
waktu telah menunjukan hampir petang beby dan satu kelompoknya masih belum di temukan. semua anak laki-laki terus mencarinya secara berpencar agar lebih mudah untuk menemukan
******
disisi lain beby dan teman-teman nya masih terus mencari pos yang di maksud oleh para guru dan penyelenggara kegiatan camping tapi tak kunjung menemukan pos yang dimaksud.
mereka teeus berjalan menyusuri hutan dan menaiki bukit yang lumayan curam, beby mulai berkeringat dingin karna kejadian ini pernah ia alami di masa kecil.
badan beby mulai bergetar dan keringat dinhin sudah bercucuran, teman-temannya mulai bingung melihat kondisi beby.
"beb, lo kenapa? gapp kan ? " tanya kiran penuh khawatir dengan menggenggam tangan beby.
"gue takut kiran, takut banget" suara beby terlihat parau.
"ya udah lo duduk aja di bawah pohon gih" bunga paa beby, lalu mendudukkan beby di bawah pohon, untungnya ada sahabat beby yang menjaganya.
"kiran, kepala ku pusing, aq takut kiran, àaàaaaaaaaaaa" teriak beby, lalu setelah itu beby tak sadarkan diri.
"ini kenapa beby, kok pingsan" khawatir dira sambil meremas tangannya sendiri.
mereka bertiga berteriak minta tolong, siapa tau ada yang mendengar teriakan mereka.
__ADS_1
mereka ketakutan jika terjadi apa-apa dengan beby. pasalnya belum sadarkan diri sedari tadi, malah badannya semakin menggigil, bahkan keringat dinginnya bercucuran membasahi badannya.
****
ega mengingat pesan mama beby untuk menjaga anaknya, ia semakin khawatir dengan beby yang pasalnya memiliki trauma dengan tempat tinggi dan hutan lebat. ega berinisiatif mencari beby di dataran lebih tinggi.
tak lama ega mendengar suara teriakan minta tolong, ia semakin mempercepat langkahnya untuk menghampiri suara teriakan tersebut. beberapa saat, ega sampailah di tempat beby berada, namun ia tak menemukan batang hidung beby. hanya ketiga teman beby.
"mana beby ran ? " tanya ega penuh amarah ketakutan.
"disana" tunjuk bunga ke arah beby yang tergeletak di atas pohon.
namun, sayangnya ega juga lupa arah untuk balik ke tenda. ega semakin khawatir dengan keadaan beby yang semakin menggigil. dia berhenti sejenak dari jalannya ia mendudukkan beby dan mencoba membangunkan beby. hasilnya nihil beby tak kunjung bangun, ega berinisiatif memeluk beby agar ia bisa merasa terlindungi.
"beby bangun, ayolah bangun, sekarang lo aman sama gue, ayo buka mata lo," pinta ega dengan melas karna dia takut kalo terjadi apa-apa dwngan beby.
setelahnya beby menggwrakkan tangannya, dan membuka mata perlahan, namun ketakutannya masih ada dan akhirnya beby berteriak histeris lagi.
"aargg aaaaaaaaaaaaa mama" teriak beby, dan langsung pingsan lagi.
"beby beby beby sadar beb" teriak ega.
__ADS_1
teman beby hanya bisa bengong melihat kekhawatiran ega pada beby. ia tak pernah melihat ega sebegitu khawatirnya pada orang. baru kali ini setelah sekelas dengan ega melihat begitu khawatirnya. pasalnya ega terkenal cuek di sekolah dan dingin pada wanita kecuali pada adiknya
ega membopong beby lagi dan terus berjalan berharap bertemu dengan kawan lainnya yang ikut mencari beby. hari pun telah petang terdengar suara kevin meneriaki nama beby, semua menuju tempat kevin dan ternyata memang kevin dan teman lainnya sedang mencari beby.
kevin berlari menghampiri ega yang membopong beby. dia langsung menganbil alih beby untuk ia gendong.
"beby kenapa ga"tanya kevin setwngah berteriak.
"dia dia,,," jawab ega ngos ngos an karna kelelahan.
.
.
.
.
.
bersambung,,,,,
__ADS_1