
setelah lebih tenang Airine memutuskan untuk turun menemui Rey .
bibi yang melihat itu tersenyum,dengan susah payah dia membujuk dan menenangkanya
agar mau menerima takdir hidupnya.
Airine menuruni tangga menuju meja makan.
tanpa memperdulikan Rey yang sedari tadi terus memperhatikannya.
" duduklah ,, apa kau ingin berdiri terus di situ?"
Airine mendengus mendengar perkataan Rey.
ia menarik kursi lalu duduk.
" ambilkan makanan untuk nona " ucap Rey
pada pelayan yang sedari tadi berdiri di
dekat meja . dengan cepat para pelayan
melayani sang nyonya mereka .
" eh .. tidak perlu aku bisa sendiri , sekarang
kalian pergilah .. tidak usah berdiri di sini "
Airine kaget dengan kehadiran para pelayan .
saking kesalnya pada Rey dia tidak menyadari
kehadiran mereka.
" kenapa masih kalian masih berdiri ?
kalian juga pasti belum makan kan ? dan
Sekarang pergi makan . lalu kalian kerja lagi "
para pelayan masih saja berdiri, mereka tidak
berani meninggalkan meja makan tanpa
perintah dari tuanya.
Airine yang kesal melihat mereka tidak bergerak sedikitpun langsung melihat Rey.
" aku tidak bisa makan kalau mereka masih di
sini " ucap Airin dengan wajah di tekuk
Rey menghembuskan nafasnya.
" kalian pergilah .. lakukan tugas kalian "
" baik tuan " ucap serempak mereka.
Airin menggerutu melihat mereka yang sangat
mematuhi si pria gila .
" giliran dia yang bicara mereka langsung nurut
apa hebatnya pria pemaksa ini " gerutu Ay
yang masih bisa di dengar oleh Rey.
" kalian dengarkan ! perempuan ini . sekarang
adalah istriku. jadi dia adalah nyonya kalian.
apa yang dikatakan dan di perintahkan ya
harus kalian turuti .
__ADS_1
perkataannya sama dengan perkataanku.
apa kalian mengerti !! "
Rey berbicara dengan tegas pada para pelayan.
" kami mengerti tuan " ucap serempak para
pelayan.
" sekarang pergilah " para pelayan menunduk
dan meninggalkan sang majikan.
Airine yang masih cengo dengan perkataan
Rey. tiba - tiba di kaget kan oleh suara Rey .
" apa sekarang kau sudah bisa makan ? "
" hhem ". Airine berdehem untuk menetralkan
pikirannya.
" kenapa kau bicara seperti itu pada para
pelayan mu ? "
Rey menyipitkan kan matanya mendengar
pertanyaan Airine.
" apa yang salah dari perkataan ku ?
apa kau lupa kalau kau sudah menjadi istriku?
Airine menajamkan matanya mendengar perkataan Rey .
" mana mungkin aku lupa tuan Rey yang
" sudah cepat makan , aku mau ke kantor karna
menunggumu aku jadi telat " ucap Rey
" siapa yang minta kamu nungguin aku " ucap
Airine dengan sewot .
Rey hanya menggelengkan kepalanya, tidak
akan pernah habis kalau terus berdebat dengannya.
Rey memilih mengalah , tapi entah mengapa dia senang membuat Airine kesal dan marah .
rasa ingin terus berada di dekatnya dan tak ingin jauh .
" aku ke kantor sekarang , bersiap lah jam 7
malam nanti , aku tidak bisa menjemputmu .
supir yang akan menjemputmu.
kita bertemu di sana "
lalu Rey bergegas pergi tanpa menunggu jawaban dari Airine.
" heeii .... pergi ke mana maksudmu ? "
nihil tidak ada jawaban karna Rey sudah berada
di luar rumah .
" selalu saja seenaknya memberikan perintah "
Airine pun menyudahi makanya.
__ADS_1
Airine yang sedang bosan memutuskan untuk
berkeliling rumah .
dan di sinilah dia sekarang , di taman yang indah dengan banyak bunga .
" ternyata dia mempunyai taman yang begitu
indah , kukira melihat wajahnya yang dingin
dia tidak akan menyukai seperti ini "
" non Ay .." sapaan bibi mengagetkan Airine.
" eh .. bibi , sini bi " ajak Airine pada bibi .
" apa non Ay menyukai tempat ini ? " dan Airine
langsung mengangguk.
" tuan Rey yang menyuruh membuat taman ini ,
sebenarnya tuan Rey tidak semenakutkan
seperti semua orang bilang.
hanya saja tuan yang jarang sekali bicara jika
tidak ada yang penting.membuat orang jadi
takut pada tuan .
Airine yang ingin berkata langsung di potong oleh bibi.
" nanti nona akan tau dengan sendirinya jadi
bibi mohon bertahanlah dengan tuan .
bibi percaya tuan memilih nona karna tuan
mencintai nona "
Airine terdiam mendengar perkataan bibi
mencintai apa benar ? tidak masuk akal.
tidak lama Asisten Hans datang menghampiri mereka.
" nona Ay .. tuan menyuruh saya memberikan
ini pada anda , tua bilang anda harus memakai
nya malam ini , supir akan mengantarkan
nona nanti malam . dan maaf nona anda tidak
boleh telat , karna tuan tidak suka menunggu.
" Aiss .. iya !! kau tidak perlu mengingat kan ku .
aku tau , dasar bos dan Asisten sama saja " .
gerutu Airine
dan itu membuat Hans tersenyum
" baiklah kalau begitu say permisi " Hans pamit
lalu kembali ke kantor.
meninggalkan Airine yang dengan suasana hati
kembali kacau .
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1