
Setelah aku melihatnya ternyata....
“Dok, ini hasilnya ga salah kan?” Tanyaku memastikan
“Ya seperti yang Dokter lihat sendiri. Itu memang benar dengan hasilnya.” Ucap Dokter tersebut
“Oh begitu ya?” Ucapku sedikit syok
“Yang tabah ya Dok.” Ucap Dokter itu dan akupun mengangguk
Saat Dokter yang memeriksa Aisyah pergi, akupun duduk lemas disampingnya yang sedang terbaring lemah
“Aisyah, apa yang harus aku lakukan?! Tolong beritahu aku.” Gumamku lirih
# Flash back
Saat aku melihat hasil dari lab, ternyata pembulu darah di kepala Aisyah pecah. Dan harus cepat dilakukan oprasi. Saat oprasi selesai, keadaan Aisyah belum juga membaik. Sekarang dia dalam keadaan koma.
# Flash back off
Ketika melihat keadaannya seperti ini, aku teringat pada ayah dan ibu. Seketika aku langsung mengambil hpku dan menelpon ayah serta ibu.
“Hallo bu.” Ucapku
“Ya hallo nak. Udah sampe dirumah?” tanya ibu
“Belum bu. Aku sekarang lagi ada di rumah sakit.” Ucapku
“Di rumah sakit? Siapa yang sakit sayang?” tanya ibu
“Aisyah bu. Aisyah sakit dan sekarang dia sedang koma.” Ucapku lirih
“Apa sayang? Aisyah sakit?” tanya ibu memastikan
“Iya bu.” Ucapku sedih
“Ya udah.. Ya udah.. Ayah dan ibu kesana sekarang. Kamu kasih tau aja alamatnya ya.” Ucap ibu sabar
“Iya bu. Hati-hati di jalan.” Ucapku
“Iya sayang. Kamu yang sabar ya. Tunggu kami.” Ucap ibu
“iya bu. Terimakasih.” Ucapku lirih
Setelah menutup telp, akupun kembali memandangi wajah teduh istriku.
“Aisyah... Cepatlah kamu kembali. Kami di sini membutuhkanmu.” Ucapku lirih sambil menggenggam tangannya
Sementara disaat yang bersamaan
“Siapa yang telpon bu?” tanya ayah
“Yusuf yah. Tadi yusuf bilang klo sekarang dia sedang ada dirumah sakit.” Ucap ibu agak sedikit panik
“Memangnya siapa yang sakit bu?” tanya ayah
“Aisyah yah, yang sakit. Sekarang dia sedang koma.” Jelas ibu yang semakin panik
“Apa bu? Anak kita Aisyah koma?” ucap ayah ga percaya
“Iya ayah. Ayo kita cepat ke sana sekarang. Yusuf sedang membutuhkan kita.” Ucap ibu
“Iya... Iya bu. Ayo cepetan kita kesana.” Ucap ayah
Lalu beberapa saat kemudian, ayah dan ibupun berangkat ke rumah sakit.
Setelah sampai dirumah sakit, Ayah langsung memelukku
__ADS_1
“Yang tabah dan sabar ya nak.” Ucap ayah sambil memelukku
“Iya ayah.” Ucapku lirih
“Gimana keadaannya sekarang suf?” tanya ibu
“Masih sama bu. Belum ada perkembangan.” Jelasku
“Kamu sudah menghubungi adik-adiknya?” tanya ibu
“Belum bu. Rencananya begitu ayah dan ibu sampai di sini, aku mau pulang mengambil semua yang diperlukan oleh Aisyah sekaligus memberitahukan kabar ini ke adik-adiknya.” Jelasku
“O ya udah. Tapi kamu harus hati-hati nyetir mobilnya.” Pesan ibu
“Iya bu. Titip Aisyah sebentar ya bu. Ntar klo ada apa-apa, ibu bisa langsung panggil dokternya aja.” Ucapku
“Iya nak. Kamu tenang aja. Ada kami. Kamu ga usah khawatir. Iya kan yah?!” ucap ibu dan ayahpun mengangguk
“Sekali lagi terimakasih ayah, ibu.” Ucapku lirih
“Iya sayang. Ya udah sana.” Ucap ibu dan akupun mengangguk
Setelah berpamitan, akupun langsung pulang ke rumah. Sesampainya dirumah, aku melihat kedua adiknya sedang berada dikamarnya masing-masing
“Mas, mas udah pulang?” tanya Adit dan akupun mengangguk sambil masuk kedalam kamarnya
“Mba Aisyah mana mas?” tanya Adit
“Dit, mas punya kabar buruk. Tapi kamu harus janji, kamu harus tetap tenang saat mendengarnya.” Ucapku
“Iya mas. Aku janji. Memang ada kabar buruk apa? Apa ini ada hubungannya dengan mba Aisyah?” tanya Adit
“Iya dit.” Jawabku
“Emang mba Aisyah kenapa?” tanya Adit
“Apa mas, mba ada dirumah sakit?” tanya Nuri yang tiba-tiba saja masuk
“Iya dek.” Jawabku
“Memang mba Aisyah kenapa mas kok bisa sampe masuk ke rumah sakit?” tanya Nuri
“Tadi sewaktu hampir sampai dirumah, tiba-tiba mba kalian muntah-muntah dan juga pingsan. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, ternyata ada pembuluh darah di kepala mba mu yang pecah dan mengharuskannya untuk segera di operasi.” Jelasku
“Lalu setelah dioperasi, gimana keadaan mba sekarang mas?” tanya Nuri
“Dia.. Dia.. Sekarang dia masih dalam Keadaan koma.” Ucapku
“Ya ampun mba..” ucap nuri lirih namun tiba-tiba..
‘bruk..’ Nuri pingsan
“Dit, ambil minyak angin dan juga segelas air.” Ucapku sambil langsung menggendong Nuri ke tempat tidur.
Setelah beberapa saat, adit datang membawakan minyak angin dan segelas air minum
“Ini mas.” Ucap adit
“Oh ya, makasih.”Ucapku
“Gimana mas keadaan Nuri?” tanya Adit
“Dia baik-baik saja. Hanya sedikit syok mendengar kabar tadi.”Jelasku
“Mas, setelah Nuri sadar, apa boleh kami mengunjungi mba di rumah sakit?” ucap Adit
“Boleh.. Tentu saja boleh. Kamu dan Nuri boleh melihat mba kalian. Siapa tau dengan kehadiran kalian, semangat hidup mba mu ada lagi.” Ucapku
__ADS_1
“Terimakasih mas.” Ucap Adit
“Iya.” Ucapku
Setelah menunggu beberapa saat, Nuripun sadar. Namun setelah sadar, dia langsung menangis.
“Sudahlah dek, jangan menangis lagi. Lebih baik sekarang kita banyak-banyak berdoa agar mba Aisyah cepat sadar dari komanya.” Ucap Adit
“Amiin.” Ucapku membalas doanya
“Nah sekarang kita tengok mba mu ya. Kamu mau kan?” ucapku sambil mengelus-ngelus rambutnya dan Nuripun mengangguk
Setelah semua selesai dipersiapkan, kamipun berangkat ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, ternyata semuanya sudah terlambat. Aisyah sudah tidak ada.
Aku dan adik-adiknya seketika syok.
Terutama Nuri. Dialah yang paling merasa kehilangan mba nya itu.
“Yusuf.. Apa ini adik-adiknya Aisyah?” tanya ibu lirih
“Iya bu. Ini Adit dan yang ini Nuri.” Ucapku
“Kalian berdua kemarilah.” Ucap ibu dan merekapun menurut
Setelah mereka mendekat, ibu langsung memeluk mereka berdua layaknya anak sendiri.
“Yang sabar ya sayang. Di balik ini semua pasti ada hikmahnya.” Ucap ibu
“Tapi bu, kami hanya punya mba sebagai ibu kami.” Ucap Adit
“sayang, mulai sekarang dan seterusnya, anggap kami ini orang tua kalian. Gimana?” ucap ibu
“Tapi bu..” ucapan adit terputus
“Iya sayang, anggap kami ini orang tua kalian ya?” ucap ayah.
“Makasih ayah, ibu.” Ucap adit
“iya.” Jawab ibu
“Oh ya, tadi sebelum Aisyah pergi, dia sempat sadar lalu menitipkan surat ini untuk kita semua.” Ucap ibu
“Surat.. Surat apa bu?” tanyaku
“Ibu sendiri ga tau suf. Tapi lebih baik kita membuka suratnya setelah urusan pemakamannya selesai. Gimana?” ucap ibu
“Baiklah bu.” Ucapku lirih
.
.
.
.
.
Bersambung...
Kira-kira apa ya isi surat terakhir Aisyah?
Tunggu kelanjutannya di next..
Jangan lupa comen dan likenya ya...🙏
__ADS_1