Cintaku Mentok Depan Rumah

Cintaku Mentok Depan Rumah
baikan


__ADS_3

kevin dan beby pulang dari cafe delima berbarengan atau tepatnya kevin mengantarkan beby pulang. betapa bahagianya kevin setelah 5 tahun di diamkan beby, baru kali ini dia di beri kesempatan untuk berdamai dengnnya. mereka berjalanan beriringan menuju parkir mobil di cafe tersebut.


beby bwrhenti sejenak dari jalannya dan melihat kearah kevin "oh iya vin, bukannya lo bawa mobi sendiri" tanya beby ke kevin yang senyam senyum sendiri.


kevin ikut berhenti dan memperhayikan beby "ehh itu gampang beb, ntar di bawa justin. gue yang setirin mobil lo, kalo pulangnya gampang ntar bisa di jemput orangku" tutur kevin lemput dan penuh percaya diri.


"oh ok" balasan singkat beby dan melanjutkan jalannya di ikuti kevin.


sampailah beby dan kevin di parkiran dimana mobil beby berada, dengan sigap kevin ada di bangku kemudi sedangkan beby di bangku samping kevin. tidak bisa di bayangkan betapa bahagianya kevin, untuk kabar hati kevin jangan tanya lagi. jelas ingit copot dari posisinya, antara bahagia dan nervous jadi satu.


beby yang melihat kevin senyam senyum hanya bisa memutar bola matanya sambil geleng-geleng sendiri.


"lama-lama gila ni kevin" batin beby dalam hati.


sesaat kemudian kevin mencoba mencairkan suasana yang tampak sunyi. "beby, gue bonel nanya ?" tanya kevin ragu ke beby.


"tanya aja ngapain izin dulu" cicit beby.


"emmm,, sebenarnya gue dulu salah apa sih beb sampai lo jauhin gue bertahun-tahun.?" tanya kevin ragu takut beby marah kepadanya lagi, sampai dia meremas kemudi mobil akibat was was dengan jawaban beby nanti apakah marah atau sebaliknya.


sebelum beby menjawab kevin sudah berbicara lebuh dulu "kalo lo belum siap bilang salah gue, gak papa kok beb ntar aja, gue bakal nunggu kok tentang kesalahan gue yang buat lo benci banget ke gue" tutur kevin pasrah.


beby hanya membuang nafas lega sebab kevin tak memaksanya untu bercerita " ntar lo pasti tau kol vin" jawab beby dengan mulut bergetar.

__ADS_1


tak terasa kevin dan beby telah tiba di tujuan yakni tempat tinggal beby yang berhadapan dengan rumah ega. namun saat tiba di depan rumah beby, ega pun juga tiba di rumahnya yang selesai jenput sesil dari sekolah. sesil yang melihat beby keluar dari mobil tampak girang, pasalnya mereka cukup akrab berteman.


"kak beby" teriak sesil keluar dari mobil kakaknya dan melihat beby juga keluar dari mobilnya yang telah terparkir rapi di depan rumah.


beby pun melambaikan tangan pada sesil, tapi ketika melihat ega dia langsung jutek minta ampun dan melihatkan ekspresi tak sukanya.


"loh beb km tetanggan sama ega" selidik kevin.


"iya nih vin, ya udah pulangnya lo hati-hati, btw thanks vin" jawab beby santai dan langsung masuk ke rumah.


"bye beby" ucap kevin sebelum meninggalkan rumah beby.


ketika kevin meninggalkan rumah beby, ia melihat ega yang masih memarkirkan mobil di depan rumah. tanpa ragu kevin menghampiri ega di runahnya. ega pun tau dan keluar dari mobilnya.


ega memutar bola matanya dan menggeleng " gk penting juga buat gue bilang" jawab ega cuek.


"bagi gue oenting ga, lo tau kan" melas kevin pastinya.


"sorry sorry, pulangya lo gimana gue anter atau gimana? tawar ega ke kevin dengan menepuk pundak kevin.


"gue pulang sendiri aja deh, tuh jemputan gue dah dateng. balik dulu ya ga" pamit kevin ke ega dan menunjukkan senyum manis kevin.


"ok brow" jawab ega sambil.membalas tepukan pundak kevin.

__ADS_1


"segitu sukanya kevin ke cewek jadi-jadian itu" gumam ega dan menggeleng-gelengkan kepalanya karna keheranan. tanpa pikir panjang dia masuk kerumah saja setelah melihat kepergian kevin dengan mobil jemputannya.


sebelum ega masuk rumah tanpa sengaja ega melihat sekelilung rumah, dan melihat beby di balkon rumah yang sedang bergumam sendiri karna terlihat dari kejauhan.


"nah cewek jadi-jadian lagi komat kamit" gumam ega sambil tersenyum melihat ada yang lucu menurutnya.


dan tiba-tiba ada yang nimpuk muka ega dengan sandal.


"woy sakit teriak ega" teriak ega.


.


.


.


.


.


.


bersambung,,,,

__ADS_1


__ADS_2