
Airine yang mengintip dekat jendela berlari keluar tak kala mobil Rey sudah meninggalkan kediaman.
dia harus menemui mereka , apakah mereka benar - benar di pecat , awas saja kalau benar , setibanya di bawah Airine mencari bik Ani di kamarnya, melotot tak kala sang bibi merapikan pakaiannya , " bik , apa yang bibi lakukan ? jangan bilang si kutup itu masih menyuruh kalian pergi ! ini tidak bisa di biarkan " berbalik ingin pergi tapi di cegah bik Ani , " Non mau ke mana ? bibik tidak jadi di pecat begitupun yang lainnya " ucap bik Ani sambil tersenyum .
lalu kenapa , sambil melirik tempat pakaian bik Ani , dan itu repleks membuat bik Ani tertawa , " Non itu bibik mau kembalikan ke tempatnya , kenapa Sih Non slalu berprasangka buruk sama tuan ? " sambil menarik Nonanya untuk duduk bik Ani mencoba menjelaskan kalau tuanya tidak seburuk apa yang Nonanya pikirkan .
" bagaimana tidak bik , si manusia kutup itu kan memang slalu melakukan ke inginan nya dengan sesuka hati " mendengar perkataan Nonanya membuat bik Ani menggelengkan kepala , ternyata Nonanya ini tidak sadar kalau tuanya sudah melakukan semua apa yang dia minta . " Non dengarkan bibik ! tuan memang dingin dan kejam , tapi itu tidak berlaku untuk Non " Airine mengerutkan dahinya " maksud bibik " dengan sabar bik Ani menjelaskan , " coba Non pikir , apa yang keinginan si Non yang tidak di penuhi oleh tuan ? hampir semua di turuti Non , hanya satu ! membiarkan si Non keluar dari rumah tanpa pengawasan , itu juga karna tuan khawatir kalau Nona tiba-tiba pergi " Airine tersenyum " apa aku bisa pergi bik ? ku rasa dengan sikapnya, sejauh apapun aku pergi pasti dia bisa menemukan , aku hanya ingin bebas bukan berarti aku tidak ingat dengan tanggung jawabku sebagai istri bik , aku hanya tidak ingin usaha yang aku bangun dengan susah payah berhenti begitu saja ! "
__ADS_1
mendengar keluhan Nonanya bik Ani tersenyum , satu hal lagi yang teryata belum di ketahui oleh Nonanya ini , kalau usaha yang di rintisnya tidaklah terbengkalai malah sekarang semakin berkembang pesat , tapi Dia tidak ingin memberi tahu biarkan itu menjadi kejutan tersendiri untuk Nonanya.
* * * *
di kantor
Hans yang melihat kadang bergidik melihatnya , apa semua orang jatuh cinta akan melakukan hal yang sama seperti tuanya , Hans menghembuskan nafas nya masih dengan melirik tuanya , kalau dia tidak melihat langsung mungkin dia tidak percaya kalau yang ada di hadapannya sekarang adalah tuanya , bagaimana tidak tuanya yang selama ini dia tau tidak pernah barang sedetikpun bermalas - malasan , dan sekarang sudah hampir empat jam berdiam dan sesekali melihat arloji di tangannya.
__ADS_1
jangan lupa dengan senyum yang tidak pernah luntur dari wajahnya .
dia sangat ingin memberikan apresiasi pada nona mudanya yang mana telah berhasil merubah sang raja iblis ini .
sementara di rumah
" sudah non , , tidak usah di pikirkan bibik yakin suatu hari nanti tuan akan memberikan kebebasan pada non , dan percaya pada bibik tuan sudah melakukan banyak hal untuk si Non " Airine menatap bibik " apa ada rahasia yang bibik sembunyikan dari saya ? " bik Ani tersenyum " suatu saat si Non akan tau dengan sendirinya " Airine mecebik dan bibik tertawa , " sudah lah sekarang ayo pikirkan ! apa yang Nona akan berikan sebagai tanda terima kasih pada tuan " " apa harus bik ? bagaimana kalau dia salah paham " bik Ani tertawa " salah paham yang seperti apa Non " melihat bik Ani yang terus tersenyum Airine memalingkan wajahnya , " ehh sepertinya aku akan mencari ide " sambil berlari menjauhi sang bibik , bisa gawat kalau sang bibik sampai melihat wajah merona ya
__ADS_1