
saat Rey masih serius dengan perkerjaanya
Pintu di ketuk oleh asisten Hans ...
" tuan saya membawa makanan " Hans masuk
sambil membawa kresek .
" taroh saja di atas meja " ucap Rey tanpa
menoleh sama sekali.
" tuan apakah saya harus membangun kan
nona " perkataan Has barusan membuat
Rey menoleh.dengan tidak senang Rey ber
kata .
" apa kau sudah bosan berkerja dengan ku
Hans ?? atau kau ingin aku mengirim mu
jauh dari sini.
" mafkan saya tuan " lalu Hans menunduk .
Rey menghembuskan napas dengan kasar .
" keluarlah ,, jangan masuk jika tidak penting "
" baik tuan saya permisi "
setelah menutup pintu Hans masih
berdiri di depan pintu . dia sangat takut
melihat tuanya hari ini
" lagi - lagi aku membuat tuan marah dan ini
hanya karna nona , seperti nya nona sudah
masuk di kehidupan tuan , aku berharap nona
bisa merubah sikap dingin tuan.
di kamar Airine yang baru terbangun .
" di mana ini ? dia lupa kalau sedang di kantornya si pria gila.
setelah sadar Airine keluar dan menghapiri Rey
" apa kau belum selesai ? mendengar suara
wanitanya Rey pun menoleh
" bersihkan dl muka bantalmu setelah itu kita
__ADS_1
makan " Airine yang memang sudah sangat
lapar menurut apa yang dikatakan Rey .
" kau manis jika tidak membantah " langsung
menerima plototan dari Airine.
setelah mencuci muka Airine langsung
duduk di meja, dia melirik Rey yang masih
fokus dengan filenya .
" jadi kapan makanya kalau kau terus sibuk" .
Rey menoleh dia tidak sadar kalau wanita itu
sudah duduk di meja.
Rey menghentikan pekerjaannya dan duduk di
depan Airine .
dia membuka makanan dan menaroh di
piring yang sudah di siapkan Asisten Hans tadi.
" makan lah "
Airine pun makan dia tidak tahan dengan cacing yang terus saja berdomo di dalam perutnya.
mereka makan tanpa suara hanya bunyi dentingan sendok yang terdengar.
" aku ingin pulang ! aku bosan terlalu lama di
sini , "
" masih ada yang harus ku selesai kan . tunggu
sebentar lagi kita pulang "
" tidak mau ,, saya ingin pulang sekarang.
kalau kau tidak mau biar saya pulang sendiri."
lalu Airine melangkah mengambil tas dia ingin pulang
" tunggu di situ "
Airine menoleh pada Rey yang sekarang sedang memijit keningnya .
" kita pulang " ingin rasanya dia memarahi nya.
masih banyak perkejaan yang harus dia
kerjakan , tapi entah mengapa tidak bisa dia
lakukan.
__ADS_1
" wanita pembangkang " gerutu Rey sambil
berjalan Melawati Airine .
sambil mencebik kan bibirnya Airine
menyusul langkah Rey.
mereka memasuki lift tanpa ada yang bersuara.
setibanya di loby Rey kembali mengandeng
tangan Airine, entah mengapa dia tidak suka
melihat tatapan kekaguman para pegawainya.
Airine yang sudah malas berdebat hanya
membiarkan apa yang dilakukan Rey
sesampainya di depan. Hans yang sudah di hubungi sebelumnya langsung membuka kan
pintu mobil.
di dalam mobil kembali terjadi keheningan.
Airine yang malas melihat Rey menolehkan
kepalanya keluar jendela
sesampainya di kediaman Rey .
" sampai kapan kau mengurungku di rumah ini?
apa kau tidak takut apa yang akan di katakan
orang jika wanita dan pria tinggal dalam
satu rumah tanpa ikatan .
kau tidak mau kan nama baik mu jadi buruk.
karena hal ini.
" kau benar ," ucap Rey dan seketika membuat
Airine tersenyum lebar.
dia pikir Rey akan melepaskan dirinya.
tapi perkataan Rey selanjutnya membuat
Airine mendadak ingin pingsan.
' Ayo apa yang di katakan Rey ...
yang membuat Airine ingin pingsan...
penasaran baca bab berikutnya...☺️
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺