Cinta Tulus Sang Penguasa

Cinta Tulus Sang Penguasa
bab.4 pergi bersama


__ADS_3

setelah mengganti pakaian


Airine turun menemui Reyhan. dengan tidak


sabar dia bertanya pada Rey,namun sebelum dia mengatakan sesuatu Rey sudah memotong


perkataan nya " jangan bicara dan duduk lah "


" Aaiss ," Airine menggerutu dan duduk di meja.


tanpa bicara mereka melanjutkan


makan, Airine yang sedang tidak selera


makan. dengan terpaksa harus mengha


bisi makanya,karna melihat wajah seramnya


" besok pagi kau sudah harus siap dan ikut


aku ke kantor.


" kenapa aku harus ikut ke kantor mu ..


aku punya butik yang harus aku urus.


" aku tidak suka penolakan,urusan butik mu


biar orang ku yang urus" . Rey meninggal kan


Airine


Airine menyudahi makanya dan menuju ke kamar yang dia tempati tadi.


Airine merebahkan tubuh di kasur yang empuk


sambil terus berpikir


apa yang laki-laki itu inginkan sebenarnya ?


apa dia marah karna aku pernah mengatainya


waktu itu ?


tapi dia yang salah !. dia yang menabraku waktu


itu ., aku harus memikirkan bagaimana mana caranya bisa keluar dari tempat ini.


keesokan harinya Rey sudah siap untuk pergi ke kantor. Rey turun ke bawah dan bicara pada

__ADS_1


bi Ani ,, sorry gaes lupa kenalin nama bibinya,,


ya,, namanya bi Ani , bi Ani sudah cukup lama


ikut Rey. hampir sama dengan Hans tangan kanan ya Rey


" bi, apa dia sudah siap "?


" sebentar tuan , bibi lihat dulu " bibi lalu naik ke


atas dan mengetuk pintu


" Non ,, apa Non Airine sudah siap ?? tuan


sudah menunggu di bawah !


"iya bi,, sebentar lagi Airine turun " tak lama


Airine turun.


Rey yang duduk menoleh ketika mendengar langkah kaki menuruni tangga.


" degg " anggap suara jantung nya si Rey hhh.


Rey yang terpesona tiba - tiba di kaget kan oleh


suara Airine.


sini saja "


Rey berdehem menstabilkan jantungnya yang masih berdegup kencang .,,, hhhh gendang kali ah ,,,


" Ayyo " jawab Rey yang langsung berdiri dan


jalan mendahului Airine.


Airine mendengus lalu mengikuti Rey dari belakang


" hemm ,, bisakah nanti ke butik ku sebentar.


mendengar perkataan Airine .Rey menatap


Airine dengan tajam.


" hanya sebentar " aku hanya ingin bilang pada


karyawan ku , agar mereka tidak khawatir.


" sudah ku bilang ! itu urusan ku.apa kau ingin

__ADS_1


aku menghancurkan butik mu ? sangat mudah


bagi saya. kamu dengar !!


Airine yang tidak terima mendengar perkataan


Rey , langsung berlari menghadang langkah nya.


" apa maksud mu he . kenapa ingin menghan


curkan butik saya ? apa kau tidak tau perjua


angan saya membangun butik itu dengan


susah payah. seenak nya saja ingin mengha


curkan " Airine menahan emosinya dia


tidak mau kalau sampai si pria gila marah.


dan melakukan ancaman nya . dia tidak ingin


buktinya yang dengan susah payah dia


bangun .hancur di tangan pria gila.


" diam lah kalau begitu dan turuti semua apa


yang aku katakan ".


mereka naik ke mobil. Sudah ada Hans yang membukakan pintu untuk Rey dan Airine. lagi-lagi Airine membuat Rey emosi.


" siapa yang menyuruh mu duduk di depan ?


Airine yang ingin membuka pintu depan


langsung diam.


" duduk di belakang" Airine menutup kembali


pintu depan dan duduk di samping Rey.


dan menutup pintu dengan keras membuat


Rey yang melihat kelakuan Airine langsung


memijit keningnya


di depan Hans tersenyum melihat kelakuan Airine, tidak bisa ia bayangkan bagaimana

__ADS_1


kedepan tuanya akan selalu pusing karna ulah Airine.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2