
jam 02.45 dini hari. rahma membuka matanya
air....air... ........... ucap rahma.
ibu dan ayah rahma terbangun mendengar suara rahma.
" alhamdulillah sayang kamu sudah bangun ucap bu sumi.
" bu saya panggil dokter dulu, ucap ayah rahma yang keluar dari ruang.
" bu.... mas reza di mana ucap rahma
" nak.....bu sumi yang memeluk anaknya. sabar dan ikhlas kan nak reza, nak reza sudah tenang di sana, cukup kamu doakan dia. ucap bu sumi.
" bu.... mas reza.....hit...hits... rahma menangis di pelukan bundanya.
" iya sayang, berlajarlah mengikhlaskan reza, tuhan lebih sayang kepadanya.ucap bunda rahma.
" bunda aku mau ke kuburan mas reza. ucap rahma.
" iya sayang kalau kamu sudah sembuh, ucap bu sumi.
tok...tok..tok..
" aura... citra yang memeluk sahabatnya. aku rindu sama kamu, betapa sedihnya aku melihatmu terbaring di tempat tidur. ucap citra.
" sudah sana... bukan hanya kamu yang rindu sama aura, aku juga ucap ulil yang menarik baju citra dan memeluk rahma.
" ha... kalian kayak anak kecil saja.ucap rahma yang terseyum.
" gimana keadaan kamu suster aura ucap dr. renra.
" alhamdulillah dok, agak baikan, ucap rahma.
" kalau keadaan kamu seperti ini terus besok lusa kamu bisa pulang ucap dr.renra
" iya dok makasih banyak, ucap rahma
" sudah kalian keruangan jaga, biarkan suster aura istirahat. ucap dr. renra yang meninggalkan rahma.
" aura kami keluar dulu ya. bsk lepas jaga aku kesini lagi ucap sahabatnya yang meninggalkan rahma.
keesokan harinya bu aliyah sudah sampai di kota s, bu aliyah langsun ke rumah sakit, menemui sahabatnya itu.
tok...tok.. tok..
" assalamualaikum ucap bu aliyah
" waalaikum salam, ucap mereka bersamaan
" aliyah kamu kesini ucap bu sumi
" iya, saya ingin jeguk anakmu ucap bu aliyah yang memeluk bu sumi.
" sayang kenalkan ini sahabat bunda, namanya bu aliyah ucap bu sumi yang berjalan ke tempat tidur rahma.
" assalamualaikum tante, kenalkan namaku naura rahma hidayat, panggil saja rahma. ucap rahma yang mengulurkan tangannya.
" bu sumi menyambut tangan rahma' saya aliyah panggil saja aku tante.ucap aliyah
wajah gadis ini seperti nga asing buat aku, aku lihat di mana ya... kayaknya muka itu perna aku lihat tapi di mana ya. batin bu aliyah
" al.. mari kita duduk ucap bu sumi.
bu aliyah menujuh sofa yang ada di ruangan tersebut.
tiba-tiba handphone bu sumi bergetar. watshapp dari kadir.
💬 assalamualaikum ibu.
💬 waalaikum salam. ( bu aliyah)
💬 ibu lagi dimana ( kadir)
💬ibu lagi di rumah sakit sayang. ( bu aliyah)
💬bu besok aku di tugas kan keluar kota mungkin saya akan menetap di kota itu bu...( kadir)
💬kenapa tiba-tiba nak (bu aliyah)
💬namanya juga tugas bu. kita harus siapa di tugas kan kesana (kadir)
💬maafkan ibu nak tidak mengatar mu ke bandarah. (aliyah)
💬 iya bu, nga apa-apa. kalau ibu rindu sama saya ibu nyusul saja. ibu kapan balik? (kadir.)
💬besok lusa ibu baru pulang sayang, ibu mau ketemu klein besok. (aliyah)
💬oh iya ibu sudah dulu,. titip salam sama sahabat ibu dan anaknya. semoga cepat sembuh. (kadir )
💬iya sayang hati-hati di jalan (aliyah)
aliyah menaruh handphone di atas meja. bu aliyah mendekat dan memeluk rahma.
" nak kamu yang sabar ya. aku tahu semua ini berat kamu jalani, tapi yakin lah semua ini sudah rencana tuhan, ambilah hikma dalam kecelakaan ini. ucap bu aliyah yang megelus kepala rahma.
" iya tante, terima kasih tante jauh-jauh kesini hanya untuk menjegukku. ucap rahma.
__ADS_1
" kamu anak yang kuat, semua akan indah pada waktunya nak.
" tante balik dulu ya, jaga kesehatanmu. ucap bu aliyah.
" sum aku balik ya.. ucap aliyah.
" biar aku antar ucap bu sumi.
" sayang aku antar tante aliyah dulu ya. ucap bu sumi yang memeluk rahma.
rahma hanya menganggukan kepalanya.
rahma melihat jam sudah pukul 13.40. rahma berjalan ke wc dan mengambil air wudhu dan keluar dari kamar mandi,
rahma mengambil mukena yang ada di lemari, dan berpenganggan di kursi.
"duh... kepalaku terasa sakit dan pusing.
aku sholat duduk saja. batin rahma.
rahma pun menunaikan sholat dengan duduk.
"Ya Allah, amunilah dosanya. Lapangkan dan terangilah tempat tinggalnya. ... Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk.doa rahma
" mas aku merindukan suaramu, pelukanmu dan ocehanmu. batin rahma yang menitihkan air matanya.
keesokan harinya rahma bisa pulang rumah.
" sayang aku titip tas bunda . bunda dan ayah keruang admistrasi dulu ucap bunda dan pergi meninggalkan rahma.
tok...tok...tok...
" hallo sahabatku yang manis dan imut hari ini aku temanin kamu pulang ya. ucap ulil
" citra di mana ucap rahma
" citra tadi di jemput sama kk aidil ucap ulil.
" kamu kapan punya pacar, apa kamu nga bosan jomblo terus. ucap rahma
" tenang saja sahabtku yang imut dan baik hati, aku sudah punya pacar kok. nanti aku kenalin ke kamu. ucap ulil
meraka pun saling melepaskan rindu dan bercanda.
" aura handphone bunda bunyi terus, dari tadi ucap ulil yang menunjuk tas bunda.
rahma langsun mengambil hp yang berwarna hitam dan menekan tombol hijau.
"📞assalamualaikum ucap rahma
📞maaf dengan siapa ya? ucap rahma
📞 waalaikum salam, kamu ya siapa? ini khan handphone ibu aku. ucap kadir
" suara ini mirip suara kk kadir, tapi masa iya sih batin rahma yang melihat hp tersebut dan di dekatkan lagi hp tersebut ke telinga rahma.
" siapa nak yang menelfon. ucap bunda yang berjalan kearah rahma.
" nga tahu bun. ada anak mami yang sedang mencari ibunya. ucap rahma yang sedikit keras.
📞 heeeeee.... kamu enak saja anak mami, aku sudah dewasa tahu, ucap kadir
📞 hahahahahah. maaf anak mami yang ngambek ucap rahma yang ketawa.
" nak sini hp nya, itu khan hp tante aliyah yang ketinggalan kemarin ucap bu sumi.
bu sumi langsun mengambil hp tersebut.
📞maaf nak. tadi anak ibu yang angkat ucap bu sumi
📞iya tante nga apa-apa. ibu ada tante. ucap kadir
📞 maaf nak hp bu aliyah ketinggalan dari kemarin, tapi tadi bu aliyah menelfon katanya mau kesini ambil handphone nya. ucap bu aliyah.
📞 oh iya tante, nanti saya telfon lagi kalau ibu sudah datang. ucap kadir.
📞 iya nak nanti saya beritahu aliyah.
📞 baik tante saya tutup telfonya dulu, salam buat anak tante semoga cepat sembuh. ucap kadir yang terseyum
📞iya nak. ucap bu sumi dan mematikan hp dan menyimpang hp kedalam tasnya.
" kamu ini nak main angkat handphone orang ucapa bunda.
" tadi saya kira itu hp bunda dan saya angkat saja. ucap rahma yang cuek
" kamu dapat salam dari anak tante aliyah.
ucap bunda.
" waalaikumsalam. ucap rahma yang terseyum.
" yuk kita pulang ayah sudah menunggu kita di tempat parkiran.
" bunda sebelum kita pulang kerumah kita kekuburan mas reza. ucap rahma
" iya sayang kita akan kesana ucap bunda yang memeluk rahma.
__ADS_1
mereka pun pergi ke kuburan reza dan di temani oleh tante reza.
sampai disana rahma tak kuat menahan tagisnya. dan memeluk kuburan reza.
" mas. selamat pagi, kamu apa kabar disana. mas maafkan aku. jika saat itu mas tidak melepas sabut pengamanmu mungkin kamu tak seperti ini. mas... aku merindukanmu.
aku mencintaimu. ucap rahma yang menangis.
" sayang kita berdoa semoga almarhum di terima disisi tuhan yang maha kuasa.
" mas semoga engkau tenang disana. batin rahma
" nak ini semua barang nak reza, kamu berhak menyimpangnya karna kamu istrinya. ucap tante.
" iya tante, maafkan rahma tante, ini semua karna rahma, ucap rahma.
" nak ini bukan salahmu, ini sudah takdir. kamu jangan menangis seperti ini reza tak suka jika kamu menangis, ucap tante reza.
" iya tante, rahma janji tak akan menangis lagi.
" tante boleh aku sering kesini mengunjungi makam reza, ucap rahma
" iya sayang kamu boleh kesini kapan pun kamu mau.
" kami permisi duluh. ucap ayah rahma.
" mas aku pulang dulu, minggu depan aku akan kesini lagi. ucap rahma yang meningalkan tempat tersebut.
sesampai dirumah rahma masuk ke kamar dan mengambil barang milik reza.
rahma melihat barang-barang milik reza, dada rahma terasa sesak melihat foto album mereka, dari awal pertemuan mereka reza diam-diam memotret rahma.
rahma melihat buku harian berwarna biru di mana tertulis tentang dia.
rahma membuka buku tersebut. buku ini berisi diary reza,
foto ini batin rahma. foto tersebut foto rahma ketika waktu di tilang di lampu merah.
" dasar wanita aneh, masa dia manggil aku polisi mesum.
" tapi aku senang mendengarnya. mungkin aku jatuh cinta kepadanya.
"ku akui Saat pertama kali melihatmu, hatiku berkata ‘kamulah orangnya’.
"Kamu yang pertama dan terakhir, aku sedang jatuh cinta pada pandangan pertama, pandangan terakhir, pandangan selamanya.
" semoga kita bertemu lagi😍 naura rahma hidayat.
rahma terseyum membaca buku harian reza.
terima kasih engkau tlah mencintaiku sampai maut memisahkan kita.
rahma membuka lembaran kedua....
" hari ini aku di ajak aidil dan adi ke sebuah cafe, awalnya aku malas pergi, tapi adi mengancam ingin mendekati aura, aku tak rela jika aura menjadi wanita adi yang playboy. akhirnya aku ikut bersama mereka.
di perjalanan aku melihat seseorang cewek yang melawan preman-preman jalanan yang berbadan kekar. aku merasa kagum dengan sosok wanita tersebut. yang berhasil melawan preman itu. ketika aku mendekati wanita itu bermaksud menekan darah yang mengalir di lengannya. tiba-tiba wanita itu berbalik dan meninju ku,. untuk aku cepat menghindar kalau tidak muka ku sudah lecek di tinjunya.
wanita itu menatap dan memanggil aku polisi mesum. wanita ini berani sekali memanggil aku polisi mesum, tapi panggilan ini hanya aura yang memanggilku begitu. gadis itu membuka maskernya. ternyata betul itu aura
wanita ini membuat aku penasaran dan semakin suka kepadanya. luka di lengannya tak begitu dia perdulikan walau darah sudah mengalir. dia memilih untuk mengobati lukanya sendiri.
sungguh wanita yang unik, cantik, pintar, jago belah diri, seorang perawat. dan soleha.
rahma terus membaca diary reza sampai air mata rahma menetes, di mana rahma melihat foto ketika rahma di lamar.
" hari ini aku sangat bahagia, karna kamu tlah menerimah lamaran ku. aku laki-laki yang sangat beruntung mendapatkan cintamu.
" tetapi ketika seseorang naik ke panggung dan mengucapkan isi hatinya, entah mengapa hatiku begitu sakit mendengarnya. walaupun laki-laki itu tak menyebut namamu. tapi aku yakin kamu mempunyai hubungan dengan laki-laki itu.
" di tambah lagi ketika pria itu pergi kamu menangis dan memeluk bunda.
" iya aku mendengar semua itu, memang sangat sakit mendengar itu. tapi rasa cintaku padamu begitu besar, sehingga aku mencari tahu tentang pria itu.
akhirnya aku mengetahui tentang pria itu, dia adalah mantamu waktu SMA dulu.
" aku percaya kepadamu, mungkin kamu nga mau cerita kepadaku, karna kau tak mau merasakan sakit yang dulu kamu rasakan.
" sayang ketika aku tak ada di sampingmu dan membaca buku diary ini,. aku mau jujur kepadamu,
" kadir belum menikah, ini yang selalu aku ingin katakan kepadamu, tapi kamu tak memberiku kesempatan.
" jika kelak kita tak bersama lagi aku harap engkau bisa bersama kadir lagi. aku senang jika kalian bersatu lagi.
" Selalu ada pertanyaan tentang bagaimana nanti, bagaimana masa depan dan bagaimana akhirnya. Sadarkah kalau semua pertanyaan itu terhubung dengan takdir. Taka da yang bisa mengatur takdir, jadi nikmatilah setiap detik yang kau punya untuk bersamanya. akhir dari diary reza.
rahma hanya bisa menangis menatap foto reza,.. ya tuhan jagalah dia untukku,
dan terima kasih engkau tlah mempertemukan aku denganya. aku bahagia bersamanya walaupun itu hanya sesaat. 😭
💐💐💐💐💐💐💐💐
dan tak bosan-bosanya author mengingatkan
***jangan lupa vote N like.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰***
__ADS_1