Cintaku Mentok Depan Rumah

Cintaku Mentok Depan Rumah
27


__ADS_3

saking asiknya bermain monopoli, ega, sesil dan beby sampai lupa waktu kalo sudah malam telah tiba


"naak, sudah malam besok lagi mainnya di lanjutkan" suara mama ega memecah keseriusan mereka bertiga saat main game.


"loh udah malam ya tan?" saut beby polos beby


"iya, beby mau nginap disini ?"


"gah ah tan, beby pulang saja".


"yah kak beby, gak seru deh" saut sesil.


"yuk beb, gue anter sampe depan" tawar ega.


"ghrhehe kuy lah, sorry sil gue pulang saja ya besok kita main lagi ya"bujuknya pada sesil dan di balas anggukan oleh sesil.


"eits, cuci dulu muka cemong lo" suruh ega pada beby dengan menarik bajunya.


"kenapa ?" dengan kebingungan.


ega menarik beby untuk melihat mukanya di kaca seperti apa. dan betapa kagetnya dia melihat muka manisnya menjadi cemong semua.


"astaga,," kagetnya beby dengan menutup mulutnya sendiri karena kaget.


sesil dan mamanya hanya bisa hlgeleng-geleng kepala melihat kelakuan beby dan ega. setelah sedikit drama seebul pulang, akhirnya ega telah sampai di depan rumah beby untuk mengantarnya pulang walaupun rumahnya terbilang dekat.


"thanks ga"


"iya, sana masuk lo, tante pasti nungguin" dengan mengacak-acak rambut beby, entah mengapa hal tersebut selalu ingin ia lakukan.


"ihhh,, rusak nih rambut gue". kesal beby.

__ADS_1


"biarin" ega kabur setelah mengacak-ngcak rambut beby lagi. ia kabur takut sang empunya marah karena ulahnya.


"eaggggaaaa,,,"" teriaknya, namun sayanya sang pemilik nama sudah lari jauh dengan menjulurkan lidahnya.


beby memasuki rumahnya dan melihat mamanya yang sedang bersantai dengan membaa majalah kesayangan sang mama. tanpa babibu beby langsung mencium pipi mamanya.


"kenapa sih kamu nak!!"


"sayang aja sama mama" dengan suara manja terhadapa sang mama.


"apa harimu tadi meneynangkan dengan ega dan sesil?


"seneng banget ma".


"sana mandi dulu mama siapin makan buat kamu".ĺ


"iya mama sayang" dengan menoel dagu sang maama.


"dasar anak nakal" celoteh sang mama dengan menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.


hari ini pagi sekali beby telah bersiap ke sekolah, ia sarapan dengan kedua orang tuanya. dengan seesekali bercerita hal-hal ringan.


"beb, besok ikut mama ke mall ya buat beli gaun acara nikahan temen mama" ajak sang maama.


"hemm, harus ya ma ? "


"iya dong, kan kamu anak mama jadi harus ikut"


"huffttr pah,"rengek beby ke sang papa.


"temani mama, kan kasihan mama sendiri, papa gk bisa temani"

__ADS_1


"iya deh pah"


"gt dong anak papa" dengan mengelus pundak anaknya.


" pah beby boleh gak pas kuliah nanti tinggal sendiri?".


"beby udah gk mau tinggal sama mama dan papa?" sedih sang mama.


"bukan gitu mah, beby mau mandiri biar gk nyusahin mama".


"beby gk pernah nyusahin mama papa kok nak". jelas sang papa.


"ayolah pah, beby pengen mandiri gak tergantung sama mama terus".


"kalo beby pergi, mamah sama siapa nak?".


"mamah kan sama papa".jelas nya.


"papah kan sibuk kerja nak?". sedih sang mama.


"anak kita sudah besar mah pengen belajar mandiri" bela sang papa pada beby,.


"boleh ya pah.? beby kan masih di kota ini jadi, nanti kalo mamah papah kangen banlby, beby bakal sering pulang dan papah mamah bisa jengung di kediaman beby nantinya. jadi, boleh ya pah mah ?" rayunya kepada orang tuanya. dan di balas anggukan oleh kedua orang tuanya. sebenarnya berat melepaskab anak satu-satunya itu jauh dari rumah. pasalnya anaknya itu bandel dan susah di atur.


namun, tekad beby asudah bulat untuk hidup mandiri tanpa orang tuanya, ia tak mau selamanya bergantung dengan mamah papahnya. ia sadar tak selamanya dia dapat bergantung dengan kedua orang tuanya. sebentar lagi kelulusan sekolah sma dan inilah kesempatan untuknya untuk mandiri dan tak bergantung kepada orang tuanya.


.


.


.

__ADS_1


.


. bersambung,,,,


__ADS_2