Cinta Tulus Sang Penguasa

Cinta Tulus Sang Penguasa
bab.8 makan bersama


__ADS_3

setelah lebih tenang Airine memutuskan untuk turun menemui Rey .


bibi yang melihat itu tersenyum,dengan susah payah dia membujuk dan menenangkanya


agar mau menerima takdir hidupnya.


Airine menuruni tangga menuju meja makan.


tanpa memperdulikan Rey yang sedari tadi terus memperhatikannya.


" duduklah ,, apa kau ingin berdiri terus di situ?"


Airine mendengus mendengar perkataan Rey.


ia menarik kursi lalu duduk.


" ambilkan makanan untuk nona " ucap Rey


pada pelayan yang sedari tadi berdiri di


dekat meja . dengan cepat para pelayan


melayani sang nyonya mereka .


" eh .. tidak perlu aku bisa sendiri , sekarang


kalian pergilah .. tidak usah berdiri di sini "


Airine kaget dengan kehadiran para pelayan .


saking kesalnya pada Rey dia tidak menyadari


kehadiran mereka.


" kenapa masih kalian masih berdiri ?


kalian juga pasti belum makan kan ? dan


Sekarang pergi makan . lalu kalian kerja lagi "


para pelayan masih saja berdiri, mereka tidak


berani meninggalkan meja makan tanpa


perintah dari tuanya.


Airine yang kesal melihat mereka tidak bergerak sedikitpun langsung melihat Rey.


" aku tidak bisa makan kalau mereka masih di


sini " ucap Airin dengan wajah di tekuk


Rey menghembuskan nafasnya.


" kalian pergilah .. lakukan tugas kalian "


" baik tuan " ucap serempak mereka.


Airin menggerutu melihat mereka yang sangat


mematuhi si pria gila .


" giliran dia yang bicara mereka langsung nurut


apa hebatnya pria pemaksa ini " gerutu Ay


yang masih bisa di dengar oleh Rey.


" kalian dengarkan ! perempuan ini . sekarang


adalah istriku. jadi dia adalah nyonya kalian.


apa yang dikatakan dan di perintahkan ya


harus kalian turuti .

__ADS_1


perkataannya sama dengan perkataanku.


apa kalian mengerti !! "


Rey berbicara dengan tegas pada para pelayan.


" kami mengerti tuan " ucap serempak para


pelayan.


" sekarang pergilah " para pelayan menunduk


dan meninggalkan sang majikan.


Airine yang masih cengo dengan perkataan


Rey. tiba - tiba di kaget kan oleh suara Rey .


" apa sekarang kau sudah bisa makan ? "


" hhem ". Airine berdehem untuk menetralkan


pikirannya.


" kenapa kau bicara seperti itu pada para


pelayan mu ? "


Rey menyipitkan kan matanya mendengar


pertanyaan Airine.


" apa yang salah dari perkataan ku ?


apa kau lupa kalau kau sudah menjadi istriku?


Airine menajamkan matanya mendengar perkataan Rey .


" mana mungkin aku lupa tuan Rey yang


" sudah cepat makan , aku mau ke kantor karna


menunggumu aku jadi telat " ucap Rey


" siapa yang minta kamu nungguin aku " ucap


Airine dengan sewot .


Rey hanya menggelengkan kepalanya, tidak


akan pernah habis kalau terus berdebat dengannya.


Rey memilih mengalah , tapi entah mengapa dia senang membuat Airine kesal dan marah .


rasa ingin terus berada di dekatnya dan tak ingin jauh .


" aku ke kantor sekarang , bersiap lah jam 7


malam nanti , aku tidak bisa menjemputmu .


supir yang akan menjemputmu.


kita bertemu di sana "


lalu Rey bergegas pergi tanpa menunggu jawaban dari Airine.


" heeii .... pergi ke mana maksudmu ? "


nihil tidak ada jawaban karna Rey sudah berada


di luar rumah .


" selalu saja seenaknya memberikan perintah "


Airine pun menyudahi makanya.

__ADS_1


Airine yang sedang bosan memutuskan untuk


berkeliling rumah .


dan di sinilah dia sekarang , di taman yang indah dengan banyak bunga .


" ternyata dia mempunyai taman yang begitu


indah , kukira melihat wajahnya yang dingin


dia tidak akan menyukai seperti ini "


" non Ay .." sapaan bibi mengagetkan Airine.


" eh .. bibi , sini bi " ajak Airine pada bibi .


" apa non Ay menyukai tempat ini ? " dan Airine


langsung mengangguk.


" tuan Rey yang menyuruh membuat taman ini ,


sebenarnya tuan Rey tidak semenakutkan


seperti semua orang bilang.


hanya saja tuan yang jarang sekali bicara jika


tidak ada yang penting.membuat orang jadi


takut pada tuan .


Airine yang ingin berkata langsung di potong oleh bibi.


" nanti nona akan tau dengan sendirinya jadi


bibi mohon bertahanlah dengan tuan .


bibi percaya tuan memilih nona karna tuan


mencintai nona "


Airine terdiam mendengar perkataan bibi


mencintai apa benar ? tidak masuk akal.


tidak lama Asisten Hans datang menghampiri mereka.


" nona Ay .. tuan menyuruh saya memberikan


ini pada anda , tua bilang anda harus memakai


nya malam ini , supir akan mengantarkan


nona nanti malam . dan maaf nona anda tidak


boleh telat , karna tuan tidak suka menunggu.


" Aiss .. iya !! kau tidak perlu mengingat kan ku .


aku tau , dasar bos dan Asisten sama saja " .


gerutu Airine


dan itu membuat Hans tersenyum


" baiklah kalau begitu say permisi " Hans pamit


lalu kembali ke kantor.


meninggalkan Airine yang dengan suasana hati


kembali kacau .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2