Cintaku Mentok Depan Rumah

Cintaku Mentok Depan Rumah
21


__ADS_3

detak jantung beby masih berpacu sangat kencang dengan pipi yang memerah akibat ciuman dari ega yang spontan membuatnya terdiam tak berkutik. pikirannya masih kalut dengan perbuatan ega yang merampas ciuman pertama beby.


ega memperhatikan tingkah beby yang terbengong, bukannya merasa bersalah merampas ciuman pertama beby, namun ega malah senyum-senyum sendiri memperhatikan tingkah beby yang menurutnya menggemaskan.


yang di pandangimerasa risih, beby reflek menutup matanya dengan kedua telapak tangan.


"ngpain muka lo tutup" dengan menarik tangan beby agar tidak menutup mukanya sendiri dengan telapal tangan.


langsung saja tepis oleh beby.


ngapain sih cowok brengsek narik-narik tangan gue, malu tauk. hik hik hik hik,,


tak gencar dengan tepisan tangan beby, ega menarik tangan beby agar tak menutupi mukanya sendiri. dan beby juga bersikekeh menutup mukanya dan menepis lagi tangan ega.


"woyyyyy,, lepasin tangan loh" teriak beby.


"duh galaknya" sindir ega.


"cihh,,bisa diam gak, dasar brengsek, pencuri" umpat beby.


terukir senyuman tipis dari bibir ega, entah mengapa ia senang melihat tingkah beby yang marah-marah itu terlihat sangat lucu, pasalnya mulutnya gak henti bergumam dan mengumpat yang membuat wajahnya terlihat lucu menurut ega. saking gemasnya ega mencubit pipi beby yang tak tempem itu.


"hey bodoh, itu sakit" umpatnya.


ega tak merespon umpatan beby, dia hanya terus tersenyum.


loh manis juga kalo lagi marah-marah gini.

__ADS_1


"gak waras ya lo senyum-senyum sendiri ?" tanya beby


"enggak, kamu manis"ucap ega spontan tanpa rasa bersalah.


"duh egaa,,,,,,,,,," teriak beby.


"panas kuping gue lo ngomong gt" dengan memukul lengan ega. dia merasa malu sendiri ega mengatan itu kepadanya.


astaga lama-lama disini gue bisa gila , dengan yingkah laki-laki brengsek ini.


"kamu gerogi ya" dengan senyum yang terukir di bibir ega.


"kagak,, mending diem jangan ngomong sama sekali sama gue, gie muak sama lo,, cepetan nyetirnya". dengan nada marah-marah pada ega.


"elleh marah-marah terus marah-marah terus" tambah ega.


"udah ga diem,, panas nih kuping gue" cerocos beby.


beberapa saat kemudian, beby dan ega telah sampai di depan rumah mereka masing-masing. dengan segeea beby keluar dari mobil ega yang di susul ega keluar dsri mobil juga.


"ngapain juga lo turun ga?".


"kan mau nganterin ratu sampai depan pintu"


muka beby sontak memerah seketika, kupingnya panas mendengar ucapan ega, matanya panas melihat ega yang akan membantu beby berjalan. beby cepat-cepat agar ega tak jadi mengantarnya sampai di depan pintu.


gue harus cepat-cepat sebelum tu biang kerok antaren gue sampai deoan rumah.

__ADS_1


"eitsss,, tungguen gue beb" teriak ega dan terus berlari menyusul beby.


"nah kena kan"


"apaan sih lo ga, sono lergi, gue bisa masuk sendiri" dengan nada yang masih meronta-ronta.


"tanggung ah,, nanti di marahin tante kalo gak anterin dengan selamat" alasannya.


"alasaaan" sanggahnya.


tanpa mendengarkan omelan beby, ega terus mengiringi beby berjalan menuju pintu rumah. walaupun tangan yang ia gunakan untuk membantu beby berjalan dengan pincang sering di tepis. tak menghalangi niatnya untuk mengantar sampai depan pintu. tibalah kini beby dan ega di depan pintu rumah beby.


"dah sampe kan, sana pulang" usirnya.


"dah beby" dengan mencubit pipi beby.


"woy brengsekk" teriak beby pada ega.


denga menjulurkan lidah, ega meninggalkan beby di depan pintu dan langsung masuk ke dalam rumahnya sendiri.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung,,,,


__ADS_2