
sesampainya di rumah renaldo mereka istirahat di kamar yang telah di sediakan.
" sayang... ucap renaldo yang memeluk ulil dari belakang.
" mas, nga boleh peluk-peluk, bukan muhrin
" aku kan rindu sama kamu.
" kalau mau peluk-pelukan ya.... di sahkan dulu ucap ulil
" kamu mau menikah denganku, kamu mau menerima mantan mafia menjadi suamimu. ucap renaldo,
" mas...Orang yang punya masalalu kelam belum tentu masa depannya juga kelam.
aku menerima mas apa adanya, aku mencintai mas karna aku yakin mas adalah pria yang tuhan kirim untuk saya.
" terima kasih, aku akan melamarmu segera. ucap renaldo
" amin...
....................
disisi lain rahma sedang menikmati pemandangan alam yang sangat indah.
" assalamualaikum kk ( regina)
" waalaikum salam.
" kk lagi ngapain di sini.
" lagi menikmati ciptaan tuhan, (rahma)
"bagaimana kalau kk ikut aku?
" kemana ( rahma)
" kepuskesmas (regina)
rahma diam sesaat,
" ayo dong kk, temani aku ya... aku ingin menjeguk teman aku, kasihan dia sudah nga punya orang tua, dia hanya tinggal bersama neneknya. ucap regina sambil meregek ke rahma
" oke. kk siap -siap dulu.
" jangan lama ya kk. ucap regina
rahma pun masuk kekamar dan mengambil jaket, kacamata hitam dan masker. untuk menunjang penampilannya.
haaaaaa. kalau begini bang kadir tak akan mengenaliku batin rahma
"ayo kita berangkat sekarang ucap rahma yang berdiri di belakang regina.
regina membalikkan badannya.
" kk apa nga salah kalau berpakain kayak begini.
" emang kenapa dek,
" aneh saja sih, nga biasanya kk berpenampilan kayak begini.
" sudah kita berangkat sekarang atau nga usaha kk temanin kamu. ucap rahma
" iya, kk kita berangkat sekarang pakai motor,
" sini kuncinya biar kk yang bawah. uca rahma yang langsun mengambil kunci di tangan regina.
mereka pun pergi ke puskesmas, sekitar 15 menit mereka akhirnya sampai, rahma memarkirkan motornya di sembarang tempat,
" maaf bu, tempat parkiran motor ada disana,mohon motornya di pindahkan sebelah sana. ucap seseorang yang berseragam tentara.
rahma menegok ke arah pak tentara, rahma kaget, ternyata pak tentara itu adalah bang kadir orang yang selama ini dia rindukan, wajah abang kadir terlihat pucat, apa dia sakit, batin rahma
" kk kadir kan? calon suami kk aura ucap regina yang turun dari motor.
" iya, maaf dengan siapa?
" saya regina kk, adeknya kk renaldo, kk masih ingat khan???
__ADS_1
" oh iya, maaf dek ucap kadir.
" gawat kalau regina membongkar penyamaranku di depan bang kadir, batin rahma
" oh iya kk itu......... ucap regina yang tak di lanjutkan karna mulutnya di tutup pakai tangan rahma.
" maaf pak saya parkir di sini saja. saya buru-buru. kalau mau bapak yang parkirin saja. ucap rahma yang menarik pergi regina.
" ih..... kk lepaskan, ucap regina
" kamu itu dek, hampir membongkar penyamaran kk. ucap regina
" emang kenapa kk, ada masalah kk dengan kk kadir??
" nga ada masalah sih dek, hanya ada pelakor diantara kita, aku mau tahu apa yang pelakor itu perbuat di belakang aku bersama bang kadir.
" oh... jadi itu yang membuat kk berpenampilan kayak gini, supaya kk kadir nga bisa genalin kk.
" kamu pintar sekali dek. ucap rahma yang mengacak rambut regina.
" yuk kita masuk ketemu dengan teman kamu. ucap rahma
mereka pun pergi keruang tempat teman regina di rawat.
..............
disisi lain kadir duduk di depan posko, wanita bersama regina tadi itu siapa ya, kayaknya aku kenal,batin kadir yang memijik kepalanya.
memang sudah 2 hari kadir sering mengalami sakit kepala dan pusing, tapi kadir mengabaikannya.
" letnan kenapa, sakit ucap herman
" nga tahu, sudah 2 hari kepalaku sakit dan pusing, herman tolong bantu aku kepuskesmas kayaknya aku nga bisa tahan kepalaku tambah sakit.
bruk..... badan kadir terjatuh seketika.
herman kaget dan langsun membawah kepuskesmas.
" suster cepat tolong kami, ucap herman
kadir sudah di tangani dengan tim medis yang ada. sekarang kadir dirawat di IGD.
" maaf dok, apa yang terjadi dengan letnan kadir ucap herman.
" bapak jangan kwatir, beliau hanya kecapean dan pola makan yang tidak teratur, dan kurang tidur sehingga mengakibatkan tekanan darahnya menurun.
" terima kasih dok.
" itu sudah menjadi tugas kami. ucap dokter jaga di puskesmas.
" saya permisih dulu pak biar bidan riska yang memantau perkembangan pak kadir.
bidan riska saya permisih dulu, di posko tidak ada yang jaga, ucap herman yang meninggalkan ruangan tersebut.
.............................
disisi lain rahma dan regina keluar dari tempat ruangan di mana teman regina di rawat. mereka melewati setiap ruangan tempat pasien di rawat, ketika rahma melewati ruangan IGD rahma melihat sosok yang begitu dia kenal.
rahma kanget dan ingin langsun menghampiri
tapi langkahnya terhenti karna sosok wanita yang menghampiri kadir yang sedang tak sadarkan diri.
rahma memperhatikan wanita itu, wanita itu nampak seksi dan cantik. apakah wanita ini yang berusaha mendekati bang kadir. batin rahma.
"regina kamu tunggu kk di tempat parkiran, ucap rahma yang meninggalkan regina dan menujuh ke ruangan perawat.
" maaf sus, pasien yang bernama abdul kadir jaelani keadaanya sekarang bagaimana ucap rahma.
" maaf bu, anda siapa ucap suster jaga
" saya calon istrinya. ucap rahma
" oh... maaf bu, pak kadir hanya kecapean dan pola makan yang tidak teratur, dan kurang tidur sehingga mengakibatkan tekanan darahnya menurun. tapi sekarang pak kadir sudah mendapatkan penanganan dari kami. dan sekarang pak kadir akan kami pindahkan keruang 1a. ucap suster risma.
" terima kasih sus. ucap rahma yang meninggalkan suster risma
rahma pergi keruangan 1a tempat kadir di rawat, sampai disana rahma melihat bidan riska masih di ruang kadir.
__ADS_1
riska
" abang aku senang bisa merawatmu, karna dengan cara ini aku bisa dekat denganmu. ucap riska yang duduk di samping kadir.
riska mengemgam tangan kadir dan menciumnya dan memeluk badan kadir.
aku harap kamu tetap terbaring seperti ini agar aku bisa memelukmu.
riska memang terlalu terobsesi terhadap kadir, hanya karna untuk mendapatkan cinta kadir. dia tak memperdulikan apa omogan orang tentangnya.
bahkan dia tak perduli jika kadir sudah mempunyai tunangan.
riska menatap wajah kadir dan meyentuh bibir kadir dengan tangannya.
" bang kamu sangat ganteng walaupun kamu sedang sakit, kamu akan menjadi milikku apa pun yang terjadi. aku akan berusaha membatalkan pernikahan mu dengan wanita itu ucap riska.
disisi lain rahma melihat dan mendengar apa yang di ucapkan riska.
" dasar wanita sinting, baik aku akan mengikuti permainanmu. jangan berharap kamu bisa merebut bang kadir dariku.
rahma pun memutuskan meninggalkan puskesmas dan menujuh ke parkiran, dimana regina sudah menunggunya.
......................
sesampai di rumah renaldo rahma menemui sahabatnya dan menceritakan semua kejadian itu.
" kami akan mendukung mu apa pun itu. ucap kedua sahabatnya.
" sebentar malam kita ke puskesmas jeguk bang kadir ucap rahma.
" oke........
....................
jam 18.30
di puskesmas......
kadir mulai tersadar dari tidurnya, ha... kepalaku ucap kadir yang memegang kepalanya.
dari tadi saya terbaring di sini, kadir melihat ada bingkisan di atas meja, dan mengambilnya bikisan tersebut,
" baju aku siapa yang bawah kesini batin kadir.
kadir mengeluarkan baju tersebut.dan ingin menganti bajunya. kadir berusaha mengeluarkan bajunya, tapi tak bisa karna terhalang dengan cairan infus.
" biar saya bantu pak ucap bidan riska.
" nga usah bidan biar aku saja. ucap kadir.
" nga usah sukam pak ini sudah menjadi tugas saya yang membantu pasien. ucap riska
kadir terdiam sebentar,
" baik. ucap kadir
riska mendekat ke kadir dan membantu melepaskan bajunya.
riska yang mengangkat baju kadir keatas melihat badan kadir yang kekar dan otot legannya berotot.
riska terpersona dengan badan kadir, dia membayangkan jika suatu hari dia akan menjadi istri kadir.😆😆
baju kadir sudah terlepas dari badanya.
dan riska terus melihat badan kadir, riska sangat ingin memeluk badan itu dan menciumnya.
" apa yang kamu lakukan ucap kadir
" abang biarkan hanya sesaat seperti ini, setelah ini aku tak menganggumu lagi, ucap riska yang memeluk kadir.
riska terseyum licik karna kadir membiarkan riska memeluk badanya.
bruk...... suara pintu terbuka dengan keras.
**maaf baru bisa up
semoga nga bosan-bosannya membaca cerita ku**.
__ADS_1