
Setelah mengetahui klo Nuri sedang hamil, kamipun bahagia. Kami menuruti semua keinganannya
Namun pernah pada suatu hari, nuri meminta sesuatu...
“Mas...” panggil Nuri saat di ruang TV yang mana pada saat itu rumah sedang sepi
“Ada apa sayang? Apa ada yang buat kamu ga nyaman?” tanyaku
“Ga mas. Ga ada apa-apa. Tapi..” ucap nuri memotong ucapannya
“Tapi apa sayang?” tanyaku penasaran
“Tapi... Aku mau mas. Aku lagi pingin banget.” Ucap Nuri bermanja-manjaan di bahuku
Dengan sikapnya yang seperti itu, aku pun menjadi terpancing juga. Lalu akupun menggendongnya ke kamar dan kami melakukannya.
Keesokan harinya tiba-tiba saja badanku lemas. Sementara Nuri tersenyum bahagia
“Suf, lo kenapa? Kaya ga ada semangat begitu.” Ucap Randy saat aku sampai dirumah sakit
“Gue cape banget plus lemes banget Ran?” sahutku
“Lha emang lo habis ngapain? Habis lari maraton?” tanya Randy
“Gue habis dikerjain habis-habisan sama Nuri.” Sahutku
“Maksud lo dikerjain habis-habisan apa suf?” tanya Randy bingung
“Ya begitu. Kan biasanya suami yang ngerjain istri tiap malam, tapi sekarang ini gue yang semalam dikerjain habis-habisan sama Nuri. Gue bener-bener kewalahan Ran.” Ucapku lemas
“Bwahahaha.... Dr. Yusuf KO sama istri sendiri..!!! Hahaha...!!” teriak Randy kegirangan
“Ststtst.. Diem napa lo. Teriak-teriak begitu bikin orang malu aja. Lagipula kaya’nya lo bahagia banget klo gue kesusahan begini.” Protesku
“Sorry.. Sorry suf. Lagian lo nya sih. Ada-ada aja. Emang lo dikerjain sampai berapa kali Ronde?” tanya Randy
“Entahlah. Masalahnya sampai pagi. Gue aja sampe ga bisa tidur gara-gara dia mancing hasrat gue terus.” Jelasku
“Hadeuh.. Yusuf.. Yusuf.. Istri lo tu ya. Kecil-kecil tapi cabe rawit juga ya. Ganas.” Ucap Randy.
“Sebenarnya dia ga seperti itu, tapi semenjak hamil ini, dia tuh sering diluar kendali.” Jelasku dan Randypun hanya geleng-geleng
“Sabar suf. Masa-masa seperti itu Cuma hanya untuk sementara aja ko. Nanti setelah anak kalian lahir, Dia juga ga akan seperti itu.” Ucap Randy
__ADS_1
“Iya Ran. Gue juga tahu klo masalah itu. Tapi.. Hadeuh Ran, bisa-bisa gue KO beneran klo tiap hari begini.” Keluhku
“Hehehehe...” tawa Randy cekikikan
“Dasar lo Ran. Sial lo.” Ucapku
***********************************
Sesampainya dirumah, Nuri sudah menyambut dengan sebuah senyuman dan juga pelukan mesra
“Hadeuh... Mau apa lagi nih?” gumamku dalam hati
“Nur, ada apa?” tanyaku
“Mas, aku kok mau tau ya rasanya mie ramen dari jepang.” Ucapnya
“Apa Nur? Ya udah ntar kita beli di supermaket trus kita buat sendiri ya dirumah.” Ucapku
“Ga mau mas. Aku maunya yang langsung dari jepang.” Sahutnya
“Apa Nur? Kamu ga salah ngomong kan nur?” tanyaku
“Ga mas. Aku ga salah ngomong dan juga mas ga salah denger kok. Aku emang pingin banget tau rasanya mie ramen yang langsung dari jepang.” Ucapnya
‘Bruk..’ kakiku langsung lemas. Ga ada tenaga buat berdiri
“Mas.. Mas kenapa?” tanya Nuri dan akupun diam
“Hadeuh... Kok begini banget ya rasanya punya istri yang lagi hamil muda. Apa semua istri seperti ini klo lagi hamil?!” Gumamku dalam hati
“Mas.. Mas kenapa?” tanya Nuri dan akupun masih tetap diam membisu. Bingung mau bilang apa
“Eh mas Yusuf ngapain duduk di sini?” tanya Adit yang baru aja sampai bersama Cindy dan akupun masih diam saja
“Lha di tanya kenapa diam aja?!” ucap Adit
“Suf, lo jangan bilang klo penyakit lama mu kambuh deh?!” ucap Cindy
“Penyakit lama? Emang mas Yusuf punya penyakit lama apaan Cin?” tanya Adit
“Penyakit lamanya itu penyakit beku kaya es begini. Ga peduli sama orang sekitar.” Sahut Cindy
“Hadeuh...” ucap Adit
__ADS_1
“Emang tadi tuh kamu bicara apa, nur, dengan mas yusuf?” Tanya Adit
“Aku tadi bilang aku pingin ngerasain rasanya mie ramen yang dari jepangnya langsung. Emang ada yang salah ya mas? Aku kan lagi pingin banget.” Ucapku tanpa dosa
“Haizz... Cin, tolong coba kamu nasihati adikku ini. Kasihan yusuf.” Ucap Adit dan Cindypun mengerti sedangkan Nuri bingung
Lalu tak lama kemudian, Cindypun membawa Nuri, sedangkan Adit membantu mas Yusuf untuk duduk di bangku
“Mas, sebagai kakaknya Nuri, aku minta maaf ya mas. Atas sikap dan permintaan Nuri yang anah itu.” Ucapku
“Ga apa-apa kok Dit. Aku tadi tuh hanya bingung bagaimana cara menghadapi Nuri.” Ucapku pada akhirnya.
Sementara, ditempat lain, Nuri di ajak bicara oleh Cindy
“Nur, maaf sebelumnya, apa kamu pernah berfikir dulu sebelum meminta sesuatu?” tanya Cindy
“Maksudnya mba apa?” tanya Nuri ga ngerti
“Maksudku, kamu tahu ga kenapa Yusuf sampai seperti ini?” tanya Cindy dan Nuripun geleng-geleng tidak tahu
“Nur, menurutku permintaan kamu ini sedikit keterlaluan. Kan ga harus minta seperti itu. Minta makanan langsung dari negaranya. Nur, benar ini bukan kamu yang mau tapi anak kamu. Tapi kamu sebagai calon ibu, harus bisa mengendalikannya. Karena ga semuanya itu harus dituruti. Kasihan yusuf. Dia seperti sedang menahan lelah karena semua yang kamu minta tidak masuk akal.” Ucap Cindy
“Tapi kenapa mas yusuf diam aja. Ga bilang apa-apa dan ga nolak?” tanya Nuri polos
"Itu karena yusuf terlalu mencintai kamu dan menyayangi kamu. Dia ga mau kamu sedih klo sampe keinginmu ga dituruti.” Ucap Cindy
“Oleh sebab itu, kamu jangan seperti ini ya. Kamu ga kasihan dengan suamimu?” ucap Cindy
“Oh begitu ya?!” Sahut Nuri
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa like dan comen nya ya...🙏
__ADS_1