Cinta Tulus Sang Penguasa

Cinta Tulus Sang Penguasa
bab 6 masih di kantor


__ADS_3

saat Rey masih serius dengan perkerjaanya


Pintu di ketuk oleh asisten Hans ...


" tuan saya membawa makanan " Hans masuk


sambil membawa kresek .


" taroh saja di atas meja " ucap Rey tanpa


menoleh sama sekali.


" tuan apakah saya harus membangun kan


nona " perkataan Has barusan membuat


Rey menoleh.dengan tidak senang Rey ber


kata .


" apa kau sudah bosan berkerja dengan ku


Hans ?? atau kau ingin aku mengirim mu


jauh dari sini.


" mafkan saya tuan " lalu Hans menunduk .


Rey menghembuskan napas dengan kasar .


" keluarlah ,, jangan masuk jika tidak penting "


" baik tuan saya permisi "


setelah menutup pintu Hans masih


berdiri di depan pintu . dia sangat takut


melihat tuanya hari ini


" lagi - lagi aku membuat tuan marah dan ini


hanya karna nona , seperti nya nona sudah


masuk di kehidupan tuan , aku berharap nona


bisa merubah sikap dingin tuan.


di kamar Airine yang baru terbangun .


" di mana ini ? dia lupa kalau sedang di kantornya si pria gila.


setelah sadar Airine keluar dan menghapiri Rey


" apa kau belum selesai ? mendengar suara


wanitanya Rey pun menoleh


" bersihkan dl muka bantalmu setelah itu kita

__ADS_1


makan " Airine yang memang sudah sangat


lapar menurut apa yang dikatakan Rey .


" kau manis jika tidak membantah " langsung


menerima plototan dari Airine.


setelah mencuci muka Airine langsung


duduk di meja, dia melirik Rey yang masih


fokus dengan filenya .


" jadi kapan makanya kalau kau terus sibuk" .


Rey menoleh dia tidak sadar kalau wanita itu


sudah duduk di meja.


Rey menghentikan pekerjaannya dan duduk di


depan Airine .


dia membuka makanan dan menaroh di


piring yang sudah di siapkan Asisten Hans tadi.


" makan lah "


Airine pun makan dia tidak tahan dengan cacing yang terus saja berdomo di dalam perutnya.


mereka makan tanpa suara hanya bunyi dentingan sendok yang terdengar.


" aku ingin pulang ! aku bosan terlalu lama di


sini , "


" masih ada yang harus ku selesai kan . tunggu


sebentar lagi kita pulang "


" tidak mau ,, saya ingin pulang sekarang.


kalau kau tidak mau biar saya pulang sendiri."


lalu Airine melangkah mengambil tas dia ingin pulang


" tunggu di situ "


Airine menoleh pada Rey yang sekarang sedang memijit keningnya .


" kita pulang " ingin rasanya dia memarahi nya.


masih banyak perkejaan yang harus dia


kerjakan , tapi entah mengapa tidak bisa dia


lakukan.

__ADS_1


" wanita pembangkang " gerutu Rey sambil


berjalan Melawati Airine .


sambil mencebik kan bibirnya Airine


menyusul langkah Rey.


mereka memasuki lift tanpa ada yang bersuara.


setibanya di loby Rey kembali mengandeng


tangan Airine, entah mengapa dia tidak suka


melihat tatapan kekaguman para pegawainya.


Airine yang sudah malas berdebat hanya


membiarkan apa yang dilakukan Rey


sesampainya di depan. Hans yang sudah di hubungi sebelumnya langsung membuka kan


pintu mobil.


di dalam mobil kembali terjadi keheningan.


Airine yang malas melihat Rey menolehkan


kepalanya keluar jendela


sesampainya di kediaman Rey .


" sampai kapan kau mengurungku di rumah ini?


apa kau tidak takut apa yang akan di katakan


orang jika wanita dan pria tinggal dalam


satu rumah tanpa ikatan .


kau tidak mau kan nama baik mu jadi buruk.


karena hal ini.


" kau benar ," ucap Rey dan seketika membuat


Airine tersenyum lebar.


dia pikir Rey akan melepaskan dirinya.


tapi perkataan Rey selanjutnya membuat


Airine mendadak ingin pingsan.


' Ayo apa yang di katakan Rey ...


yang membuat Airine ingin pingsan...


penasaran baca bab berikutnya...☺️

__ADS_1



🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2