Cintaku karena ibadah

Cintaku karena ibadah
lamaran Adit


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu semenjak Adit dan Cindy membina hubungan. Banyak yang tidak menyangka dan juga mengira klo mereka dapat bersama. Terutama Randy.


Tapi apa mau di kata. Itulah yang namanya jodoh. Ketika kita memaksakan, jika kita bukan jodohnya, maka tidak akan pernah bersama. Lain halnya jika kita berjodoh. Wlo kita berpisah jauh sekalipun, klo namanya jodoh, pasti bakalan dipertemukan.


Dan sekarang, sepertinya Adit sedang marasa galau


“Dit, kamu kenapa?” tanyaku sambil duduk disamping Adit


“Eh mas yusuf. Ga.. Aku ga kenapa-kenapa kok. Aku Cuma lagi merasa bingung aja.” Ucap Adit


“Bingung kenapa dit?” tanyaku


“Mas, aku pingin banget melamar Cindy, tapi mas kan tau sendiri, orang tuaku semuanya pergi entah kemana. Jadi apa keluarga Cindy bisa menerima keadaanku yang seperti ini?” tanya Adit yang terlihat sedih


“Dit, wlo orang tua kandungmu tidak tahu ada dimana sekarang, tapi apa kamu lupa dengan ayah dan juga ibu?” ucapku


“Tapi mas, mereka kan orang tua kandung mas. Apa Ayah dan ibu mau membantuku melamar Cindy?” tanya Adit


“Mereka pasti mau dit. Mereka udah menganggap kamu dan juga Nuri itu seperti anak mereka sendiri. Lagipula, jujur, semenjak ada kalian, orang tuaku jadi lebih banyak tersenyum.” Jelasku


“Oh begitu ya mas. Tapi bagaimana bilangnya ke mereka ya mas?” tanya Adit


“Kamu mau bilang apa Dit?” tanya Ayah yang tiba-tiba saja datang


“Eh Ayah. Sini yah, duduk di sini. Ibu mana yah?” tanyaku


“Ibumu sedang bersama Nuri. Ga tahu apa yang sedang mereka bicarakan, ayah dicuekin sama mereka.” Ucap ayah


“Oh..” sahutku singkat


“ya sudahlah. Tadi sepertinya ayah sempat dengar klo ga salah Adit mau bilang sesuatu. Mau bilang apa dit?” tanya Ayah


“Tuh bilang. Mumpung ayah nanya.” Ucapku


“Hmm... Begini yah, aku ada rencana mau melamar perempuan yang aku suka, tapi ayah kan tau sendiri kalo orang tuaku pergi entah kemana. Jadi aku sekarang takut klo-klo keluarga cewe ku itu ga mau terima keadanku ini.” Jelas Adit ke Ayah


“Dit, walo orang tuamu pergi ntah kemana, tapi kamu kan masih punya kami. Kami ini keluargamu sekaligus orang tuamu juga. Biar kami yang akan melamarkannya untuk kamu. Gimana?” ucap Ayah


“Benarkah itu ayah?” tanya Adit


“Iya.” Sahut ayah


“Emang kapan rencananya kamu akan melamar cewe kamy itu?” tanya ayah

__ADS_1


“Rencananya sih akhir pekan ini ayah.” Ucap Adit


“Apa cewe’mu tahu tentang rencana kamu ini?” tanya ayah


“Masih belum ayah. Tapi rencananya aku akan memberitahu ke dia besok.” Sahut Adit


“Oh begitu. Ya udah, setelah kamu mengatakannya pada calon istrimu, dan dia serta keluarganya sudah siap, maka kami sekeluarga akan datang melamarkannya untukmu. Bagaimana?!” ucap Ayah


“Ya baiklah yah. Terimakasih banyak atas bantuan keluarga ini.” Ucap Adit


“Iya dit. Kamu ga perlu sungkan seperti itu.” Ucap Ayah


***********************************


Keesokan harinya, Aditpun langsung menemui Cindy. Mereka janjian di kantin rumah sakit


“Cin, kamu akhir pekan ini ada acara ga?” tanya Adit


“Hmm... Sepertinya ga ada dit. Ada apa ya?” tanya Cindy sambil mengunyah makanannya


“Aku dan keluarga mas Yusuf rencananya akan datang kerumah kamu untuk melamar kamu.” Jelas Adit


“Uhuk.. Uhuk..” tiba-tiba saja Cindy tersedak makanannya


“Melamar? Maksud kamu?” tanya Cindy setelah minum segelas air


Untuk sesaat Cindy terdiam. Entah apa yang sedang dia pikirkan. Dan itu membuat Adit merasa menjadi harap-harap cemas.


“Cin, bagaimana? Apa kamu mau menikah denganku?” tanya Adit


“Hmm.. Dit, aku mau. Aku mau menikah denganmu.” Sahut Cindy dan Aditpun akhirnya bisa bernafas dengan lega.


“Ya udah, klo begitu, akhir pekan ini aku bakalan datang kerumahmu untuk melamar kamu. Ok?!” ucap Adit dan Cindypun mengangguk sambil tersenyum


***********************************


Sesampainya di rumah, aditpun langsung memberitahukan kepada semuanya perihal acara lamaran yang sudah direncanakan.


Dan merekapun sangat bahagia mendengar kabar itu. Terutama Nuri.


“Mas, selamat ya. Akhirnya mas sudah dapetin perempuan yang mas cintai.” Ucap Nuri


“Terimakasih dek.” Sahut Adit dan merekapun tertawa bahagia

__ADS_1


***********************************


Tibalah akhirnya hari dimana Adit akan melamar Cindy


Mereka begitu heboh mempersiapkannya.


terutama ibu.


“Mas, ibu kenapa?” tanya Adit yang melihat ibu seperti cacing kepanasan


“Biasalah dit, si ibu emang selalu seperti itukan?!” ucapku


“Bu, bisa lebih tenang sedikit ga sih? Cape’ tahu ni mata lihatnya.” Celetuk ayah


“Klo cape’ ya ga usah lihat.” Sahut ibu sewot


“Dit, kapan sih kita bakalan berangkat? Ibu udah pingin banget ni ngelihat calon pilihan kamu.” Ucap ibu


“Ibu, ibu bukannya sudah pernah lihat orangnya waktu acara pesta pernikahanku waktu itu.” Ucapku


“Emang iya ya? Kok ibu lupa ya?!” gumamnya


“Udah bu. Sini duduk. Jangan mondar-mandir begitu. Ga capek apa tuh kaki?” celetuk ayah lagi


“Bu, sebentar lagi kita berangkat kok.” Ucap Adit dan ibupun langsung duduk


Beberapa saat kemudian, kamipun akhirnya berangkat. Setelah sampai disana, kami disambut hangat oleh keluarga Cindy


Acarapun akhirnya bisa berjalan lancar. Dan tanggal pernikahannyapun sudah ditentukan


“Selamat ya dit, selamat ya Cin.” Ucapku dan juga Nuri bergantian


“Terimakasih Mas, Terimakasih Nur.” Sahut Adit dan juga Nuri yang bergantian


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan coment nya ya...🙏


__ADS_2