
Sudah hampir satu minggu, Aisyah menjadi istriku, aku ingin sekali mengajaknya kerumah orang tuaku dan memperkenalkannya.
“Sayang, besok aku kan libur. Aku ingin sekali mengajakmu kerumah orang tuaku dan mengenalkannya denganmu.” Ucap yusuf
“O baiklah klo begitu mas.” Jawabnya
“klo begitu, kamu juga beritahu pada ke dua adikmu agar bersiap-siap.” Pintaku
“Mas, sepertinya mereka ga bisa ikut. Karena mereka sebentar lagi ujian dan mereka harus belajar.” Jelasnya
“O ya udah klo begitu. Nanti aku akan kasih mereka uang untuk beli makanan selama kita ga ada.” Ucapku dan dia mengangguk
Keesokan harinya, aku dan Aisyahpun berangkat.
Perjalanan kamipun cukup jauh. Hingga memaksa kami untuk sering beristirahat.
“Aisyah, kamu ga apa-apa sayang?” tanyaku yang melihat dia dari tadi hanya diam
“Aku ga apa-apa mas.” Jawabnya singkat
“Klo ga apa-apa, kenapa aku perhatiin dari tadi kamu diam saja.” Ucapku
“Aku hanya sedikit tegang mas. Aku takut ayah dan ibumu tidak menyukaiku.” Jawabnya
“Oh masalah itu?! Kamu ga usah khawatir tentang itu. Kamu cukup jadi diri kamu sendiri aja. Ga usah memaksakan diri untuk berubah.” Ucapku
“Oh begitu ya. Tapi klo aku masih ga yakin bagaimana mas? Mas kan tau sendiri aku ini bagaimana dan latar belakangku seperti apa. Aku takut mereka akan mempermasalahkannya mas.” Ucapnya khawatir
“Aisyah, kamu ga usah khawatir seperti itu. Mereka bukan orang seperti itu kok. Aku mengenal mereka.” Ucapku
“Ya udah mas. Aku percaya sama mas.” Ucapnya lagi
Beberapa saat kemudian, kami pun sampai di rumah kedua orang tuaku
‘tok.. tok.. tok..’ aku mengetuk pintu rumah mereka
“Iya sebentar.” Jawab orang yang didalam yang tak lain adalah ibuku
“Hai nak, kamu sudah datang hari ini? Kenapa ga kasih kabar dulu ke ibu?” ucap ibuku yang langsung memelukku
“Emang klo aku kasih kabar ke Ibu, ibu mau ngapain?” tanyaku
“Ish anak ini. Ya tentu aja mau masakin masakan kesukaan kamu lah. Emang mau apa lagi?” jawab ibu sambil memukul pundakku
“Oh ya Nak, ini pasti istrimu kan?” tanya bunda sambil melihat ke arah Aisyah
“Iya bu. Cantik kan?” ucapku
“Cantik.. Teduh..” ucap ibu spontan yang tertegun melihat Aisyah
“Bu, kami ga disuruh masuk nih?” tanyaku
“Oh iya.. Iya... Ayo masuk. Maaf rumahnya jelek. Anggap aja rumah sendiri.” Ucap ibu dan Aisyahpun tersenyum
“Ayah.. Lihat nih siapa yang datang.” Teriak ibu memanggil ayah
“Eh nak, kamu datang. Ini pasti istri kamu kan?” ucap ayah
“Iya ayah. Ini istriku Aisyah.” Ucapku
__ADS_1
“Aisyah..” ucap Aisyah memperkenalkan diri
“Ya udah.. Ya udah.. Ayo.. Ayo sini. Masuk. Anggap saja rumah sendiri.” Ucap ayah sambil menggandeng tangan Aisyah
“Hai ayah... Bantuin napa?!” teriakku dengan maksud agar ayah melepaskan gandengan tangannya dari tangan Aisyah
“Udah, bawa sendiri. Kamu kan cowo’ masa’ begitu aja minta bantuan. Ya ga sayang?!” ucap ayah
“Ibu... Ayah tuh..” rajukku memanggil ibu
“Ada apa sih? Kalia berdua klo ketemu ga pernah bisa akur.” Ucap ibu sambil membawakan cemilan dan juga minuman buat kami
“Tuh bu, liat. Ayah ngambil istriku.” Ucapku manja
“Sudahlah ayah, jangan godain anakmu terus.” Ucap ibu
“Maaf ya sayang. Yusuf dan ayahnya memang selalu seperti itu kalo sedang bertemu.” Jelas ibu
“Ga apa-apa bu.” Ucap Aisyah sambil tersenyum
“Aduh cantiknya mantuku klo lagi tersenyum.” Ucap ayah menggodaku
“Ibu.. Lihat tuh ayah.” Rajukku
“Ayah...!” teriak ibu dan lagi-lagi Aisya tersenyum melihat tingkah kami
“Oh ya, kalian nginep kan disini?” tanya ibu
“Pastilah mereka nginep. Ya kan sayang?” ucap ayah sambil mengedip kearah Aisyah.
“Ga.. Kami ga nginep.” Jawabku
“Aku ga mau klo istriku di ambil anak ma Ayah.” Celetukku
“Bwahahaha...” seketika tawa ayah pecah.
“Kenapa ayah ketawa sih? Aku tuh serius tau.” Ucapku sewot
“Lha kamu ini gimana sih nak. Ga usah ayah ambil juga Aisyah kan udah jadi anak mantu kami.” Ucap Ayah
“Bener juga ya?” gumamku dan Aisyah hanya bisa tersenyum
“Sudah.. Sudah.. Kalian istirahatlah dikamar. Kamarnya sudah ibu siapkan.” Ucap ibu dan akupun mengangguk
******************************
Ke esokan harinya, aku melihat Aisyah sedang menemani ibu didapur. Mereka terlihat sangat akrab sekali
“Kalian sedang apa?” tanyaku yang tiba-tiba datang dan bersuara
“Aduh Nak. Ibu kaget. Kamu ini kebiasaan klo jalan ga ada suaranya.” Ucap ibu sambil mengelus-ngelus dadanya
“Lha ibu, klo aku jalan ga ada suaranya berarti aku hantu donk? Lagian ibunya aja yang terlalu serius tadi sampe ga denger aku datang.” Sahutku
“Ish mas, ga boleh begitu ma orang tua. Ga sopan.” Ucap Aisyah
“Iya.. Iya sayang. Maafin aku ya bu.” Ucapku
“Iya nak.” Ucap ibu tersenyum
__ADS_1
“Oh ya, kalian sedang apa?” tanyaku
“Oh ini nak, kami lagi coba buat sarapan.” Jawab ibu
“Oh.. Ya udah klo begitu. Aku mau mandi dulu.” Ucapku
“Ya udah sana. Oh ya, jangan lupa bangunin ayahmu juga.” Teriak ibu
“Iya bu.” Jawabku sambil meninggalkan mereka berdua
Setelah aku selesai mandi, akupun langsung bangunin ayah.
“Ayah... Ayah bangun. Sarapan.” Teriakku dari luar kamar
“Hmm..” sahut ayah
“Cepetan ayah. Udah laper nih. Ayah emang ga laper apa? Sarapannya yang buat Aisyah lho yah. Mantu kesayangan ayah.” Ucapku
“Apa?” teriak ayah yang kemudian tiba-tiba..
‘Gubrak..’ suara gaduh dari dalam kamar
“Ayah.. Ayah ga apa-apa kan?” tanyaku khawatir
“Ga apa-apa nak. Beneran yang masak sarapannya Aisyah?” tanya ayah yang tiba-tiba keluar dalam keadaan acak-acakan
“Iya ayah. Mangakanya ayah cepetan mandi habis itu kita sarapan.” Ucapku
“Iya.. Iya.. Ayah mandi. Tungguin ayah. Jangan sarapan duluan ya.” Ucapnya sambil menutup pintu
“Iya ayah. Tapi cepetan ya.” Teriakku
“Iya..” jawab ayah yang juga teriak dari dalam.
******************************
“Bu, kenapa itu berisik sekali?” tanya Aisyah
“Itu mah biasa. Ayah sama anak emang selalu seperti itu kalo lagi kumpul.” Jelas ibu.
“udah kamu ga usah hiarukan mereka.” Lanjut ibu
“Iya ibu.” Jawab Aisyah
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏
__ADS_1