
Setelah sampai di rumah sakit tempatku bekerja, Nuri langsung diperiksa oleh Dokter UGD yang juga teman kerjaku
“Gimana dok keadaannya?” tanyaku setelah dokter itu memeriksa Nuri
“Begini Dokter yusuf, setelah saya periksa dengan seksama, sepertinya Nuri sedang mengalami kejadian yang membuatnya Syok, dia juga kelelahan. Dan ini akan berpengaruh sekali pada kondisi kehamilannya.” Jelas Dokter itu
“Apa Dok? Nuri hamil?” tanyaku
“Dokter ini gimana sih? Masa’ sampai ga tahu klo istri sendiri sedang hamil?” ledek Dokter itu
“Ya si Dokter ini bisa aja. Saya kan bukan spesialis masalah seperti itu. Lagipula, selama ini, nuri terlihat biasa-biasa aja. Ga ada yang berbeda.” Jelasku
“Emang perkiraan usia kandungannya berapa minggu Dok?” tanyaku
“Dari hasil lab dan juga USG, perkiraan usia kandungan istri Dokter Yusuf itu 5 minggu. Dan di usia kandungan yang seperti ini, seharusnya orang-orang yang ada di sekitar istri Dokter harus lebih banyak menjaga perasaannya.” Jelas Dokter itu
“Bu, sekarang ibu sudah tau kan kondisi Nuri seperti apa. Apa ibu bisa memahami keadaan kami atau ibu akan mengulangi kesalahan ibu lagi?!” ucap Adit yang masih belum reda emosinya
“Sudah.. Sudah Dit, ga usah dilanjutkan lagi. Sekarang bukannya kita harusnya bahagia ya?! Kamu sebentar lagi akan menjadi seorang paman dan ibu akan menjadi seorang nenek?!” ucapku dan akhirnya Aditpun diam. Sementara ibu hanya bisa duduk dikursi tunggu rumah sakit
Setelah menunggu beberapa saat, Nuripun akhirnya sadar.
“Nur, gimana perasaan kamu sekarang? Apanya yang sakit?” tanyaku
“Mas, ini dimana?” tanya Nuri
“Ini di rumah sakit sayang. Tadi kamu pingsan.” Ucapku
“Pingsan? Kok bisa ya?!” tanyanya yang untuk kesekian kalinya polos
“Ya bisalah sayang. Kamu sekarang kan lagi mengandung, jadi ga boleh kecape’an dan stres Klo kecape’an dan stres, ya begini ini hasilnya. Pingsan.” Ucapku
“Mengandung? Maksud mas, aku hamil?” tanya Nuri terkejut dan akupun mengangguk
“Lalu gimana dengan ibu? Apa ibu tahu tentang hal ini?” tanya Nuri
“Ibu tahu Nur.” Sahutku
“Apa ibu marah mas?” tanya Nuri lagi
“Entahlah Nur. Tapi yang pasti, ibu diam saja tadi.” Ucapku
“Trus sekarang ibu dimana mas?” tanya Nuri
__ADS_1
“Ibu sedang ada diluar Nur. Sedangkan Adit sedang melanjutkan prakteknya. Karena tadi dia memang ijin.” Jelasku
“Mas, aku ingin bertemu ibu. Boleh ga?” tanya Nuri
“Ya tentu saja boleh Nur. Tapi kamu jangan terbawa emosi ya.” Pesanku
“Iya mas.” Sahut Nuri
Beberapa saat kemudian, ibu itu masuk.
“Nur, gimana keadaan kamu sekarang?” tanya ibu itu
“Udah jauh lebih baik bu.” Sahut Nuri
“Oh syukurlah. Maafin ibu Nur, ibu selama ini ga merawat dan menjagamu. Ibu menyesal.” Ucap ibu
“Ibu ga perlu minta maaf. Ibu dulu pasti punya alasan kenapa sampai seperti itu.” Ucap Nuri sambil tersenyum
“Apa kamu memaafkan ibu, sayang?” tanya ibu
“Iya bu. Aku udah memaafkan ibu setelah aku tahu klo ibu itu ibu kandungku.” Ucap Nuri
“Terimakasih sayang.” Ucap ibu yang kemudian langsung memeluk Nuri
“Ibu, setelah ini, ibu jangan pergi menghilang lagi ya bu.” Pinta Nuri.
“Iya sayang, ibu ga akan pergi lagi. Ibu akan memberi tahukan alamat ibu dan juga nomor telpon ibu. Jadi klo kamu ingin bertemu dengan ibu, kamu bisa datang menemui ibu.” Ucap ibu
“Iya bu. Terimakasih.” Ucap Nuri
“Ya udah, klo begitu, ibu pulang dulu ya. Kamu jaga kesehatan dan juga jaga kandunganmu ya. Jangan sampai pingsan lagi.” Pesan ibu
“Iya bu.” Sahut Nuri
“Yusuf, sebelum ibu pergi, ibu titip Nuri ya. Tolong jaga dan juga sayangi dia dan anaknya.” Pesan ibu ke aku
“Iya bu. Itu sudah pasti. Ibu ga usah khawatir masalah itu.” Sahutku dan kemudian ibupun pulang
***********************************
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Nuri sudah diperbolehkan pulang
Sesampainya dirumah, ayah dan ibu bingung melihat tingkah kami.
__ADS_1
“Kalian kenapa kok kelihatan senang begitu? Kalian emang habis darimana?” tanya ibu
“Kami habis dari rumah sakit bu.” Sahutku
“Rumah sakit? Siapa yang sakit suf?” tanya ibu khawatir
“Nuri bu. Tadi dia sempat pingsan.” Jelasku
“Pingsan? Kok ga kabari ibu dan ayah di rumah. Kami kan bisa jemput kalian.” Ucap Ayah
“Ga apa-apa bu. Kami memang sengaja ga ngasih tahu ke ibu.” Sahutku
“Trus apa kata dokter?” tanya ibu
“Kata Dokter, Nuri hanya kelelahan aja. Karena sekarang dia sedang hamil bu.” Ucapku
“Apa? Nuri hamil?!” ucap ibu terkejut
“Iya bu. Dia sekarang sedang hamil 5 minggu.” Jelasku
“Yah, sebentar lagi kita akan punya cucu.” Ucap ibu ke Ayah
“Selamat ya Nur.” Ucap Ayah
“Iya Ayah.” Sahut Nuri yang masih terlihat lemas
“Ya udah sekarang kalian istirahat aja di kamar.” Ucap Ibu
“Iya bu. Aku ngantar Nuri ke kamar dulu.” Ucapku
“Iya sayang. Awas hati-hati.” Ucap ibu
“Iya bu.” Sahutku sambil merangkul Nuri
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan Comentnya ya...🙏