CLASSROOM OF THE ELITE

CLASSROOM OF THE ELITE
11.VOLUME 4 Part 11


__ADS_3

Jika ada seseorang yang mampu membaca pikiran, menemukan "target"


tidak akan menjadi tugas yang mudah.


Semua orang terlahir sebagai seorang


pendusta dan kebanyakan sudah terbiasa berbohong. Jika seseorang yang


sama sekali tidak pernah berbohong selama hidupnya itu ada, keberadaan


itu sendiri akan menjadi sebuah kebohongan.


Bagi manusia, kebohongan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari diri


kita sendiri. Paling tidak, di antara orang-orang yang berkumpul di ruangan


ini, salah satunya adalah "target".


Masih ada waktu sampai diskusi dimulai, bagaimanapun, alasan aku datang


lebih awal seperti terakhir kalinya adalah untuk mengamati tingkah laku


setiap orang di dalam kelompok dan orang pertama yang datang untuk


berdiskusi malam itu adalah gadis-gadis dari Kelas C. Mereka masuk dengan


gembira sambil mengobrol satu sama lain. Setelah melihatku, mereka


langsung menurunkan suara mereka dengan cara yang jijik dan dengan


cepat menjauhkan diri dariku.


Selanjutnya adalah Yukimura yang memasuki ruangan dengan wajah yang


tajam. Sambil menyapanya sekilas, dia segera duduk di dekatku. Sepertinya


dia tidak berbeda dari yang biasanya.


Kemudian yang berikutnya muncul adalah kelompok Kelas A. Machida dan


Takemoto, lalu Morishige. Seperti biasa, Semenjak mereka sudah


memutuskan untuk tetap diam, mereka memutuskan untuk duduk di ujung


ruangan. Dekat dengan tempat gadis-gadis Kelas C duduk.


"Hei Machida-kun, hari ini, setelah ini selesai, apa kau ingin ikut bermain


bersama kami? Kami bertiga berencana untuk bersenang-senang setelah ini,


tetapi belum menemukan seseorang."


"Entahlah ..." jawab Machida kepada mereka.


Umumnya Machida tidak ikut dalam diskusi, tetapi 'kehadirannya' masih


sangat kuat. Mengecualikan Ichinose dan Ibuki, sepertinya semua gadis lain


di dalam kelompok tertarik kepadanya. Bukan berarti aku cemburu


kepadanya... tapi aku mungkin sedikit cemburu kepadanya.


Setengah dari Kelas C sudah menyerah untuk menemukan "target" atau


mungkin ini masih merupakan bagian dari rencana mereka, tetapi dengan


kata-kata itu mereka sudah mengundang Machida untuk bermain bersama


mereka. Apakah ini adalah cara laki-laki dan perempuan memperdalam


hubungan mereka? Sepertinya Machida juga puas dengan itu saat dia terlihat


senang sambil mempertimbangkan ajakan mereka.


Lalu Sotomura dan Karuizawa memasuki ruangan. Tetapi daripada


bersama-sama, itu terlihat seperti mereka datang di ruangan secara


bersamaan, karena Karuizawa memiliki ekspresi tidak senang di wajahnya.


Begitu mereka memasuki ruangan, dia cepat-cepat membuat jarak di antara


mereka dan bergerak ke bagian belakang ruangan.


"Hei, itu kursiku"


Meskipun datang lebih lama, Karuizawa mengatakan hal itu kepada gadis-


gadis Kelas C sambil melotot kepada mereka walaupun mereka datang lebih


awal. Setelah melihat gadis-gadis lain menggoda Machida secara terang-


terangan, sepertinya Karuizawa menjadi lebih marah kepada mereka.


"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan, tapi apanya yang tempat dudukmu?


Cari saja tempat lain untuk kau duduk" kata Manabe kepada Karuizawa.


"Aku bilang itu kursiku. Pergilah" jawabnya.


"Hah? Tidak bisakah kau melihat aku sedang berbicara dengan Machida-kun


sekarang? Kami akan bermain malam ini" kata Manabe pada Karuizawa.


"Machida-kun, tolong beritahu dia kalau kau mau aku yang duduk di


sebelahmu"


Terlihat sedikit malu, Machida terlihat bimbang dengan siapa yang harus dia


pilih. Tetapi Karuizawa langsung mengerti situasinya dan dengan cepat


masuk di antara Manabe dan Machida dan memegang tangan Machida.


"Kali ini, ayo kita main bersama, hanya kita berdua, atau apa kau sudah


memilih perempuan itu? Aku membenci laki-laki buaya, jadi jika kau mau


bermain dengan perempuan itu aku tidak akan pergi bersamamu" kata


Karuizawa pada Machida.


Aku benar-benar terkejut dia akan mengatakan sesuatu seperti itu dengan


sangat berani saat berpacaran dengan Hirata. Sebenarnya, Machida terlihat


tertarik pada kata-kata "hanya kita berdua" dan sudah memutuskan mana


yang akan dipilihnya.


"Bisakah kau pergi? Disanalah Karuizawa akan duduk, bahkan sore ini pun


juga" kata Machida kepada Manabe.


"Hah? Apa maksudnya? Menyebalkan..."


Mengatakan kata-kata itu dengan wajah yang serasih, gadis-gadis Kelas C


pergi dari Machida. Maka dari itu Karuizawa cepat-cepat masuk ke tempat


kosong itu dan duduk. Sebenarnya, dia duduk begitu dekat sehingga terlihat


hampir seperti terpaku kepada Machida. Jujur saja, tubuh mereka sudah


saling menyentuh saat ini.


Mungkin satu-satunya alasan orang-orang tidak menganggap tindakan itu


sembrono adalah karena orang-orang sudah tahu seperti apa Karuizawa itu.


Mungkin dia tidak tahu jika Karuizawa akan berkencan dengan Hirata, atau


mungkin memang seperti itu, tetapi sepertinya Machida sudah mulai


membuka hatinya kepada Karuizawa atau sudah jatuh cinta kepadanya.


Jika kita hanya berbicara tentang penampilan, Karuizawa memang imut dan


jika kau melihatnya dari sudut pandang menyukai dia, mungkin perasaan


melindunginya juga akan terlahir di dalam dirimu. Yang menarik adalah,


kelompok yang baru terbentuk kemarin, sudah mulai mengembangkan


tingkatan kekuasaan dan ekosistemnya sendiri hari ini. Seorang penyendiri


adalah seorang penyendiri sementara seseorang yang populer akan tetap


populer.


Pambagian murid ke dalam tingkatan sudah selesai. Tetapi pembagian ini


tidak dilakukan dengan cara yang biasa. Misalnya, jika dua orang kebetulan


berbagi di dalam rank yang sama dalam kelompok tersebut, mau tidak mau


seseorang harus bangkit dan rank yang lainnya akan terjatuh.


Bahkan dapat digambarkan sebagai lingkungan 'Bertahan Hidup Dari yang


Terkuat' dan yang kalah dalam kompetisi tersebut akan diturunkan ke


peringkat yang lebih rendah di antara teman-teman mereka. Mungkin bahkan sampai ke yang terbawah. Ke titik di mana keberadaan mereka tidak menjadi masalah meski satu poin pun tidak ada di sana.


Contohnya,


seseorang sepertiku dalam masalah ini.


Hal yang menarik dari ujian ini adalah bahwa hal itu memaksa orang-orang


yang saling berkompetisi sebelumnya untuk bergandengan tangan. Bahkan


Ichinose, yang sangat populer di kalangan kelasnya, mengalami masalah


dalam mempengaruhi musuhnya di kelas ini. Jika itu adalah Hirata, mungkin


dia mampu mengatur ini menjadi kelompok yang lebih baik?


"Ayo kita jalani hari ini juga!"


Ichinose sendiri datang dan membawa kehidupan kembali ke ruangan yang


tidak bernyawa. Aku juga segera menyadari bahwa suasana di ruangan


sangat kental hari ini dan memilih untuk tidak berbicara sembarangan.


Tetapi meski begitu, tindakan Karuizawa terlihat terlalu kuat dan tidak bisa


kupahami.


Jika dia ingin lebih dekat dengan Machida, dia tidak perlu memusuhi gadis


Kelas C untuk melakukannya. Aku hanya merasa... bahwa kejadian ini dan


ujian itu sendiri tidak memiliki hubungan yang langsung. Sebagai seseorang


yang pernah memperhatikan Karuizawa sejak awal semester pertama, aku


bisa memberitahu setelah mengamati kepribadian dan tindakannya.


Karuizawa ingin berdiri di puncak. Tentu saja, dia bukan orang yang


berbakat sehingga dia mampu naik ke puncak sekelompok perempuan


seperti itu. Dia tidak memiliki bakat milik Ichinose dan sesuatu seperti itu


umumnya tidak mungkin baginya.


Tetapi ada hal seperti 'hubungan manusia' yang ikut bermain di sini. Ini


adalah fakta bahwa Karuizawa dengan kepribadian yang kuat menjadi


pemimpin para perempuan Kelas D.


Selanjutnya, dia menjadi pacar Hirata,


kekuatan memerintah kelas dan mendapat pengaruh dari anak laki-laki juga.


Jika seseorang menggunakan sikap Karuizawa maka pada contoh ini,

__ADS_1


kebenarannya menjadi lebih jelas. Dia menempelkan dirinya kepada pria


terkuat yang bisa dia temukan seperti Machida dan mendapatkan pengaruh


dalam kelompok seperti tersebut. Tentu saja, kenyataannya, gadis-gadis


Kelas C yang tidak mampu mengalahkan pengaruh Machida dan dengan


segan kembali ke tempat duduk mereka sendiri. Karuizawa menerima risiko


dibenci dengan imbalan kekuasaan yang sebenarnya untuk sebuah superioritas?


Untuk kepuasan diri?


Atau hanya menginginkan perhatian?


Aku masih tidak bisa melihat akar penyebab perilaku seperti ini, tetapi


rupanya ada sesuatu di sepanjang garis tersebut yang bertanggung jawab


atas tindakannya.


"Itu tidak bagus"


"Ya, jika kita terus seperti ini, kita akan membiarkan ‘target’ itu lolos"


Yang menjawab gumamku adalah Yukimura yang kebetulan duduk di


sampingku. Akan canggung bagiku untuk mengoreksi mengenai masalah ini,


jadi aku mengikuti arusnya.


"Kalau tidak salah, Kelas A tidak akan ikut diskusi seperti biasa kan?"


"Tentu saja, jangan ragu untuk melanjutkan diskusi tanpa kami. Sikap kami


tidak akan berubah"


Murid yang duduk di samping Machida yang membuat pernyataan yang


telah menyembunyikan emosinya sepanjang waktu adalah Morishige. Aku


pernah melihatnya sebelum ujian ini. Menurut apa yang aku dengar, Kelas A


saat ini terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok Katsuragi dan kelompok


Sakayanagi.


Morishige adalah salah satu dari orang-orang yang mengkhianati Katsuragi


selama ujian di pulau. Umumnya dia yang tidak akan mendengarkan


perintah dari Katsuragi dengan patuh seperti ini, Sakayanagi tidak hadir


dalam kejadian ini karena kesehatannya buruk dan tanpa ada seseorang


yang memberinya perintah secara langsung, dia tidak punya pilihan kecuali


mengikuti perintah Katsuragi.


Aku harap Katsuragi segera kehilangan pengaruhnya di kelas setelah


kegagalannya selama ujian di pulau tetapi sepertinya dia tidak akan mudah melakukannya.


Semenjak dia juga sudah berdiam diri selama dua hari saat


ini, sepertinya Morishige juga yakin bahwa dia tidak punya pilihan kecuali


mematuhi perintah Katsuragi.


"Karena akan sia-sia menghabiskan satu jam seperti ini, apa kita akan


bermain kartu lagi?"


Ichinose mengatakan seolah-olah dia sudah terbiasa dengan ini saat dia


mengusulkan permainan kartu setelah pertemuan pertama. Dalam ujian ini,


ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan, namun Ichinose sepertinya


ingin menemukan "target" melalui pembicaraan sementara Katsuragi


mengambil pendekatan yang berlawanan dengan mencegah semua


pembicaraan.


Di sisi lain, strategi Ryuuen adalah mengubah semua orang menjadi musuh


ketika mengambil kendali penuh dari kelasnya sendiri. Tapi aku tidak bisa


memastikan strategi mereka masing-masing sampai jarak terjatuh.


Bagaimanapun, tidak mungkin membicarakannya saat sedang bermain


kartu selama satu jam penuh. Yukimura sepertinya sangat memperhatikan


lingkungan sekitar tetapi sepertinya dia tidak mengerti siapa "targetnya".


Aku yakin hal itu sama untuk murid yang lain juga dan pasti itulah


kesimpulan yang mereka semua capai. Bahkan jika pembicaraan berhasil,


tidak mungkin "target" tersebut akan menamai diri mereka sendiri. Begitu


satu jam berlalu, aku mengamati pesan di mana para murid meninggalkan


ruangan.


Murid Kelas C yang selalu menjadi salah satu yang pertama keluar dari pintu


tidak terlihat akan meninggalkan ruangan jika kelas A tidak menjadi orang


yang pertama, Namun sepertinya Machida dan Karuizawa sibuk saling


bertukar nomor kontak mereka satu sama lain dan membuat persiapan


untuk saling berhubungan. Lalu Yukimura dan Sotomura bangkit untuk


pergi.


"Ayo kembali, Ayanokouji kau akan pergi juga kan?"


Dan pada saat yang sama, Karuizawa juga berdiri untuk pergi saat berbicara


dengan seseorang di ponsel, Terlihat seperti sedang mengobrol tentang


sesuatu yang menarik. Dan saat dia pergi, ketiga gadis dari Kelas C juga


melewati kami untuk mengikutinya.


"Ketiga gadis itu, apa tidak terlihat aneh untukmu?"


Yukimura sepertinya sudah memperhatikan sesuatu yang tidak biasa


tentang mereka dan menatapku dengan wajah cemas.


"Apa kau pikir begitu? aku belum melihat apapun" jawab Sotomura


kepadanya dengan nada suaranya yang gila.


Terlepas dari pendapat Sotomura, pemikiran Yukimura benar. Sepertinya


gadis Kelas C juga menyimpan sedikit kemarahan kepada mereka juga.


Yukimura dan aku sedikit keluar dari ruangan ke koridor di luar. Dan kami


melihat ketiga gadis itu mengejar Karuizawa dengan cepat di koridor. Aku


lebih suka tidak mengikuti mereka sendirian. Dan Ibuki yang sepertinya juga


tidak tertarik kepada Karuizawa yang tidak ada di sana.


"Apa mungkin perkelahian pribadi di antara mereka?" Yukimura menatapku


seolah bertanya apa yang harus dilakukan.


“kita ikuti mereka, mungkin tidak akan berakhir dengan kekerasan tapi


mungkin sedikit menimbulkan pertengkaran"


"Sialan Karuizawa, selalu melakukan hal-hal yang membuat orang-orang


membencinya... meski aku ingin menemukan ‘target’ untuk diriku sendiri"


Sementara Sotomura pergi untuk kembali ke kamarnya, Yukimura dan aku


cepat-cepat mengikuti keempat gadis itu dengan tenang.


Saat sampai di tikungan, kudengar suara pintu dibanting tertutup dan


melihat pintu masuk ke tangga darurat tertutup. Tetapi tidak ada alasan


untuk menggunakan tangga darurat kecuali liftnya rusak yang berarti ada


hal lain yang terjadi di sini.


"Hei, apa yang kau lakukan? membawaku ke tempat seperti ini?". Diam-diam


aku membuka pintu tangga darurat dan mendengar suara dari dalam.


"Jangan membodohi kami, kau mendorong Rika kan? Bicaralah".


"... K-k-kenapa Kenapa kau menuduhku? Sudah aku bilang kau salah orang


kan?"


Ketiga gadis itu lalu mendekati Karuizawa dan mengantarnya kembali ke


dinding seolah mencegahnya untuk melarikan diri. Tetapi bahkan dalam situasi seperti itu, Karuizawa terus menyangkal tuduhan tersebut tanpa meminta maaf. Apa itu benar bukan dia?


"Ada yang harus kulakukan sekarang, bisakah kau menyingkir?"


"Kalau begitu izinkan aku memastikannya sekarang, aku akan menelpon


Rika sekarang, jika bukan kau, maka aku akan memaafkanmu"


“Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, aku akan memanggil guru"


"Apa yang akan kau katakan kepada guru? Bukan berarti kami menggunakan


kekerasan kepadamu saat ini. Jika kau memberi tahu mereka, kami juga bisa


memberi tahu mereka bahwa kau mendorong Rika dan juga akan menjadi


masalah untukmu"


Sepertinya mereka tidak berniat mundur saat mereka meraih tangan


Karuizawa saat dia mencoba melarikan diri dan mendorongnya kembali ke


dinding.


Salah satu gadis kemudian mulai menggunakan teleponnya untuk


menghubungi perempuan yang bernama Rika.


"T-tunggu sebentar"


Begitu menyadari situasi yang serius, Karuizawa mencoba menghentikan


mereka untuk tidak meneleponnya.


"Kenapa kau begitu terburu-buru?"


"... aku baru ingat, aku sengaja menabrak perempuan itu" Karuizawa cepat


memberitahu mereka.


"kau memang pembohong yang menjijikan, sejak awal kau mengingat dia,


bukan? Aku tidak peduli, tapi apa kau akan meminta maaf kepada Rika?"


"Tidak, dia yang salah. Dia perempuan yang bodoh"


Kupikir Karuizawa akan menerima tanggung jawab, tapi sepertinya dia sama


kerasnya seperti sebelumnya. Meski tahu dia akan membuat gadis-gadis


Kelas C semakin bertambah marah, dia masih mengucapkan kata-kata itu.

__ADS_1


"Dia benar-benar membuatku kesal, aku bahkan berpikir untuk


memaafkannya atas tindakannya sebelumnya jika dia meminta maaf kepada


Rika. Sudahlah, aku tidak akan memaafkannya sekarang"


Dan dengan begitu, dia mendorong bahu Karuizawa dengan telapak


tangannya.


"Kau tidak akan memaafkannya sejak awal ... bukan?"


Itu adalah seorang gadis bernama Yamashita yang selalu mengikuti Manabe


sampai sekarang yang mengatakannya.


"Shiho-chan, aku tidak tahan lagi, aku benar-benar tidak akan memaafkan


Karuizawa"


"Aku tau, aku yakin Rika berbagi perasaan yang sama sepertimu. Ayo kita


bully dia"


Kali ini, dengan kekuatan yang lebih, dia mendorong bahu Karuizawa


dengan telapak tangannya lagi. Yukimura mencoba membuka pintu dengan


cepat, tapi aku meraih lengannya dan menghentikannya. Bahkan jika kami


menghentikan ini sekarang, Karuizawa pasti akan diganggu lagi. Tetapi


membiarkan mereka menggunakan kekerasan untuk masalah pribadi


mereka saat ini akan menjadi penghalang bagi mereka di masa depan. Dan


tergantung pada tingkat kekerasannya, Bukan hal yang tidak mungkin untuk


mengadukan mereka kepada sekolah dan yang terpenting, saat ini


keberadaan Karuizawa Kei akan berubah.


"Ha ... haaa"


Karuizawa sepertinya mengalami kesulitan bernafas. Atau mungkin dia


terlihat kesakitan. Tetapi dia meraih kepala Karuizawa dengan kedua


tangannya. Ketika melihat penderitaannya, dari pada membangkitkan rasa


empati, justru menimbulkan kemarahan yang lebih banyak dari Manabe dan


gadis-gadis lainnya.


"Bahkan jika kau bersikap feminin seperti itu, aku tidak akan memaafkanmu


lagi"


Dia kemudian meraih rambut Karuizawa dan mengangkat kepalanya dengan


kuat.


"Aku selalu membenci wajah Karuizawa, Apa menurutmu dia sangat jelek?"


"Aku sangat tau, apa kau ingin melukai wajahnya?" tanya salah satu gadis


tersebut.


"B-b-berhenti"


"B-berhenti, dia bilang? apa yang terjadi dengan tekad yang kau punya


beberapa waktu yang lalu?"


Sepertinya semakin kau membenci musuhmu, semakin kau berusaha untuk


menyerang keunggulan mereka. Jika kita hanya berbicara tentang


kecantikan, tidak ada keraguan bahwa Karuizawa jauh lebih baik. Tetapi


sepertinya Manabe, Yamashita dan Yabu tidak akan puas sampai mereka


menyangkal penampilan Karuizawa seperti itu.


Setelah diam bergetar, Karuizawa tidak mampu bergerak. Tidak ada lagi


kesan yang selalu digunakannya terlihat sekarang. Sifat asli seseorang selalu


muncul di dalam dilema seperti ini. Kurang lebih dari hal ini, aku segera


mampu melihat dan tahu lebih banyak tentang Karuizawa Kei.


Tapi sepertinya rasa keadilan Yukimura telah tertendang, karena dia


terlihat tidak tahan lagi. Dia kemudian dengan cepat membuka pintu dengan


paksa dan mengejutkan ketiga perempuan di dalamnya. Di sisi lain, seolah-


olah dia telah diselamatkan, Karuizawa menatap Yukimura dengan wajah


lega.


"Apa yang sedang kalian lakukan?"


"A-a-a-a-a-apa? aku baru saja berbicara dengan Karuizawa-san, kan?"


Manabe menatap Karuizawa dengan ekspresi mengancam jika dia berani


mengucapkan satu kata pun, tetapi Karuizawa bukanlah tipe seseorang yang


terintimidasi hanya dengan hal itu.


"Hei Yukimura-kun, lakukan sesuatu. Mereka menculikku dengan kasar tiba-


tiba dan mulai mendorongku. Mereka adalah yang terburuk, mereka


menyebalkan jadi aku menyuruh mereka untuk meninggalkanku sendiri


tapi-"


Umumnya Karuizawa tidak akan peduli dengan Yukimura, tapi mungkin dia


sangat berterima kasih kepadanya karena dia muncul di sini untuk


menyelamatkannya. Wajahnya terlihat lega, namun Kelas C terlihat sangat


membenci Yukimura. Hampir seperti mengatakan bahwa ini tidak ada


hubungannya dengan Yukimura.


"Aku hanya membantu Rika dengan masalah Karuizawa-nya. Karena kau


datang ke sini, kau pasti juga sudah mendengar cerita yang sebenarnya"


"...Aku pikir kau harus membiarkannya pergi. Jika mereka hanya kebetulan


bertemu satu sama lain, Bukan berarti Karuizawa yang bersalah, kau tahu"


Yukimura tidak punya pilihan kecuali menjawab seperti itu.


"Tutup mulutmu, ini tidak ada hubungannya denganmu"


"....."


Karena dia diperintah untuk menutup mulut oleh gadis-gadis Kelas C, kali ini


Yukimura tidak punya pilihan lain selain patuh dan diam. Karuizawa lalu


mulai melihat Yukimura seolah melihat laki-laki yang menyedihkan


sementara aku perlahan mengeluarkan ponselku dengan tenang.


"Tinggalkan aku, jika tidak aku akan memanggil seseorang" kata Karuizawa.


"Memanggil? Memanggil siapa? Hirata-kun? Machida-kun? Atau mungkin


******* seperti kau bisa memanggil sebanyak mungkin laki-laki yang kau


suka?"


Bisa dikatakan bahwa perkelahian antar perempuan itu menjijikan dan tidak


bisa diselesaikan dengan mudah melalui kekerasan seperti konflik antar


laki-laki. Sebagai seseorang yang sudah terlibat dalam hal ini, aku merasa


sangat sakit saat melihat dan mendengarkan.


"Baru saja ada seorang guru yang lewat, aku pikir lebih baik jika kalian pergi"


Karena tidak punya pilihan lain, aku melangkah masuk dan mengucapkan


kata-kata itu untuk membantunya. Aku yakin Class C juga tidak


mengharapkan kejadian itu disini.


"Aku benar-benar akan membuatmu menundukkan kepala sebelum Rika"


Itu adalah ancaman bagi Karuizawa oleh pihak lain yang mengatakan bahwa


mereka akan menggunakan cara apapun yang diperlukan untuk itu.


Karuizawa dengan putus asa mencoba bersikap tegas, namun jelas dia sudah


tidak mampu lagi. Sepertinya gadis-gadis lain juga merasakan kelemahan


Karuizawa saat mereka menatap Karuizawa dari atas dengan tatapan


merendahkan.


"Apa kau baik-baik saja?"


Karena tidak bisa meninggalkan Karuizawa yang terlihat sangat


hiperventilasi, Yukimura menanyakan hal tersebut.


(T/N: Hiperventilasi secara medis didefinisikan sebagai tindakan bernapas


yang berlebihan, atau menghirup dan mengembuskan napas dengan cepat dan dangkal. Umumnya, serangan panik atau kecemasan akan mengakibatkan seseorang mengalami hiperventilasi.)


"Tinggalkan aku sendiri!"


Karuizawa dengan cepat menangkis tangan Yukimura saat ia datang untuk


membantunya.


"Apa-apaan itu? aku datang untuk membantumu karena aku khawatir"


"Diam! Tidak ada yang memintamu melakukannya" kata Karuizawa sambil


menarik napasnya kembali.


Yukimura mundur selangkah seolah ditusuk oleh kata-katanya. Aku juga


melangkah mundur untuk tidak terlibat di dalamnya, namun Karuizawa


menatapku tajam dengan ekspresi marah sebelum membuka pintu tangga


darurat dengan paksa dan kemudian membantingnya di belakang.


"Ada apa dengannya? Selalu menyebabkan masalah untuk kita"


Aku mengerti perasaan Yukimura yang membenci dirinya. Seorang


'pembuat masalah' adalah cara yang bagus untuk menggambarkan


Karuizawa.


Tetapi sepertinya dia juga lelah dengan siksaan tersebut, karena Yukimura


tidak mengatakan apa-apa lagi dan pergi dari pintu tangga darurat juga.


Sekarang, sendirian di tangga darurat, aku memikirkan Karuizawa dan sisi


lemah dari pemimpin gadis-gadis Kelas D sudah diperlihatkan.


Penampilan Karuizawa yang ketakutan sekarang bukan hanya karena dia


terancam pada saat itu tetapi karena hal yang lain.

__ADS_1


__ADS_2