan tidak sabar Rey berjalan menghampiri Airine. dia sangat benci dengan tatapan semua orang , apalagi semua pria yang menatap penuh lapar pada wanitanya .
" kau sudah datang ,, kemarilah .." Rey langsung memeluk pinggang Airine dengan posesif.
tanpa memperdulikan tatapan horor dari Airine.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ